Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari keluarga kecil itu selalu bertengkar, entah masalah kecil atau besar bahkan masalah sepele pun akan membuat mereka bertengkar dan itu membuat Davikah sakit kepala.
"Papi, ada apa dengan mereka?"
"Sudah biarkan saja, lebih baik Mami menyiapkan sarapan untuk Papi saja,"
"Setiap hari, ada saja yang membuatku sakit kepala,"
"Tidak perlu Mami pikirkan, nanti jika mereka kembali ke Amerika Mami juga yang akan kesepian,"
"Apa yang Papi katakan, ada benarnya juga, pasti rumah ini akan terlihat sangat sepi,"
"Tentu saja, Mam, nanti kita jadi tidak pergi makan malam?"
"Papi atur saja, Mami tinggal ikut,"
"Jangan lupa, beritahu Gulf,"
"Iya, Papi ingin sarapan apa?"
"Roti saja,"
Tidak lama Mila datang dan ikut sarapan, namun ada yang aneh dari wajah Mila membuat Mark dan Davi merasa penasaran.
"Sayang, ada apa?"
"Tidak ada apa-apa Mom,"
"Tapi kenapa wajahmu terlihat murung seperti ini? Jika ada sesuatu beritahu Mommy atau Papi,"
"Mila hanya sedang tidak enak badan saja, Mila dengar nanti malam Papi dan Mami ingin pergi makan malam,"
"Ya, apa kau ingin ikut?"
"Memangnya, ada acara apa Mom,"
"Ulang tahun pernikahan Papi dan Mommy sayang,"
"Yang ke berapa Mom?"
"Mommy juga lupa yang ke berapa, sesuaikan saja dengan umur Papa mu, kau dapat hadiah dari siapa? Ini sangat bagus," Ucap Davi, melihat gelang yang di pakai oleh Mila.
"Ini dari Phi Win,"
"Lalu! Hadiah apa yang Zee berikan padamu?"
"Mila tidak tau,"
"Bukankah semalam, dia yang mengantarkanmu pulang?"
"Mommy tau darimana?"
"Itu tidak penting, sepertinya ada yang sedang tidak baik-baik saja hatinya,"
"Apa sih Mom,"
"Tidak apa-apa sayang, kau berhak menentukan kebahagiaanmu,"
"Sudahlah, Mila mau mandi saja,"
"Mau pergi dengan Zee atau Exel?"
Jujur saja Davikah senang jika Zee dan Mila menjalin sebuah hubungan, tidak apa bukan jika Zee jadian dengan Mila, tidak bisa menjadi menantunya, menjadi cucunya pun tak masalah.
"Papi, Mommy nya,"
"Tidak perlu malu, akui saja, "
"Mommy!"
Saat sedang berdebat tiba-tiba Zee datang membawa banyak makanan, dan membuat Mila sedikit kesal melihatnya.
"Selamat pagi semua,"
"Pagi Zee, panjang umur sekali, baru juga di bicarakan sudah nongol saja,"
"Mommy bisa diam tidak?" Ucap Mila.
"Apa kau ingin mengajak Mila pergi?" Tanya Davi pada Zee.
"Mommy, ingat ya ini masih pagi,"
"Memangnya kenapa? Siapa tau Zee ingin membawamu ke suatu tempat, benarkan Zee,"
