sepesial chapter

421 69 10
                                        

Seperti biasa Gulf akan tetap bermanja-manja dengan Mew, sedangkan Mew tentu saja akan memanjakan Gulf dengan senang hati, apa pun yang Gulf minta akan Mew berikan, bahkan kini sudah hampir satu minggu Mew tidak pergi ke kantor karena Gulf melarangnya.

"Daddy mau kemana? Tumben sudah rapih?"

"Aku mau ke kafe sebentar, sudah dua minggu aku tidak kesana,"

"Ikut!"

"Kau di rumah saja,"

"Tidak mau, aku mau ikut,"

"Nanti jika kau ikut, akan hanya membuat masalah,"

"Hiksss... Kenapa daddy bicara seperti itu? Apa aku seburuk itu?"

"Bukan seperti itu maksudku, maafkan aku,"

"Jika daddy mau pergi, yasudah pergi saja sana, tidak perlu memikirkanku,"

"Sayang, aku minta maaf, sungguh,"

"Aku tidak mau,"

"Kau mau kemana?"

"Pulang!"

"Biar aku antar,"

"Tidak perlu, aku bisa sendiri,"

"Sayang, dengar dulu, kau tidak bisa mengendarai mobil dengan keadaan seperti ini,"

"Biarkan saja aku celaka, supaya daddy tidak pusing lagi melihat tingkahku,"

"Kau bicara apa? Jangan bicara sembarangan,"

Mew menarik tangan Gulf agar istrinya itu tidak berbuat nekat.

"Mami! Mami,"

"Ada apa! Ini masih pagi Gulf kau seperti anak kecil saja,"

"Aku akan membawa anak-anak ku pulang,"

"Tapi kenapa?"

Davikah merasa jika mereka ini sedang ada masalah lagi, terkadang davikah tidak mengerti dengan rumah tangga putranya itu, sedikit-dikit bertengkar besok baikan lagi membuatnya sakit kepala.

"Mili, Alex, cepat kita pulang,"

"Ada apa sih Pa, masih pagi sudah membuat keributan,"

"Ayo cepat, kita pulang tidak perlu banyak bicara,"

Gulf menarik anak-anak nya begitu saja, ia tidak perduli saat Mark memanggilnya, apa yang terjadi pada putaran itu, pikirnya.

"Ada apa Mew? Kenapa Gulf seperti ini?"

"Tidak ada apa-apa, aku pamit dulu Mark,"

Dengan cepat Mew menghampiri Gulf lalu ia mengambil alih pengemudi, ia tidak ingin mengambil resiko apa lagi Gulf membawa kedua anaknya.

"Apa yang daddy lakukan? Keluar dari dalam mobilku,"

"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dalam keadaan marah, sekarang cepat masuk,"

"Menyebalkan,"

"CEPAT!"

"I-iya!"

Jika suaminya sudah marah terkadang Gulf merasa takut, tapi tentu saja Mew tidak akan tega memarahinya karena istrinya itu tidak akan berhenti menangis, di sepanjang jalan hanya ada keheningan Gulf diam namun tidak berhenti menghapus air matanya, sedangkan Alex dan Mili mereka lebih memilih untuk tidur.

"Maafkan aku, jika sudah membentak mu," Ucap Mew dengan mengusap kepala Gulf.

"Daddy tidak salah, aku yang salah aku yang minta maaf,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang