Karena tidak tega melihat keadaan Gulf akhirnya Davikah membawa Gulf kerumah sakit, keadaan Gulf benar-benar sangat mengkhawatirkan tidak mau makan dan semakin lemas, dan benar saja dokter menyarankan jika Gulf harus di rawat karena kekurangan cairan, dan yang membuat Davikah terkejut Gulf di nyatakan hamil oleh dokter membuatnya sedikit merasa cemas dan hawatir.
"Istirahatlah, dan jangan memikirkan apapun,"
"Mami, Gulf sakit apa?"
"Kau hanya kekurangan cairan,"
"Kekurangan cairan?"
"Iya, dan mulai sekarang kau harus menjaga makanmu, kau tidak boleh terlalu lelah dan stres,"
"Tapi kenapa Mam?"
"Karena kau sedang mengandung,"
"I-itu tidak mungkin, iya tidak mungkin,"
"Tapi itu kenyataannya, kenapa kau bisa ceroboh, apa kau lupa pesan dokter dulu?"
"Maafkan Gulf, Mami tidak perlu hawatir, Gulf akan baik-baik saja,"
"Tapi ini sangat berisiko untukmu Gulf, Mami tidak ingin terjadi hal buruk padamu,"
"Gulf mohon, jangan katakan apapun pada daddy, dan biarkan anak ini lahir,"
"Tapi Mami tidak ingin kehilanganmu, jika sampai itu terjadi Mami tidak akan pernah memaafkan Mew seumur hidup,"
"Mami,"
Gulf harus bagaimana, semua sudah terjadi dan tidak dapat ia tolak, dan kini ia tinggal menjalaninya saja, Gulf tau resiko apa yang akan menimpanya pendarahan hebat dan membuatnya bisa kehilangan nyawanya, namun Gulf yakin jika ia akan baik-baik saja sampai ia melahirkan nanti.
"Sekarang kau harus makan, biar Mami suapi,"
"Gulf tidak mau makan, Mam,"
"Kau harus makan, kasian anakmu jika kau tidak makan,"
"Tapi Mam,"
"Jangan membuat Mami marah, jika tidak Mami akan melarang Mew menemuimu,"
"Tidak, jangan lakukan itu Mam, Gulf mau makan, tapi setelah makan boleh Gulf makan mangga muda?"
"Nanti Mami minta Papi membawakannya, yang terpenting sekarang kau makan saja dulu,"
Gulf tidak bisa membantah lagi apa yang dikatakan Mami nya, melihat Mami nya dengan wajah sedih tentu saja membuat Gulf merasa bersalah, Gulf tidak bisa membayangkan saat Mew datang nanti apa Mami nya akan tetap memarahinya.
"Papa!" Panggil Mila dan Mili yang baru datang bersama Mark.
"Ini pesanan Papa, kami sudah belikan,"
"Terimakasih sayang,"
"Sama-sama Pa, kalau boleh tau Papa sakit apa Mom?"
"Papa kalian hanya kelelahan, dan kalian akan memiliki adik,"
"Benarkah itu Mom,"
"Mulai sekarang kalian tidak boleh membuat Papa marah, jika tidak nanti Papa kalian akan menjadi stres dan di rawat seperti ini,"
"Kami berdua janji, jika kami tidak akan membuat Papa marah atau bersedih," Jawab Mila secara bersama.
"Pa, boleh kami menyapa baby?"
"Boleh sayang, ayo sapa baby,"
Dengan perlahan Mila dan Mili mengusap perut rata Papa nya, mereka tidak menyangka jika mereka akan memiliki adik dan itu membuat mereka berdua sangat bahagia.
