part 62

491 86 10
                                        

Karena anak-anaknya tidak berhenti merengek akhirnya Mew membawa mereka pergi ke Mall, tantu saja mereka menagih janji daddy nya yang akan memberikan mereka hadiah.

"Sebelum ke Mall, kita ke kafe dulu,"

"Untuk apa Dad," Tanya Mila yang sejak tadi sudah tidak sabar.

"Sayang, daddy harus melihat keadaan disana bagaimana, takut ada yang mereka butuhkan dan hari ini waktunya daddy memberi gaji pada mereka,"

"Jangan lama-lama,"

"Iya, sudah ayo berangkat,"

Akhirnya setelah ada sedikit drama mereka pun berangkat, dan tidak lupa berpamitan pada kakek nenek nya.

"Sudah daddy katakan, jangan memakai pakaian seperti itu, kenapa masih di pakai juga?"

"Daddy, ini tuh style Dad, style anak muda seperti kami," Jawab Mila.

"Kalau itu style untuk anak muda, kenapa Papa kalian juga memakai style yang seperti itu?"

"Karena Papa juga masih muda,"

"Jadi, maksud Mila daddy sudah tua?"

"Memang seperti itu, dan ketika kita pergi seperti ini daddy seperti sedang mengasuh anak-anaknya,"

"Mila!"

"Kenyataannya, memang seperti itu, Pa,"

"Sayang, lihat putrimu,"

"Tapi memang benar, apa yang di katakan Mila,"

"Tuhkan benar, apa yang Mila katakan,"

"Mila!"

"Maaf Pa,"

"Daddy tidak perlu mendengar apa yang Mila katakan, karena daddy tetap tampan dimataku," Ucap Gulf, dengan mengusap wajah Mew.

Mila dan Gulf adalah dua orang yang berbeda namun sifat dan ucapannya sama, inilah yang di namakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, jika Mila sama persis seperti Gulf lain lagi dengan Mili dan Alex, mereka berdua tidak bersikap bar-bar mungkin sikap mereka seperti Mew dan juga Mark yang lemah lembut.

"Kalian mau ikut masuk, atau disini saja?"

"Ikut Dad,"

Mereka pun turun dari mobil dan pada saat itu juga ada Win dan juga Exel didalam kafe, bukankah ini sangat kebetulan atau mereka memang sudah janjian.

"Win, Exel," Panggil Gulf.

"Gulf, kebetulan sekali kita bertemu disini,"

"Iya, kami akan pergi ke Mall, apa kalian mau ikut?"

"Ya sudah, kalau begitu kami saja yang pergi," Jawab Mili.

"Benar itu, kita saja yang pergi, boleh ya Pa, sekalian kita ingin pergi ke bioskop,"

"Alex ikut Phi,"

"Tidak, kau pergi dengan Papa dan daddy saja,"

"Papa, Alex mau ikut Phi,"

"Alex pergi saja dengan Papa dan daddy ya, biarkan Phi pergi bersama Phi Win dan uncle,"

"Tapi kenapa? Apa anak kecil tidak boleh ikut?"

"Sudah tau, masih bertanya," Jawab Mila.

"Phi pelit,"

"Pa, Alex nya,"

"Sudah, nanti Alex pergi bersama Papa saja,"

"Alex ingin pergi ke kebun binatang,"

"Oke, nanti kita pergi ke kebun binatang, iya kan Dad,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang