Jepang adalah tujuan utama mereka dan hari ini mereka akan berangkat ke Jepang untuk berlibur, karena sebentar lagi musim liburan akan berakhir dan mereka akan langsung kembali ke Amerika, rutinas sehari-hari akan segera di mulai kembali mereka harus sekolah dan kuliah, sedangkan Mew tentu saja ia harus kembali bekerja karena sudah terlalu lama meninggalkan perusahaannya.
Dua hari setelah di rawat kini Zee sudah di perbolehkan pulang, Zee merasa senang karena beberapa hari ini Mila mengurusnya dengan baik.
"Aku harus kembali kekantor, kau tidak apa-apa kan aku tinggal?" Ucap Arm.
"Pergilah, aku sudah terbiasa seperti ini sendiri,"
"Sekali-kali kau harus pulang ke Singapur, Papa dan Mama merindukanmu, kau juga sudah lama tidak mengunjungi makam Paman dan Bibi,"
"Aku akan pulang, jika sudah saatnya,"
"Apa lagi yang kau tunggu? Sudah berapa lama kau tidak pulang?"
"Aku bukannya tidak ingin pulang, tapi aku akan merasa sedih jika ingat tentang Papa dan Mama,"
"Terserah kau saja, boleh aku bertanya sesuatu?"
"Tentang apa?"
"Gadis itu, siapa dia sebenarnya, kenapa dia sangat perhatian padamu,"
"Gadis itu sudah membuatku gila, bahkan dia bisa membuatku melupakan masa lalu ku dengan cepat,"
"Apa maksudmu?"
"Kau tau bukan, aku dulu mencintai seseorang dan tidak bisa membuka hatiku untuk orang lain, tapi sejak kehadiran gadis itu aku bisa melupakan cinta pertama ku,"
"Tapi, sepertinya dia masih sangat muda,"
"Kau benar, dia masih sangat muda, bahkan umurnya baru delapan belas tahun,"
"APA?"
"Jangan berteriak bodoh, aku tidak tuli,"
"Maaf, aku hanya terkejut saja, apa kau yakin akan mengencani anak seusianya?"
"Aku tidak perduli, bahkan jika aku harus menunggunya lima tahun lagi aku rela,"
"Kau gila Zee, benar-benar gila,"
"Aku tidak gila, aku manusia yang memiliki rasa cinta, dan aku berhak mencintai siapapun, dia adalah gadis yang sudah mencuri hatiku,"
"Tapi!"
"Apa kau tau, dia putrinya siapa?"
"Siapa?"
"Gulf,"
"Mungkin aku salah dengar, tolong katakan lagi dengan jelas,"
"Apa lagi yang harus aku katakan, dan memang itu kenyataannya,"
"Sepertinya kau butuh dokter Skiater,"
"Kau pikir, aku tidak waras?"
"Mungkin saja,"
Tiba-tiba ada bunyi bel, dengan segera Arm melihat siapa yang datang, dan ternyata Mila yang datang.
"Ternyata kau?"
"Selamat pagi, Uncle?"
"Pagi juga, ayo kita masuk Zee ada di dalam, dia sedang istirahat di kamarnya,"
"Terimakasih, uncle,"
"Boleh, aku titip Zee sebentar?"
"Uncle mau kemana?"
"Kekantor sebentar, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan,"
"Tidak apa-apa, biar aku yang mengurusnya,"
