Hari ini Mew libur ia akan mengajak istrinya untuk jalan-jalan pagi di taman komplek, Gulf terbangun saat mendengar ada ke gaduhan lalu ia membuka matanya dan ternyata suaminya itu sedang mencari sesuatu di dalam lemari.
"Daddy sedang apa?"
"Sayang, aku mencari baju olah raga,"
"Untuk apa?"
"Aku ingin mengajakmu jalan pagi,"
"Biar aku yang mencarinya,"
"Tidak perlu, kau duduk saja,"
"Aku tidak akan membiarkanmu, mengacak-acak lemari ku,"
"Ya, baiklah!"
"Cepat menyingkir,"
Lebih baik Mew menyingkir dari pada istrinya marah, mulai sekarang Mew tidak akan membuat istrinya sering marah-marah dan Mew akan menjaga istrinya sebaik mungkin.
"Ini milik daddy,"
"Terima kasih sayang,"
"Aku mau ke kamar mandi sebentar,"
"Biar aku antar,"
"Tidak perlu, aku hanya akan menggosok gigi saja,"
"Aku akan tetap mengantarmu,"
"Terserah daddy,"
Gulf tidak mengerti dengan sikap suaminya, dan tidak biasanya bersikap seperti ini.
"Sudah selesai belum?"
"Sudah!"
"Ayo cepat kita jalan pagi, nanti keburu panas,"
"Daddy, jangan lupa bawa uang yang banyak,"
"Untuk apa?"
"Untukku jajan nanti,"
"Iya sayang!"
"Ayo Dad, kita berangkat,"
Matahari pagi ini terasa hangat Mew membawa Gulf berkeliling taman komplek, baru beberapa putaran Gulf sudah mengeluh lelah dan pada akhirnya Mew menyuruh Gulf untuk beristirahat.
"Daddy, haus,"
"Tunggu di sini, aku akan membeli air dulu,"
"Cepat Dad, dan jangan lupa belikan aku bubur juga,"
"Apa lagi?"
"Semua yang ada di sini, aku mau Dad,"
"Bubur saja dulu ya, nanti boleh beli yang lain lagi,"
"Baiklah!"
Gulf duduk di bawah pohon sambil memijat kakinya yang sedikit terasa pegal, entah kenapa kehamilannya kali ini membuat Gulf cepat lelah, tidak seperti saat mengandung pertama dan kedua, karena kehamilannya kali ini resikonya terlalu besar untuk Gulf.
"Sayang, ini minumnya,"
"Terima kasih Dad,"
"Habiskan buburnya,"
"Daddy tidak makan?"
"Nanti saja,"
"Aku suapi mau?"
"Nanti kau tidak kenyang, sini biar aku suapi,"
Gulf merasa senang karena di suapi oleh suaminya, dengan lahap Gulf memakan bubur itu sedangkan Mew hanya memandangi Gulf, entah mengapa Mew merasa seperti ada yang Gulf sembunyikan darinya.
"Daddy, aku mau itu,"
"Di makan tidak?"
"Kalau aku mau, pasti aku makan,"
