Hari-hari berlalu dan kini mereka sudah sibuk semua, Mila dan Mili sudah sibuk dengan kuliah nya sedangkan Alex sibuk dengan sekolah nya, namun tidak untuk kedua orang tuanya yang tengah sibuk memadu kasih, Mew merengek karena saat di Jepang mereka tidak bisa berbulan madu karena Alex tidak ingin tidur terpisah dari mereka dengan alasan takut tidur sendiri, sebenarnya bukan itu alasannya Mila lah orang nya yang menyuruh adiknya untuk tidur bersama Papa nya, alasannya hanya satu ia tidak ingin memiliki adik lagi jika Papa dan daddy nya sering menghabiskan waktu berdua.
"Enghh... Dad, aku sudah lelah,"
"Sebentar lagi sayang, nanggung,"
"Tapi, aku benar-benar sudah lelah,"
Mew tidak perduli ia tetap menggoyangkan pinggulnya, bahkan kini Gulf terhentak-hentak saat Mew menambahkan temponya, Gulf benar-benar tidak memiliki tenaga lagi bahkan hanya sekedar untuk memberontak, dan yang bisa ia lakukan hanya pasrah, tidak lama terdengar suara erangan dari sang dominan membuat Gulf lega.
"Terimakasih, sayang ku,"
"Menyingkir lah Dad, kau berat,"
"Aku mau lagi," Bisik Mew, dan seketika Gulf mendorong Mew dengan keras hingga terlepas lah penyatuan itu.
"Sayang, kenapa kau mendorong ku?"
"Dasar tidak tau diri, jika kau mau lagi kau yang aku tusuk,"
"Tidak bisa begitu, lagi pula kan anak-anak sudah berangkat sekolah, jadi kita bebas melakukannya,"
"Bagaimana, jika aku hamil lagi?"
"Itu tidak mungkin sayang, dan bagiku sudah cukup memiliki mereka bertiga, sekarang saatnya kita berpacaran,"
"Daddy lupa? Jika aku masih bisa mengandung?"
"Aku tidak lupa, dan aku tidak akan merasa khawatir, karena kau selalu meminum obat pencegah ke hamilan,"
"Aku belum minum lagi, sejak kita di Thailand, dan daddy malah meniduri ku sejak semalam,"
"Apa? Serius sayang,"
"Hmmm... Bagaimana jika dia hadir, apa daddy sudah siap kehilangan ku?"
"Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak, aku tidak suka mendengarnya,"
"Inikan hanya seandainya saja,"
"Jika kau meninggalkanku, aku akan ikut bersamamu,"
"Lalu! Daddy akan meninggalkan anak-anak?"
"Aku tidak ingin, membahas masalah ini lagi,"
"Maafkan aku, Dad,"
Gulf menghampiri Mew lalu memeluknya, tidak pernah bosan ia selalu meminta maaf jika sudah membuat suaminya marah.
"Sekali lagi maafkan aku, percayalah jika aku akan selalu bersamamu seperti janji kita dulu, dan kita akan menua bersama-sama,"
"Tapi, kau harus berjanji, jika kau tidak akan bicara lagi seperti itu,"
"Iya, aku janji, tapi maafkan aku dulu,"
"Aku memaafkan mu,"
"Jika sudah memaafkan ku, mana senyumannya,"
Seperti biasa Mew akan tersenyum saat sudah memaafkan Gulf, dan itu membuat Gulf senang melihatnya.
"Mau mandi bersama tidak?"
Bagaikan singa yang di beri makan, tanpa jawaban Mew langsung membawa Gulf pergi ke kamar mandi, sekali lagi tidak apa-apa kan jika mereka melakukannya, dan setelah itu hanya terdengar suara erangan dan desahan dari dalam kamar mandi itu.
