Sejak semalam Gulf hanya memandangi Mew, ia masih merasa bersalah karena sudah membuat suaminya kesakitan hingga membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.
"Daddy, maafkan aku," Ucap Gulf dengan mencium wajah Mew.
"Dad!" Gulf menggoyangkan tubuh Mew agar membuka matanya.
"Daddy bangun,"
"Sayang, ada apa?"
"Bangun!"
"Hari ini aku ke kantor siang, jadi biarkan aku tidur,"
"Daddy masih marah padaku? Harusnya kan aku yang marah dengan daddy,"
"Siapa yang marah denganmu? Aku hanya masih ingin tidur saja,"
"Sudahlah, aku akan mengubungi Mami saja, dan memberitahu jika daddy sudah mengkhianatiku,"
"Aku tidak mengkhianatimu, harus berapa kali aku menjelaskan padamu,"
"Jika aku memergoki mu lagi bertemu dengannya, aku bersumpah akan membuat perhitungan padanya, jadi jangan macam-macam,"
"Aku tidak akan menemuinya lagi, percayalah padaku,"
Niat hati membangunkan suaminya dan ingin meminta maaf, tapi Gulf urungkan saat melihat wajah suaminya, entah mengapa rasanya Gulf tidak suka saat melihat wajah jelek suaminya itu.
"Kau mau kemana?"
"Pindah ke kamar Alex,"
"Tapi kenapa?"
"Karena aku tidak suka, berdekatan atau melihat wajah daddy yang jelek itu,"
"Apa yang kau katakan?"
"Jangan bicara lagi padaku,"
"Sayang, astaga ada apa dengannya, tapi apa benar jika wajahku jelek? Kenapa sikapnya bisa berubah secepat itu?"
Karena merasa penasaran Mew pergi ke kamar mandi lalu ia bercermin, namun ia tidak melihat ada yang aneh pada wajahnya, bahkan ia sudah mencukur bulu-bulu halus yang ada di wajahnya, lalu kenapa istrinya itu mengatakan jika ia jelek.
"Daddy!" Teriak Gulf.
"Ada apa?"
"Daddy sudah tidak menyanyangiku lagi?"
"Kau ini kenapa? Pagi-pagi sudah marah tidak jelas begini?"
"Kenapa daddy tidak peka sama sekali? Aku keluar kamar bukannya di kejar malah daddy diamkan,"
"Jika nanti aku kejar, kau akan marah, jadi sebenarnya apa yang kau inginkan?"
"Aku mau daddy memelukku,"
"Hanya itu?"
"Tau ahhh... Lebih baik aku tidur lagi saja,"
"Jangan marah-marah terus, nanti cepat tua,"
"Memangnya kenapa, jika aku terlihat tua? Daddy tidak mau lagi denganku?"
"Siapa yang mengatakan? Kita sudah berjanji jika kita akan selalu bersama dan menua bersama,"
"Apa daddy, tidak bosan dengan tingkahku?"
"Mau bagaimana lagi, memang sudah dari pabriknya setelanya begini, menolak pun percuma,"
"Aku bilangin ke Mami ya,"
"Jangan sayang, nanti aku bisa di pecat menjadi menantunya,"
Gulf mengalungkan tangannya pada leher Mew, lalu ia mencium bibir tebal itu, tidak ingin kehilangan momen Mew pun membalas ciuman itu dan kini tidak ada yang ingin saling mengalah satu sama lain.
