sepesial chapter

270 64 9
                                        

Lima tahun kemudian...



Lima tahun sudah berlalu kehidupan Mew dan anaknya tidak baik-baik saja, setelah melahirkan Gulf mengalami koma yang berkepanjangan membuat semua orang merasa sedih, Mew yang melihat kondisi istrinya awalnya tidak terima dan tidak pernah mendekati Gulf jangankan mendekati melihatnya saja Mew tidak mau, Mew terus menyibukkan diri dengan putri kecilnya hingga ia lupa mengurus dirinya sendiri dan berakhirlah ia harus di rawat selama satu minggu karena kekurangan cairan dan mengalami sakit lambung.

"Sayang, bangun buka matamu, ini sudah tahun ke lima kenapa kau betah sekali memejamkan mata, putri kecilmu hari ini berulang tahun kau tahu, dia tidak ingin hadiah apa pun dia hanya ingin memelukmu, bukankah itu hanya permintaan sederhana, apa kau tidak bisa mengabulkannya?"

Mew tidak pernah meninggalkan Gulf walau sedetik saja, ia selalu berada di sisi istrinya dan tak pernah bosan Mew mengajak istrinya berbicara sesekali Mew membersihkan tubuh kurus itu.

"Kau tau, putri kecilmu itu sangat lucu, dia akan terus bicara memarahi semua orang karena sudah membuatmu seperti ini, jika belum lelah dia tidak akan berhenti bicara, hanya Cia yang mampu membuatnya luluh, apa kau tidak ingin melihat bagaimana wajahnya? Jika kau melihatnya kau pasti akan terkejut karena dia sangat mirip denganmu, cepatlah bangun sayang, semua orang merindukanmu,"

Jika Gulf membuka mata pasti ia akan terkejut melihat Mew, tubuh kurus wajah tirus dan terlihat tua apakah nantinya Gulf masih mau dengan laki-laki seperti Mew saat melihat bagaimana keadaan Mew nantinya.

"Rasanya aku tidak sanggup jika harus mengurus anak-anak sendiri, mereka selalu bertanya kapan Papa nya siuman kapan Papa nya membuka mata dan pulang ke rumah? Pertanyaan mereka selalu membuatku takut bahkan aku tidak pernah menjawab pertanyaan yang tidak bisa aku jawab, maafkan aku sayang,"

Terkadang Mew tidak tahu harus berbuat apa ketika anak-anaknya bertanya tentang Papa nya, hanya kata sabar dan sabar yang Mew ucapkan pada mereka.

"Tolong, untuk kali ini saja kau membuka mata, untuk kado ulang tahun putri kecil kita, aku mohon sayang, buka matamu,"

Mew tak kuasa menahan air matanya ketika bicara dengan Gulf, melihat istrinya berbaring di atas brankar selama bertahun-tahun tentu saja membuat Mew merasa sangat sedih, jika di bolehkan mungkin Mew lebih baik yang mengantikan posisi istrinya, lelah menangis Mew pun tertidur dengan posisi kepala ia letakan dia atas tangan Gulf.

Setengah jam kemudian Gulf mulai mengerakan jari-jarinya, dan membuka matanya Gulf merasa berat ketika ia ingin mengerakan tangannya sebelah kiri karana terhimpit kepala Mew, dengan perlahan Gulf membuka oksigennya dengan suara lirih Gulf memanggil Mew.

"Daddy, Dad!"

Sayup-sayup Mew mendengar ada suara memanggilnya dan langsung membuka matanya, Mew merasa senang karena yang memanggilnya adalah istrinya.

"Sayang, kau sudah siuman? Terima kasih karena sudah kembali, tunggu sebentar aku akan memanggil dokter,"

"Daddy jangan pergi, tetaplah di sini bersamaku,"

"Tapi aku aku harus memberitahu dokter sayang,"

"Jangan tinggalkan aku Dad, aku takut,"

"Kau tidak perlu takut, ada aku di sini,"

"Daddy, apa aku terlalu lama tidurnya?"

"Lima tahun, kau tidur selama lima tahun sayang,"

"Anakku mana Dad, dia baik-baik saja kan?"

"Putrimu baik-baik saja, dan dia tumbuh dengan sangat baik,"

"Hiksss... Jadi anakku perempuan?"

"Iya sayang, dia sangat pintar dan cantik, sama persis sepertimu,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang