part 60

604 97 18
                                        

Cuaca akhir-akhir ini memang sedang tidak bagus, hujan lebat dan banjir di mana-mana oleh sebab itu Mew mengurungkan niatnya membawa keluarganya pergi berlibur, karena di Jepang pun sedang di landa badai.

"Daddy, hentikan,"

"Sayang, sekarang sedang musim hujan, jadi enaknya seperti ini," Jawab Mew dengan menciumi tubuh Gulf.

"Aku lelah jika harus seperti ini, menyingkirlah, dari atas tubuhku,"

"Tidak mau,"

"Daddy, kau berat,"

"Biasanya juga kau tidak pernah protes, walaupun aku di atas mu satu jam,"

"Itu lain lagi, karena kita sama-sama bergerak,"

"Baiklah, kalau begitu, kita akan bergerak ber sama-sama lagi,"

"Jika kau melakukannya, aku tidak akan memberimu jatah lagi,"

Mendapat ancaman tentu saja membuat Mew sedikit takut, bagaimana jadinya ia tidak mendapatkan jatah satu hari tidak menyentuh Gulf saja rasanya ada yang kurang.

"Hari ini, putrimu berulang tahun, apa kau tidak ada niatan untuk memberikan mereka hadiah?"

"Aku sudah menyiapkannya,"

"Apa itu?"

"Rahasia,"

"Ya sudah, rahasiakan saja dariku, dan aku tidak akan memberimu jatah hingga dua bulan kedepan,"

"Sayang, dua bulan itu lama, nanti kau akan kesepian jika aku tidak menyentuhmu,"

"Aku mau mandi, mau memasak untuk makan siang,"

"Tunggu dulu,"

"Apa lagi?"

"Bagaimana dengan jatahku?"

"Dasar otak mesum," Jawab Gulf, dan setelah itu ia pergi ke kamar mandi dengan keadaan tubuh telanjang.

Setelah selesai mandi Gulf pergi ke dapur, ia akan memasak kesukaan putrinya karena hari ini adalah hari spesial untuk putrinya, tak terasa waktu begitu cepat dan kini putrinya sudah berumur delapan belas tahun.

"Papa, sedang apa?" Tanya Alex, saat melihat Papa nya sedang sibuk sendiri.

"Papa, sedang memasak untuk makan kita bersama,"

"Pasti karena hari ini, Phi sedang berulang tahun?"

"Alex bantuin Papa ya, supaya cepat selesai masaknya,"

"Oke Pa,!"

Tidak lama terdengar suara bel rumah, lekas-lekas Alex membuka pintunya melihat siapa yang datang, dan ternyata Win yang datang membawa dua kue ulang tahun.

"Papa, yang datang Phi Win, Pa,"

"Suruh dia langsung ke dapur,"

"Untuk apa?"

"Bantuin Papa masak,"

"Aku baru datang, kau malah menyuruhku membantumu masak," Jawab Win.

"Kau ingin menjadi menantuku bukan? Jadi kau harus menurut padaku,"

"Ishh... Dasar,"

"Cepatlah, jangan membantah calon mertuamu, nanti aku jodohkan Mili dengan orang lain,"

Win hanya mendesah pasrah saat melihat tingkah sahabatnya ini, dan Win tidak mengerti apa yang sedang Gulf bicarakan padanya.

"Kau sedang membuat apa ini?"

"Aku ingin membuat sup ikan dulu, untuk Papa dan Mama, dan kau kerjakan saja yang lainnya,"

"Orang-orang pada kemana? Tumben sepi sekali,"

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang