Mew sudah bersiap untuk pergi ke kantor, sedangkan istrinya tengah bermalas-malasan di atas kasur Gulf merasa tubuhnya sakit semua itu sebabnya ia tidak bisa beraktivitas seperti biasa, beruntung Mili anaknya tidak rewel dan mau mengerti Papa nya jadi ia pun harus membuat sarapan sendiri.
"Sayang, bangun,"
"Sebentar Dad, badanku rasanya sakit semua,"
"Mau nambah lagi tidak?"
"Mau!"
"Cepat sekali menjawabnya,"
"Ya kan daddy bertanya, aku tinggal menjawab saja,"
"Sudah siang, aku berangkat ya,"
"Tunggu sebentar,"
"Apa lagi?"
Gulf terus memandangi suaminya ia merasa ada yang aneh dengan wajah suaminya, terlihat tua dan jelek.
"Ada apa?"
"Daddy jelek sekali,"
"Apa yang kau katakan?"
"Daddy tuh jelek, apa lagi ada bulu-bulu halus seperti ini, pantas saja semalam aku merasa geli saat daddy mencium ku,"
"Sayang, ini kan memang sudah ada sejak lama, kenapa baru kau permasalahkan sekarang?"
"Kemarin-marin aku tidak memperhatikannya, pokoknya aku tidak mau tau, daddy harus pergi perawatan,"
"Untuk apa? Itu tidak penting,"
"Daddy!"
"Aku tidak mau,"
"Heleh.... Biasanya juga daddy pergi perawatan dengan selingkuhan daddy itu,"
"Selingkuhan? Yang mana?"
"Jangan pura-pura lupa, bahkan daddy sudah terang-terangan melamarnya, kapan menikahinya?"
"Kau bicara apa? Aku tidak mengerti,"
"Sudahlah, mengaku saja, tapi ingat ya aku tidak ingin di madu, jadi kalau daddy mau menikah lagi ceraikan aku,"
Mew menyentuh dahi Gulf, ia hanya ingin memastikan jika istrinya ini masih waras.
"Mungkin kau kelelahan, itu sebabnya bicara mu ngelantur, lebih baik kau istirahat, aku mau berangkat ke kantor,"
"Daddy, katakan padaku kapan menikahinya, supaya aku siapkan pestanya,"
Mew meninggalkan Gulf begitu saja ia tidak mengerti apa yang terjadi pada istrinya itu, apa semalam ia bermimpi buruk lalu kesurupan.
"Daddy, Dad,"
"Papa kenapa sih Pa, berisik tau, masih pagi juga"
"Mili, kau harus tau daddy akan menikah lagi, dan kau akan memiliki Papa baru,"
"Jangan dengar, apa yang Papa mu katakan,"
"Tapi Papa kenapa Dad?"
"Papa mu hanya kelelahan, itu sebabnya bicaranya sembarangan,"
"Lebih baik, Papa di bawa ke rumah sakit Dad,"
"Kau pikir Papa gila?" Jawab Gulf tidak terima.
"Sayang sudah, lebih baik kau mandi agar segar kepalamu,"
"Daddy hati-hati di jalan, nanti jemput aku di rumah Mami,"
"Tidak, kau tidak boleh pergi kesana,"
"Memangnya kenapa?"
"Yang ada nanti kau hanya akan bertengkar dengan Mami,"
"Aku hanya ingin menjemput Alex,"
"Aku tidak akan mengizinkan, tunggu sampai aku pulang, nanti kita pergi bersama,"
