Sudah hampir satu minggu Gulf masih betah memejamkan matanya membuat Mew merasa tidak tenang, karena dokter mengatakan jika Gulf sudah melewati masa kritisnya dan sudah di pindahkan di ruang rawat inap biasa, lalu apa yang membuat istrinya itu belum sadarkan diri juga.
"Sayang, bukalah matamu aku mohon,"
Selama tujuh hari Mew tidak pernah jauh dari Gulf ia selalu menemani Gulf dan tidak ingin pulang, bahkan Mew tidak perduli ketika Davikah terus melayangkan kata-kata menyakitkan untuknya, Mew tidak perduli dan tetap selalu sabar menemani Gulf, setiap hari Mew akan selalu membersihkan tubuh itu agar istrinya selalu terlihat cantik.
"Kau tau, hari ini Mami memarahiku lagi karena aku tidak bisa menjagamu, dan seperti biasa Papi akan selalu membelaku, kau tau apa yang terjadi selanjutnya, Mami semakin kesal padaku, tapi aku akan hanya menjadi pendengar yang baik untuknya," Mew tersenyum saat mengingat Davikah memarahinya tanpa henti.
"Sayang, apa kau tau, anak-anak hari ini pergi bersama Zee lagi, katanya mereka ingin menonton di bioskop, kapan kita bisa pergi hanya berdua aku ingin mengajakmu menonton film romantis, kau mau kan?"
Lagi-lagi Mew hanya bisa meneteskan air matanya, rasa bersalah selalu menghantuinya saat melihat wajah istrinya.
"Cepatlah siuman, aku merindukan senyumanmu sayang," Mew mengusap sayang wajah Gulf ia merindukan ketika Gulf tersenyum manis padanya.
"Apa aku terlihat cengeng? Maafkan aku ya jika aku hanya bisa menangis, aku mencintaimu dan tidak ingin berpisah darimu, hiksss..."
Mew takut jika Gulf sudah siuman nanti Davikah akan benar-benar memisahkan mereka, karena Davikah tidak pernah main-main dengan ucapannya.
"Aku janji, aku akan tetap bersamamu apapun yang akan terjadi nanti,"
Saat Mew sedang melamun tiba-tiba pintu terbuka begitu saja, Win datang untuk menjenguk Gulf orang tua Mew memintanya untuk melihat keadaan menantunya dan juga Mew dan Win pun mengiyakan.
"Uncle!"
Mendengar ada suara yang memanggilku lekas-lekas Mew menghapus air matanya.
"Win, kau datang?"
"Iya, bagaimana keadaan Gulf? apa sudah ada perkembangan?'
"Belum, sahabatmu ini masih betah memejamkan matanya, apa dia tidak ingin melihatku lagi?"
"Bersabarlah uncle, mungkin sebentar lagi Gulf siuman, lebih baik uncle makan dulu,"
"Semoga saja, nanti saja aku makanya, Win aku titip Gulf sebentar boleh?"
"Uncle mau kemana?"
"Aku ingin mandi sebentar, rasanya tubuhku sangat lengket,"
"Ya sudah, cepatlah,"
Mew pergi kekamar mandi karena sejak kemarin ia tidak mandi, Mew ingin saat Gulf membuka matanya nanti ia terlihat segar agar istrinya tidak merasa hawatir saat melihat keadaannya nanti.
Enghh..
Win terkejut saat mendengar lenguhan suara Gulf, lalu ia pun memastikan jika Gulf sudah mulai siuman dan benar saja, Gulf sudah membuka matanya membuat Win merasa senang.
"Gulf, akhirnya kau siuman juga, kau membuat kami hawatir,"
"Aku dimana? Kenapa kepala ku sakit sekali, bahkan tubuhku terasa sangat sulit untuk aku gerakan,"
"Kau sedang di rumah sakit,"
"Rumah sakit? Tapi aku kenapa?"
Win merasa aneh saat mendengar jawaban Gulf, ia merasa curiga jika terjadi sesuatu pada Gulf.
