Benar saja Gulf mendiami Mew bahkan saat tidur Gulf memberi jarak dan tidak ingin di sentuh oleh Mew, membuat Mew sedikit menyesal karena sudah membuat Gulf marah.
"Sayang!"
"Diamlah Dad, aku sedang tidak ingin bicara denganmu,"
"Tapi kenapa?"
"Pikir saja sendiri,"
"Maafkan aku, tapi aku memang tidak suka melihatmu bicara dengan laki-laki lain,"
"Apanya yang salah? Aku pernah tidak melarangmu bicara dengan teman wanita mu?"
"Itu beda lagi sayang,"
"Tentu saja berbeda, kau bisa melakukan apapun sesuka hatimu, sedangkan aku tidak,"
"Bukan seperti itu maksudku,"
"Aku tidak ingin membahas masalah ini lagi, dan membuat kita bertengkar hanya karena masalah sepele, aku minta maaf,"
"Sayang!"
Ya, lebih baik Gulf mengalah agar masalah ini tidak membuatnya bertengkar dengan suaminya, Gulf hanya tidak suka sifat pesosif Mew yang selalu melarangnya bicara dengan teman laki-laki nya, terkadang Gulf berpikir apa yang salah darinya jika ia memiliki teman laki-laki bahkan ia tidak pernah merasa malu mengakui jika ia sudah bersuami saat akan ada yang mendekatinya.
Mew sedikit menghela nafasnya ia pun menyadari kesalahannya, harusnya ia tidak bersikap seperti ini dan membuat istrinya merasa kesal, tapi apa salah jika ia bersikap posesif pada istrinya disaat istrinya itu bicara dengan laki-laki lain, bukankah Mew seharusnya beruntung memiliki istri seperti Gulf yang tidak pernah malu mengakui jika ia adalah suaminya.
"Kau mau kemana sayang?"
"Menemui Mami,"
"Untuk apa?"
"Lebih baik daddy memesan tiket untuk ke Jepang saja, anak-anak sudah tidak sabar ingin pergi kesana,"
"Iya, nanti aku akan pesankan,"
Mew hampir lupa jika tujuan mereka ke Thailand untuk melanjutkan berlibur ke Jepang, dan Mew langsung memesan tiket untuk lima orang saja karena tidak ada yang ingin ikut lagi.
"Mami!"
"Ada apa?"
"Boleh, Gulf menanyakan sesuatu?"
"Tentang apa?"
"Wanita itu, apa dia sudah keluar dari penjara?"
"Tidak, dia tidak akan pernah keluar dari penjara, karena sekarang dia sudah gila,"
"Yang benar saja Mam,"
"Kapan Mami pernah berbohong? Jika tidak percaya ayo akan Mami antar kau menemuinya,"
"Tidak mau, Gulf takut yang ada nanti dia emosi melihat Gulf,"
"Itu sudah pasti, karena dia membencimu,"
"Kenapa dia membenci Gulf? Bahkan aku tidak tau kesalahanku apa, jika dia tidak menjadi menikah dengan daddy semua itu bukan kesalahanku, tapi kesalahan dia sendiri yang menolak daddy pada saat itu,"
"Sudah, kau tidak perlu memikirkan wanita itu lagi, lebih baik sekarang kau masak untuk makan siang, dan jangan lupa membuat sup untuk mertuamu juga,"
"Iya Mami,"
"Mami mau pergi sebentar,"
"Kemana Mam?"
"Mau belanja bersama tante Tiara untuk nanti malam, karena teman lama Mami ingin berkunjung,"
