Seminggu setelah kejadian itu sikap Gulf sudah mulai berubah, ia tidak bermanja-manja atau bersikap kekanak-kanakan lagi, namun justru sikap Gulf yang seperti ini membuat Mew merasa aneh, karena sikap istrinya menjadi dingin meskipun sudah tidak marah dan hanya bicara seadanya membuat Mew merasa tidak suka.
"Papa, hari ini Mili pulang telat,"
"Memangnya, kau mau pergi kemana?"
"Mili mau pergi sama Phi Win sebentar, bolehkan Pa,"
"Tanyakan pada daddy mu dulu,"
"Mili sudah bicara dengan daddy, dan daddy mengizinkan,"
"Baiklah! Jangan pulang malam-malam,"
"Tidak! Jam tujuh Mili janji, sudah ada di rumah,"
"Papa percaya denganmu,"
"Alex juga ingin pergi jalan-jalan, Pa,"
"Nanti hari libur kita pergi jalan-jalan,"
"Benar Pa?"
"Iya sayang, sudah cepat habiskan sarapannya, setelah itu berangkat sekolah,"
"Papa, baby sedang apa?" Tanya Alex dengan mengusap perut rata Gulf.
"Sedang apa ya? Mungkin sedang tidur,"
"Nanti jika baby sudah lahir, Alex akan menjaganya,"
"Tentu saja, seperti Phi Alex menjaga Cia,"
"Alex jadi merindukan Cia, kapan dia kembali Pa?"
"Biarkan dulu dia main ke rumah Nenek nya, kan tidak setiap hari Cia bertemu dengan Nenek nya yang di Singapore,"
"Nanti sepulang sekolah, Alex mau bicara dengan Cia,"
"Nanti kita hubungi Phi Mila,"
Tidak lama Mew datang dengan keadaan sudah rapih siap untuk berangkat ke kantor, dan mengantarkan anak-anak sekolah.
"Daddy sudah mau berangkat?" Tanya Gulf dengan merapihkan dasi Mew, dan mencium bibir tebal itu.
"Iya sayang,"
"Nanti pulang jam berapa? Biar aku siapkan makanan,"
"Seperti biasa, dan kau tidak boleh terlalu lelah,"
"Iya, aku mengerti,"
"Mili, Alex, kalian sudah selesai sarapannya?"
"Sudah Dad,"
"Daddy tidak sarapan dulu?"
"Nanti saja di kantor,"
"Begitu ya, sudah tidak apa-apa,"
Mili pun mencubit Mew memberi isyarat, agar meminum susu yang sudah di buat oleh Papa nya.
"Aku minum susu saja,"
"Daddy juga harus makan rotinya juga, Papa sudah membuatnya susah payah," Jawab Mili.
"Sudah tidak perlu, jika daddy tidak mau sarapan tidak apa-apa,"
"Biar Mili bawa, nanti di jalan pasti daddy makan,"
"Sayang, aku berangkat dulu ya, jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku,"
"Iya, daddy hati-hati di jalan,"
"Papa, Mili berangkat dulu ya,"
"Alex juga Pa,"
"Belajar yang pintar ya, sayang,"
"Iya Pa!"
Setelah itu mereka pun berangkat dan kini keadaan rumah menjadi sepi, Gulf merapihkan meja makan setelah itu ia berjemur sebentar sebelum mandi, selesai mandi biasanya Gulf hanya akan bermalas-malasan di kamar dan tidur hingga siang saat Mew kembali lagi dari kantor.
