sepesial chapter

314 61 9
                                        

Jika ada Cia tentu saja Gulf tidak bisa bangun siang pagi-pagi ia sudah membuat sarapan untuk Cia dan mengajaknya jalan pagi.

"Gulf!"

"Phi Lily, selamat pagi Phi,"

"Selamat pagi juga, Cia sudah semakin besar saja,"

"Iya Phi, sepertinya baru kemarin Mila mengandung dan melahirkan,"

"Dia sangat lucu dan mengemaskan, aku jadi ingin cepat punya cucu juga,"

"Phi menikah dulu, punya anak baru punya cucu,"

"Kau benar, siapa yang mau denganku?"

"Pasti ada, jadi Phi jangan menyerah,"

"Kau selalu membuatku terharu, dengan ucapanmu,"

"Phi bisa saja,"

Lily selalu senang saat bertemu dengan Gulf, karena di matanya Gulf itu lebih mengemaskan dari Cia, andai saja Gulf mau menjadikannya istri dengan senang hati Lily menerimanya, tapi itu tidak mungkin karena Mew sangat menyeramkan.

"Phi, aku duluan ya,"

"Hati-hati Gulf,"

Gulf melanjutkan lagi jalan paginya ia akan berkeliling taman, lihatlah gadis kecil itu sangat senang saat melihat balon warna-warni.

"Cia mau membeli balon?"

"Bayon Cia mau bayon,"

"Sayang, maaf ya Papa lupa bawa uang, kita pulang dulu minta uang pada daddy, dan setelah itu kita kembali lagi,"

"Sudah ambil saja,"

"Daddy!"

"Ambil semua balonnya untuk Cia, nanti daddy bayar,"

"Untung daddy datang pada waktu yang tepat, ucapkan apa pada daddy,"

"Macih Dad,"

"Sama-sama tuan putri,"

"Dad, aku lapar,"

"Mau makan apa?"

"Aku boleh tidak makan itu?"

"Sayang, itu berminyak tidak baik untuk kesehatan,"

"Tapi aku ingin, apa daddy akan membiarkanku hanya menelan ludah?"

"Boleh, tapi sedikit saja ya,"

"Iya!"

"Tunggu sebentar,"

Rasanya Gulf sudah tidak sabar, saat melihat gorengan yang baru matang terlihat sangat enak.

"Ini gorengannya,"

"Kenapa cuma satu? Aku maunya lima,"

"Nanti beli lagi, habiskan saja dulu yang ini,"

"Daddy!"

"Kalau tidak mau berikan padaku, biar aku kembalikan lagi,"

"Jangan, aku mau tapi setelah ini belikan rujak,"

"Jika sudah makan nasi, akan aku belikan,"

"Maunya sekarang,"

"Sayang, kau belum makan nasi,"

"Tidak apa-apa, boleh ya Dad,"

"Ya, baiklah,"

"Terima kasih daddy,"

Seperti biasa jika di bolehkan makan sesuatu, Gulf memberi hadiah kecupan pada suaminya.

"Cium Papa," Ucap Cia.

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang