Hari sudah menjelang siang Gulf terbangun karena merasa perutnya terasa sakit, dengan perlahan ia membuka matanya meraba sisi kiri mencari suaminya ternyata suaminya itu tengah membaca koran, dengan perlahan Gulf merangkak naik ke atas tubuh Mew dan menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Mew.
"Daddy!"
"Ada apa?"
"Perutku sakit Dad,"
"Sakit kenapa?"
"Aku lapar,"
Mew sedikit menghelai nafas lalu ia memeluk tubuh istrinya dengan sayang, akhir-akhir ini melihat tingkah istrinya yang sedikit aneh membuatnya menjadi sedih, kadang ia berfikir ada apa dengan istrinya.
"Jangan bersikap seperti kemarin, aku tidak suka, jika kau tidak mau kita ada di sini katakan saja, dan kau boleh menentukan kau ingin berlibur di mana?"
"Daddy tau, aku tidak ingin bepergian cukup di rumah untuk kita menghabiskan waktu bersama, jika daddy ingin berbulan madu kita hanya tinggal pergi ke hotel atau kalau tidak kita menginap di apartemen, bagiku itu sudah lebih dari cukup,"
"Sayang, aku hanya ingin menyenangkanmu saja agar kau tidak stres dan menikmati hidupmu,"
"Aku tau maksud daddy, tapi aku lebih nyaman di rumah, maafkan aku,"
"Kau benar-benar istri idaman, tidak semua sepertimu yang hanya ingin menghabiskan waktu di rumah di bandingkan keliling dunia,"
"Untuk apa keliling dunia, jika hanya momen yang sama kita lakukan setiap hari, hanya akan membuat lelah dan membuang uang saja,"
"Kenapa kau berbeda dari yang lain?"
"Apanya yang beda? Dari dulu hingga sekarang aku seperti ini,"
"Aku sangat beruntung memilikimu, kau mau menerimaku meskipun kita terpaut umur yang sangat jauh,"
"Bukankah umur hanyalah soal angka, daddy mencintaiku aku mencintai daddy,"
Gulf menatap Mew dengan wajah sayu dan mata sembab, meskipun seperti itu Gulf terlihat sangat cantik di tambah dengan bibir kissable nya, Gulf mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir tebal milik suaminya bibir yang selalu membuatnya mendesah saat sedang mencium seluruh tubuhnya.
"Hari ini kita akan melakukannya, apa daddy mau?"
"Kenapa tidak! Ayo kita lakukan agar kita cepat memiliki baby lagi,"
"Baby tidak perlu di buat lagi, karena sudah ada di dalam perutku,"
Mew terdiam saat mendengar apa yang di katakan Gulf, pantas saja ia melihat tubuh istrinya lebih berisi dan perutnya sedikit membucit, jadi benar jika istrinya itu tengah mengandung.
"Sayang, apa kau serius?"
"Aku serius Dad, tapi,"
"Tapi apa?"
"Tidak jadi,"
"Jangan membuatku takut,"
"Daddy tenang, semua baik-baik saja,"
"Sayang, aku minta jangan menyembunyikan apa pun dariku,
"Aku tidak menyembunyikan apa pun dari daddy, percayalah,"
Mew tidaklah bodoh ia ingat kejadian saat istrinya mengandung Alex, saat melahirkan hampir saja Gulf kehilangan nyawanya dan Mew tidak ingin terjadi yang kedua kalinya.
"Nanti sore kita kembali ke Bangkok, dan kita periksakan ke dokter,"
"Untuk apa? Aku sudah pergi ke dokter dan semuanya baik-baik saja,"
"Aku tidak mau tau, dan aku harus memastikannya sendiri,"
"Daddy, bukankah kita datang ke sini untuk berbulan madu? Jadi untuk apa kita cepat kembali ke Bangkok,"
"Karena baby, lebih penting dari apa pun,"
"Dad!"
"Sekarang pergilah mandi, aku akan membuatkan makanan untukmu,"
"Daddy!"
"Cepat jangan malas,"
"Aku tidak mau mandi, jika kita tidak melakukannya terlebih dulu,"
"Sayang, jangan seperti ini,"
"Hiksss... Daddy sudah bosan kan denganku? Makanya daddy tidak ingin melakukan denganku lagi,"
"Kenapa kau selalu beramsusi sendiri, jika aku bosan denganmu, aku sudah menikah lagi,"
"Jadi benar daddy ingin menikah lagi? Jadi mimpiku selama ini itu adalah nyata?"
"Tidak sayang, maafkan aku,"
Mew membawa Gulf ke kamar mandi, ia akan memandikan istrinya dan akan memberi jatah pada istrinya agar istrinya tidak marah-marah lagi.
☀🌻
Setelah selasai mandi kini Gulf tengah bermanja-manja ia terus tersenyum karena sudah mendapatkan jatah dari suaminya.
"Habiskan makanannya,"
"Jika daddy yang menyuapi pasti akan aku habiskan, apa lagi baby pasti dia sangat senang,"
Jujur saja kehamilannya kali ini Gulf ingin selalu bermanja-manja dengan Mew, ia tidak ingin jauh dari Mew jika tidak ia akan selalu berprasangka buruk terus pada Mew seperti sebelumnya.
"Dad, jika baby nanti perempuan aku akan memberikan nama Cahaya,"
"Jadi kau ingin memiliki anak perempuan lagi?"
"Iya, karena mengurus anak perempuan jauh lebih mudah, biarkan Alex menjadi yang paling tertampan di antara mereka,"
"Apa pun jenis kelaminnya, yang terpenting kau dan baby selalu sehat,"
Mew terus mengusap perut istrinya ia berdo'a semoga istri dan anaknya selalu sehat dan tidak terjadi sesuatu apa pun sampai waktunya melahirkan nanti.
"Daddy, apa kita jadi pulang hari ini?"
"Jadi, kau istirahat saja biar aku yang membereskan pakaian kita,"
"Temani dulu Dad, biar aku cepat tidur,"
"Baiklah!"
"Daddy baunya wangi sekali, aku suka, mulai sekarang daddy tidak boleh sibuk di kantor lagi daddy harus temani aku dan baby, jika tidak aku akan sangat marah, daddy aku mencintaimu hanya daddy yang aku sayangi tidak ada yang lain lagi,"
Setelah itu hanya terdengar suara dengkuran halus, Gulf sudah tertidur pulas, Mew yang melihat Gulf sudah tidur pun mengembangkan senyuman, istrinya ini benar-benar tidak bisa di prediksi sama sekali.
"Kenapa kau selalu membuatku takut, bagaimana bisa orang yang sedang bicara tiba-tiba tertidur pulas seperti ini,"
Terkadang melihat tingkah istrinya yang random membuat Mew sakit kepala, dan saat ia memarahi istrinya rasanya tidak tega, tapi ia tidak pernah habis berpikir kenapa istrinya tidak pernah dewasa dan selalu bersikap seperti anak-anak, apa karena ia selalu memanjakannya tapi bukankah tidak masalah jika ia pun memanjakannya karena Mew sangat mencintainya.
Bersambung...
❤❤
