part 47

668 109 20
                                        

Setelah melakukan penerbangan yang begitu melelahkan Mew langsung pergi kerumah sakit, ia ingin cepat bertemu dengan istrinya karena ia ingin tau bagaimana keadaan Gulf, sedangkan Tuan Mike dan istrinya pulang kerumah terlebih dulu bersama Mark dan juga cucunya.

"Win, aku pikir kau tidak akan menjenguk ku,"

"Apa yang kau katakan? Kita sahabat bahkan sudah seperti saudara, mana mungkin aku tidak menemuimu,"

"Kenapa kau masih sendiri?"

"Maksudmu?"

"Kenapa kau belum menikah juga,"

"Untuk apa? Aku hidup seperti ini saja sudah membuatku bahagia, sekarang aku sedang sibuk membantu Papa ku mengurus perusahaan,"

"Bagaimana, rasanya mengurus perusahaan sebesar itu?"

"Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya memimpin perusahaan, tapi aku merasa senang saja, karena bisa bertemu dengan berbagai kalangan orang,"

"Pasti sangat menyenangkan,"

"Ya, begitulah,"

Gulf terdiam ia berpikir apa semenyenangkan itu bekerja di perusahaan, tapi jika melihat suaminya setiap pulang dengan keadaan lelah Gulf merasa sulit bekerja di perusahaan, apa lagi saat mereka kalah tender sudah pasti mereka akan sangat merasa stres.

"Kenapa melamu?"

"Tidak, hanya saja aku merasa sedikit penasaran,"

"Jika kau penasaran, kau bisa mencoba di kantor Papi mu,"

"Tapi aku takut stres, apa lagi saat melihat banyak dokumen berserakan di meja, pasti akan membuat sakit kepala,"

"Kau belum pernah mencobanya kan? Dan sekali-kali kau harus mencobanya supaya kau tau bagaimana rasanya,"

"Aku sering kekantor menemani daddy, dan aku melihat jika daddy terkadang merasa stres, itu sebabnya jika dia sedang stres akan meminta jatah padaku,"

"Ishh... Kau ini kenapa malah bicara yang tidak penting?"

"Itu sangat penting Win, karena setelah mendapatkan jatahnya, daddy menjadi bersemangat lagi kerjanya,"

"Astaga.... Ya Tuhan, ampuni hambamu ini," Ucap Win dengan menarik rambutnya dengan kasar.

Gulf masih sama tidak akan pernah berubah ia tidak akan malu mengatakan itu pada Win, entah apa yang ada di pikiranya itu.

"Kau kenapa?"

"Aku tidak apa-apa,"

"Tidak apa-apa kok seperti sedang banyak masalah, kau harus mencobanya Win agar kau tidak stres dan selalu semangat,"

"Sudah cukup Gulf, aku tidak ingin mendengar apapun lagi,"

"Kenapa? Aku kan hanya memberi saran, apa kau tau. Rasanya sangat nikmat, Win,"

"Nikmat? Sampai kau hamil lagi?"

"Ini semua di luar kendaliku, selama dua bulan ini aku selalu melakukannya dan aku sampai lupa meminum obat pencegah kehamilan,"

"Tidak ada salahnya jika kau hamil lagi, karena kau memiliki suami, yang salah jika kau hamil tapi tak bersuami,"

"Win!"

"Ada apa?"

"Jika nanti terjadi sesuatu padaku saat aku melahirkan, kau harus menjaga anak-anak ku,"

"Kau bicara, seakan-akan kau akan meninggalkan kami semua,"

"Ini kan seandainya, dan kau harus menjaga mereka untukku,"

"Jika kau pergi meninggalkanku, aku tidak ingin mengingatmu lagi,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang