sepesial chapter

304 52 12
                                        

Dua hari berlalu kini keluarga kecil Mew tengah melakukan kebaikan di kuil, seperti yang Luna katakan, mereka sekalian untuk berdo'a atas kembalinya Gulf di tengah-tengah keluarga mereka.

"Papa, Luna sudah meminta maaf pada Tuhan,"

"Anak Papa pintar sekali,"

"Luna juga sudah meminta pada Tuhan, agar Tuhan tidak mengambil Papa dari Luna dan daddy,"

"Tuhan tidak akan mengambil Papa dari Luna, karena Papa akan selalu ada untuk Luna mulai sekarang,"

"Luna sangat senang melihat Papa di sini, dan Luna sangat bahagia bisa tidur dengan Papa,"

"Maafkan Papa sayang," Jawab Gulf, dengan meneteskan air matanya, melihat putrin bicara seperti itu tentu saja membuat Gulf merasa sedih.

"Papa tidak boleh menangis, Luna tidak suka melihatnya," Ucap gadis kecil itu, dengan menghapus air mata Papa nya.

"Tidak, Papa tidak menangis, hanya saja mata Papa tidak sengaja ke masukan debu,"

"Luna sayang Papa,"

"Sayang, sudah yuk kita pulang, supaya Papa nya bisa istirahat,"

"Iya Mom,"

"Ayo sayang, kita pulang kau masih harus banyak istirahat,"

"Iya Mam,"

"Ayo sayang,"

"Dad, aku tidak mau naik kursi roda, aku bisa berjalan sendiri,"

"Aku tahu, tapi tempat parkirnya lumayan jauh sayang, aku hanya tidak ingin kau kelelahan saja,"

"Benar apa yang di katakan suamimu, jadi menurut lah,"

"Papi Gulf bisa berjalan,"

"Papi tahu, tapi ini demi kebaikanmu,"

"Baiklah!"

Mau tidak mau Gulf harus menurut, karena ia tidak ingin menyusahkan semua orang lagi.

"Daddy!"

"Ya!"

"Aku lapar Dad, bisa tidak jika kita makan siang di restoran langganan?"

"Bisa sayang, baiklah sebelum pulang kita makan siang dulu,"

Sebelum pulang ke rumah mereka mampir ke restoran langganan keluarga, ini untuk yang pertama kali setelah lima tahun tidak sadarkan diri Gulf kembali lagi ke restoran favoritnya.

"Luna mau di suapi Papa saja,"

"Sama daddy saja, biarkan Papa nya makan,"

"Tidak mau Dad, Luna bosan sama daddy maunya sama Papa, kan Luna belum pernah di suapi Papa,"

"Tidak apa-apa Dad, biar aku suapi saja,"

"Sayang!"

"Jangan di pikirkan, sudah daddy makan saja,"

"Yeee... Di suapi Papa,"

"Luna kan sudah besar, ko masih di suapi?"

"Phi Alex diam saja ya, ini kan Papa nya Luna,"

"Papa nya Phi Alex,"

"Bukan, ini Papa nya Luna,"

"Yang lahir lebih dulu siapa?"

"Phi Alex,"

"Jadi, benarkan, kalau Papa adalah Papa nya Phi,"

"Papa Phi Alex nya, hiksss..."

"Sudah tidak perlu Luna dengar, dulu saat Phi Alex sebesar Luna, dia juga masih di suapi bahkan sangat manja,"

"Luna cengeng,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang