part 67

453 70 8
                                        

Mila tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk Zee dengan keadaan sudah segar dan handuk yang masih ada di atas kepalanya yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut, gadis cantik itu tidak berhenti tersenyum saat mengingat kejadian semalam, Mila tidak menyangka jika ia bisa se agresif itu meminta lagi dan lagi membuat Zee hampir kewalahan, Mila memang tidak pulang ke rumah ia meminta izin pada daddy nya ingin menginap di apartemen bersama uncle nya, dan tentu saja daddy nya mengizinkannya.

"Sayang, kau sedang apa?" Sapa Zee yang baru selesai mandi.

"Aku membuat sarapan untuk uncle,"

"Kenapa kau repot-repot, kita bisa pesan bukan?"

"Aku tidak merasa di repotkan, aku malah senang seperti ini,"

Tidak pernah bosan Zee menatap belahan jiwanya, Mila benar-benar gadis yang di idamkan banyak laki-laki beruntung sekali bukan ia bisa mendapatkan gadis seperti Mila, Zee memperhatikan Mila yang masih sibuk berjalan kesana-kesini menyiapkan sarapan untuknya, berjalan seperti bebek dan sedikit tertatih, saat Zee merapihkan tempat tidurnya ia mendapati sedikit bercak merah di seprai, Zee berpikir jika Mila benar-benar belum di sentuh orang lain, tinggal di kota sebesar ini tidak jarang banyak orang melakukan hal intim, tidak memandang usia muda ataupun tua, namun Zee benar-benar merasa bangga karena Mila bisa mempertahankan semuanya.

"Ada apa? Kenapa melamun?" Suara Mila membuyarkan lamunan Zee.

"Sayang!"

Zee menarik Mila agar duduk di pangkuannya, lalu ia memeluk tubuh ramping itu dengan sayang dan memberi kecupan di pipi, saat ini Mila hanya menggunakan kemeja kebesaran dan celana dalam saja beruntung ketika ia bepergian selalu membawa benda berharga itu di dalam tas kecilnya.

"Uncle!"

"Hmmm!"

"Maaf, aku meminjam kemeja uncle, karena pakaian milikku kotor,"

"Tidak apa-apa sayang, pakai saja,"

"Aku sudah menghubungi Mili, agar membawakan beberapa pakaian ku kesini,"

"Apa kau tidak ingin pulang?"

"Aku tidak mau, aku mau disini saja bersama uncle," Jawab Mila dengan mencium bibir Zee yang terluka karena ulah nya.

"Tidak, kau harus pulang sayang,"

"Uncle!"

"Kau harus pulang, nanti aku akan mengantarkanmu, sekalian aku ingin menemui daddy dan Papa mu,"

"Apa uncle akan meminta izin pada Papa, jika kita akan menikah?"

"Tentu saja, aku akan melamar dan menikahimu secepatnya,"

Bukankah Zee harus cepat menikahi Mila, karena semua sudah mereka lakukan dan Zee tidak ingin Mila hamil di luar nikah, Mila adalah seorang perempuan tidak baik bukan jika harus hamil di luar nikah.

"Apa uncle, sudah yakin, akan menikahi gadis seperti ku?"

"Tentu saja, aku sudah sangat yakin, aku ingin kau menemani hari-hariku yang terasa sepi, agar aku tidak kesepian di saat aku pulang dari kantor ada kau yang menyambutku dengan senyuman,"

"Baiklah, nanti malam kita pulang ke rumah daddy, tapi jika uncle pulang kesini aku ikut lagi,"

"Iya sayang,"

Mereka terus berpelukan bahkan kini tangan kekar itu terus bergeliyangan, dua manusia berbeda gender dan usia itu seperti sedang di mabuk cinta, bahkan kini mereka hampir lupa dengan sarapannya, jika bel tidak berbunyi aktivitas itu tidak akan terhenti, Mila sedikit mendesah kecewa saat tiba-tiba adegan itu berhenti begitu saja.

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang