part 54

647 106 10
                                        

Benar saja sudah dua hari Mili mendiami semua orang bahkan kini ia menginap di rumah nenek nya, Mili tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk Gulf, dan itu membuat Gulf merasa sangat sedih, Mili akan hanya bicara dengan Mila meskipun Mila sudah membujuknya namun tetap saja Mili menolak untuk pulang dan bersikeras ingin tinggal di rumah nenek nya.

"Sayang, sudah jangan menangis terus,"

"Aku merindukan putriku, Dad,"

"Biarkan dia di rumah Mama dulu, nanti kalau sudah bosan pasti dia akan pulang,"

"Apa aku sudah keterlaluan padanya?"

"Tidak, mungkin saja dia moodnya sedang tidak bagus,"

"Aku sangat menyanyanginya, apa lagi dia anak perempuan dan aku tidak ingin terjadi hal buruk padanya, tolong Dad bawa dia pulang,"

"Sayang, Mili di rumah nenek nya bukan di rumah orang lain, jadi kau tenang saja,"

"Aku takut Dad, aku takut dia pergi keluar dan berkumpul bersama teman-temannya, dan aku tidak ingin merepotkan Papa dan Mama, kasian mereka jika harus mengurus Mili,"

"Sayang, Mili tidak akan bersikap seperti itu, percayalah,"

Tiba-tiba ponsel Mew berdering Mew segera menjawab panggilan itu, karena Mama nya yang menghubunginya.

"Iya Ma, ada apa?"

"Cepatlah kerumah, Mili sedang demam,"

"Mili sakit?"

"Sejak semalam dia mengigil,,"

"Mew akan kesana sekarang,"

"Mama tunggu,"

Mendengar putrinya sakit tentu saja membuat Mew tidak tenang, ia merasa cemas karena jika Mili sakit ia tidak ingin jauh darinya.

"Ada apa Dad?"

"Sayang, Mili sakit,"

"Mili sakit? Ayo Dad, kita kerumah Mama,"

"Mila, Alex,"

"Iya Dad, ada apa?"

"Kita kerumah nenek,"

"Apa terjadi sesuatu?"

"Adikmu sakit,"

Mendengar saudara kembarnya sakit membuat Mila merasa sedih, pantas saja sejak semalam Mila merasa sangat gelisah dan selalu teringat tentang adiknya.

Di sepanjang jalan hanya ada keheningan, dan Alex kini merasa bersalah karena sikapnya Phi nya pergi dari rumah dan sekarang Phi nya juga sakit.

"Semua salah Alex, membuat Phi pergi dari rumah karena di marahi Papa,"

"Lain kali, Alex tidak boleh seperti itu lagi, sekarang tau kan akibatnya apa?" Jawab Mila.

"Mila, adikmu masih kecil sayang, dia belum mengerti apa-apa,"

"Papa selalu memanjakannya, jika seperti ini terus bagaimana dia akan mengerti jika dia salah atau tidak dalam bersikap, Papa tau. Dia menjadi egois karena Papa selalu membelanya, kami bukannya tidak mengerti Pa, kami juga paham dia masih kecil tapi sikapnya itu selalu ingin menang sendiri,"

Gulf hanya terdiam saat mendengar apa yang Mila katakan, apa benar jika selama ini ia selalu memanjakan putranya itu, bagaimana Gulf tidak memanjakannya karena saat mengandung dan melahirkan Alex Gulf harus berjuang hidup dan mati.

"Maafkan Papa, sayang, Papa mengaku salah karena sikap Papa kalian selalu kena marah Papa,"

"Sudah, jangan saling menyalahkan, ini menjadi pembelajaran untuk kita semua,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang