sepesial chapter

445 73 14
                                        

Setelah selesai sarapan kini mereka berdua tengah bersantai di kamar, Gulf melarang Mew untuk pergi ke kantor padahal hari ini ia ada meeting penting dengan kliennya, namun apa boleh di kata jika istrinya sedang mode manja begini Mew tidak akan bisa berbuat apa-apa.

"Sudah jadi,"

"Apanya?"

"Tanda merahnya, daddy tidak boleh menghapusnya, kalau sampai di hapus aku marah,"

"Sayang, ini permanen, bagaimana aku bisa menghapusnya?"

"Siapa tau daddy malu, terus daddy hapus,"

"Astaga, dia pikir ini merah karena lipstik apa," Batin Mew.

Gulf terus menempel pada Mew ia tidak mau diam, dan kini ia membuat tandanya cintanya lagi di bagian tubuh telanjang itu.

"Daddy tau tidak?"

"Apa?"

"Aku sanggup melawan dunia demi, daddy,"

"Tapi selama ini, aku terus yang kau lawan,"

"Iya, karena kau dunia ku, sayang,"

Gulf terkekeh setelah mengatakan itu, sedangkan Mew wajannya langsung sedikit berubah kesal, bisa-bisanya istrinya berkata seperti itu, batinnya.

"Daddy tau tidak?"

"Apa?"

"Hanya daddy orang yang aku sayang, dan hanya daddy yang aku cintai, meskipun di luaran sana banyak yang ingin mendekatiku namun aku tolak,"

"Kenapa aku baru tau? Siapa saja yang berani mendekatimu?"

"Banyak pokoknya,"

"Katakan, siapa saja,"

"Untuk apa? Daddy tidak perlu tau siapa orang nya,"

"Biar aku pukuli dia,"

"Tidak perlu, karena aku hanya mencintaimu,"

"Ingat ya, lain kali jika bepergian, jangan memakai pakaian yang sexy, jika tidak aku bakar semua pakaianmu itu,"

"Ihhh... Jangan Dad,"

"Kau bisa bukan? Mengunakan celana panjang biasa,"

"Kalau keluar pakai celana panjang itu gerah Dad, makanya aku suka pakai celana pendek,"

"Kalau di kasih taunya, susah sekali,"

"Jangan marah, aku janji mulai sekarang akan menurut padamu, tapi daddy janji tidak boleh berbuat yang macam-macam di luar sana,"

"Kapan aku berbuat yang macam-macam?"

"Seperti kemarin, daddy tidak memberitahu jika sudah memiliki istri, sehingga wanita itu seenaknya sendiri mengatakan hal yang tidak-tidak,"

"Iya, aku minta maaf,"

"Menyebalkan,"

Mew bukannya tidak ingin memberitahu Andriana, ia berpikir tidak memberitahu pun sudah pasti Andriana akan mengerti dengan statusnya.

"Pokoknya, kalau daddy seperti itu lagi, aku tidak hanya akan menarik rambutnya, tapi melemparnya ke jurang,"

Ingin mengatakan tidak pun percuma jika istrinya sudah mengancam seperti ini, lebih baik Mew mengiyakan daripada panjang urusannya.

"Dad!"

"Hmmm!"

"Kalau misalnya, aku hamil lagi bagaimana?"

"Ya ga gimana-mana, sayang,"

"Tapi kan, umur daddy sudah tidak muda lagi,"

"Umur hanyalah sebuah angka, tapi jiwaku masih muda,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang