Keesokan paginya, pangeran yang sedang memakai pakaiannya, melihat Nauval tampak sangat gelisah, berjalan mondar-mandir di kamar sambil menggigit jarinya.
"Apa yang kamu khawatirkan?" Tanya pangeran.
Nauval menoleh lalu mendekati pangeran.
"Aku takut Fuu terluka. Larang dia agar tidak ikut pangeran," kata Nauval memelas.
"Maaf Nauval, kali ini aku tidak bisa membantu. Bagaimanapun juga Fuu itu mantan prajurit pasukan kerajaan divisi pertama. Daya tempurnya juga tinggi, tidak perlu khawatir," kata pangeran.
"Tapi serigala yang namanya Dolphus itu terlihat mengerikan,"
Pangeran berkedip pelan lalu berjongkok di depan Nauval.
"Kamu mengatakan dia mengerikan, kamu takut pada Dolphus atau yang lain?" Tanya pangeran.
"Ya.. menurutku Dolphus tidak seram, aku takut Fuu terluka," kata Nauval.
"Kalau begitu tidak perlu khawatir. Meski masih remaja, kekuatan tempur Fuu sudah hampir setara dengan kapten," kata pangeran merapihkan pakaian Nauval lalu tersenyum.
"Mau ikut menyambut Leo? Dia datang hari ini," kata pangeran.
"Raja Leo datang lagi? Bukankah dia seharusnya datang minggu depan?" Tanya Nauval.
"Dia langsung berangkat dari Beaster karna mendengar Dolphus ikut dalam seleksi. Bagaimanapun juga Dolphus kan dari kerajaan Beaster," kata pangeran menggendong Nauval lalu membawanya keluar.
"Ko dia ada disini?" Tanya Nauval bersandar di pundak pangeran sambil menyentuh pipi pangeran dengan jarinya.
"Kalau itu aku tanya dulu padamu. Menurut kamu Dolphus itu bagaimana? Apa dia baik atau jahat?" Tanya pangeran.
"Aku.. tidak tau, aku saja baru lihat dia kemarin," kata Nauval.
Saat tiba di ruang makan, Nauval dan pangeran melihat Fuu sudah ada disana bersama dengan yang lainnya.
Pangeran menurunkan Nauval, lalu dia pergi berlari ke arah Fuu dan memintanya untuk tidak ikut dalam seleksi karna dia masih pelayan nya. Tapi Fuu tetap menolaknya.
Usai sarapan, Nauval pergi keluar sendirian tanpa Fuu dan Ta karna Fuu harus bersiap untuk seleksi yang akan di adakan 2 jam lagi.
Saat sedang berjalan di lorong, langsung Nauval terhenti karna dia berpapasan dengan Dolphus.
Keduanya terdiam saling menatap tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Kenapa anda tidak memberitahu apa yang anda pikirkan tentang saya?" Tanya Dolphus menyeringai.
"Tidak ada," kata Nauval.
"Hihi ayolah tuan Nauval. Aku hanya ingin tau isi hati dari tuan yang akan aku layani nanti. Atau mungkin aku hanya akan menjadi pengasuh anak cengeng yang bisa menangis kapan saja,"
Nauval melirik melihat beberapa penjaga yang menatap sinis ke arahnya.
Kedua alis Dolphus menekuk karna Nauval gemetar dan berkeringat.
"Hei tuan muda, anda baik-baik saja?" Tanya Dolphus langsung berlutut dan mencoba menangkap Nauval yang hendak jatuh ke depan.
Dolphus reflek menangkap Nauval karna dia langsung jatuh ke pelukannya.
"DOLPHUS!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA TUAN NAUVAL!!"
Serigala hitam itu menoleh lalu dia terkejut karna wajahnya terhantam oleh bola besi yang di lempar oleh salah satu penjaga hingga dia terjatuh tergeletak di sebelah Nauval.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pangeran dan Pelayan
Teen FictionPerhatian!! Cerita ini mengandung hubungan sesama jenis, bagi yang tidak nyaman mohon untuk tidak melanjutkannya. Seorang pelayan muda yang hidupnya berubah setelah bertemu dengan pangeran kerajaan.