sepesial chapter

386 71 12
                                        

Sudah tiga hari rumah itu terlihat sepi tidak seperti biasanya akan terlihat rame pagi siang atau malam, Mili dan Alex pun merasa kesepian tidak mendengar suara Papa nya yang biasa berisik memenuhi setiap sudut rumah, Papa nya akan hanya bicara seadanya saja jika tidak penting tidak akan bicara apapun membuat Mili dan Alex merasa ada yang kurang.

"Papa!"

"kenapa? Apa kau butuh sesuatu?"

"Papa sedang apa?"

"Membuat sup untukmu dan Alex,"

"Untuk daddy?"

"Sudah ada di meja,"

Mili pun berjalan ke arah meja makan, dan ia mendapati ayam goreng dan tumis brokoli dan ada dadar telur, karena daddy nya memang suka dadar telur.

"Pa, Phi Mila mau datang katanya, dia mau menginap disini,"

"Siapkan saja kamarnya, kau nyalakan AC nya, kemarin baru Papa ganti spreinya,"

"Iya Pa!"

Ya seperti itulah Papa nya akan hanya bicara seperlunya saja, sejak dimana di marahi oleh daddy nya sikap Papa benar-benar berubah Mili tidak suka dengan sikap Papa nya yang seperti ini, lebih baik ia melihat Papa nya marah-marah dan berteriak tidak jelas itu akan jauh lebih baik.

"Daddy pulang,"

"Pa, itu daddy sudah pulang,"

"Kau sambut saja, Papa sedang sibuk,"

"Baiklah!"

Mili pun menghampiri Mew, ia akan bicara dengan daddy nya karena sudah membuat Papa nya bersikap aneh seperti ini.

"Dad!"

"Kau sudah pulang kuliah?"

"Mili ingin bicara dengan daddy,"

"Apa yang ingin Mili bicarakan?"

"Ini tentang Papa,"

"Ada apa dengan Papa mu? Apa dia berbuat ulah lagi?"

"Kenapa sih Dad, lihat apa daddy tidak merasa jika sikap Papa berubah menjadi dingin pada kita semua, Mili tidak suka melihat Papa yang sekarang Mili lebih suka melihat Papa yang dulu yang selalu membuat rumah ini terlihat ramai tidak sepi seperti ini,"

"Lalu daddy harus berbuat apa, bukankah bagus jika Papa bersikap dewasa,"

"Itu bukan bersikap dewasa Dad, tapi bersikap dingin, apa daddy tidak bisa membedakan sikap dingin dan sikap dewasa? Mili merasa jika Papa bukan lagi Papa nya Mili karena Papa nya Mili selalu terlihat senang bahagia tidak murung seperti ini, biarpun Papa suka marah-marah tidak jelas tapi Mili lebih suka melihat Papa yang dulu,"

Mew memang ingin melihat istrinya bersikap lebih dewasa, tapi jika istrinya bersikap seperti ini rumah terlihat sepi karena istrinya tidak banyak bicara, Mew pun rindu ketika istrinya bersikap manja dan bicara yang tidak jelas, tapi semenjak ia marahi istrinya itu tidak banyak bicara lagi.

"Mili, capat ajak daddy dan adikmu makan malam,"

"Iya Pa!"

"Mila juga mau makan Pa," Ucap Mila yang baru datang.

Melihat Mila datang Gulf pun menghampirinya, lalu ia mengambil cucunya dari gendongan Mila.

"Kalian pergilah makan, biar Papa yang menjaga putri kecil ini,"

"Papa tidak ikut makan?"

"Tidak, Papa sudah kenyang,"

Gulf sudah berniat pergi ke kamar, namun Mew menghentikan langkahnya.

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang