Dua tahun kemudian...
Keluarga besar itu kini semakin bahagia dengan hadirnya sosok bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan, seperti saat ini ketika Mila membawa putrinya menginap di rumah Mommy nya bayi mungil itu akan menjadi rebutan oleh Papa dan Mommy nya.
"Mami, berikan baby padaku,"
"Tidak, Mami juga ingin menggendongnya,"
"Gantian Mami, kan Mami sudah sejak tadi,"
"Kau buat saja sendiri sana, supaya punya bayi lagi,"
"Daddy, Mami nya,"
"Sayang, kau kan kemarin sudah seharian main bersama baby, jadi sekarang gantian Mami," Jawab Mew.
"Sudah Mami katakan, kau buat sendiri sana, supaya ada yang kau timang setiap hari,"
"Kenapa tidak Mami saja yang memberi adik pada Gulf? Kenapa harus Gulf juga yang hamil lagi?"
"Jika Mami bisa, sudah Mami lakukan sejak dulu, sudah lebih baik kau saja sana yang hamil lagi,"
"Alex tidak mau punya adik," Jawab Alex dengan cepat.
"Kenapa?"
"Nanti tidak di sayang lagi,"
"Siapa yang mengatakan itu?"
"Itu buktinya, semua orang sibuk dengan baby, bahkan saat Alex lapar pun tidak ada yang perduli," Ucapnya, membuat semua orang kini terdiam.
Mendengar apa yang di katakan putranya membuat Gulf menjadi sedih, apa benar jika ia terlalu sibuk dengan cucunya hingga mengabaikan putranya.
"Sayang, bukannya Papa tidak perduli lagi dengan Alex, maafkan Papa ya jika Papa terlalu sibuk dengan baby, sekarang Alex kan sudah menjadi Phi dan baby masih sangat kecil jadi baby harus di jaga, jika baby haus atau lapar dia belum bisa mengatakannya pada semua orang, yang hanya bisa dia lakukan hanya menangis,"
Gulf harus memberi pengertian pada putranya ini, agar tidak merasa cemburu pada adik kecilnya.
"Sekarang Alex mau makan apa? Biar Papa buatkan?"
"Alex tidak lapar, Alex ingin istirahat saja,"
"Alex, dengar dulu, kita pergi ke supermarket saja yuk,"
Alex tetap tidak perduli saat Papa nya membujuknya, ia tetap pergi ke kamarnya.
"Biar Mila yang bicara padanya Pa,"
"Tapi!"
"Percayalah pada Mila,"
"Baiklah!"
Mila akan berusaha membujuk adiknya, ia tau apa yang di rasakan Alex, dan ini yang tidak ia inginkan sejak dulu memiliki adik lagi karena sudah pasti Papa nya akan sibuk sendiri.
"Alex, boleh Phi masuk?"
"Masuk saja Phi,"
"Adik Phi yang tampan ini sedang apa? Sedang merajuk kah?" Tanya Mila dengan ikut merebahkan tubuhnya di samping Alex.
"Tidak!"
"Apa Alex tidak senang, memiliki adik seperti baby? Phi Alex kan laki-laki nanti yang menjaga baby Phi Alex, seperti Phi dulu menjaga Alex saat daddy dan Papa tidak di rumah, seperti saat Alex di ganggu oleh teman Alex yang nakal dan Phi yang membelanya,"
"Maafkan Alex Phi, jika Alex sudah bersikap tidak menyenangkan, Alex janji akan menjadi Phi yang baik untuk baby, Alex akan menjaganya dan tidak akan merasa iri lagi padanya,"
"Ini baru adik Phi yang pintar, jika Alex ingin sesuatu katakan pada Phi atau Phi Zee oke,"
"Iya!"
"Alex sekarang ingin makan apa? Biar Phi buatkan?"
