37

42 1 0
                                        

"Hari ini aku antar keapartement saja ya. Sudah lama juga aku tidak berkunjung kesana kan" keluh kesahnya pun akhirnya terucap dari bibir mungilnya.

"Yura, aku tahu kau merasa kak Sultan berlebihan akan kejadian ini. Sama aku juga merasa begitu. Aku juga merasa ada yang janggal, kok semua ini terjadi seperti tiba-tiba gak sih. Tapi semakin kamu menjauh kak Sultan dan Kania akan semakin bebas untuk bersama. Dan peluang mereka kembali akan menjadi besar. Kamu mau itu terjadi?" Jawab Millie.

Yura menarik napasnya panjang dan pergi keluar toko untuk mengantarkan pesanan bunga milik pelanggan.

Kebetulan pesanan yang Yura antar tidak jauh dari apartemen miliknya. Dia pun bertekad untuk beristirahat sejenak diapartemennya.
Dia sedikit tercengang melihat mobil milik ayahnya parkir dilobby apartemen miliknya.

"Ayah" teriaknya dari belakang.
Ayahnya pun menoleh dan menghampiri Yura dengan rasa yang sangat rindu dia memeluk putrinya dengan erat.
"Kenapa aya datang ke apartemen Yura?" Tanya Yura kemudian.
"Kebetulan ayah dan klient ayah tadi rapat disekitaran sini. Jadi ayah pikir mampir sebentar keapartemen kamu untuk istirahat dan ayah bawa sesuatu untuk kamu. Sebenarnya tadi ayah ingin titip sama bik ija tapi malah ketemu kamu disini. Lalu kenapa kamu datang sendirian. Sultan mana?"
"Sama, aku juga mengantar pesanan pelanggan daerah sini ya. Biasanya aku pasti mampir keapartemen. Yaudah ayah kita masuk dulu ya."
"Baiklah nak."

Yura dan ayahnya banyak bercerita tentang hari-hari yang telah mereka lewati. Dengan canda dan tawa mereka pun menghabiskan waktu tanpa mereka sadari mereka lupa akan ego mereka berdua selama ini.
"Yura, ini sudah malam. Bagaimana kalau kita pulang nak. Oh ia tante Andin sebenarnya ingin mengajak kalian untuk datang makan malam diacara ulangtahunnya. Kamu mau menghadirinya kan nak bersama Sultan?"
"Ayah tahukan aku tidak suka merayakan ulangtahun. Apalagi ulangtahun tante Andin. Jadi seharusnya ayah tahu jawabannya apakan." Jawab Yura dengan membuang wajahnya dari tatapan ayahnya.
"Baiklah nak, ayah tidak ingin berdebat ataupun merusak mood kamu hari ini. Ya sudah kalau gitu ayah pamit ya nak. Semoga hari-harimu senantiasa baik ya."
"Ia ayah, ayah juga ya. Bye."

"Bik, kalau ada yang menelepon tolong jangan diangkat ya. Aku ingin menginap disini malam ini. Bibik tahukan aku kesini mau dibantuin merawat lukaku. Aku gak tahu harus minta bantu siapa lagi. Terus merepotkan Millie dan Ratih rasanya tidak enak bik. Mereka juga sudah lelah seharian ditoko." Rayunya dengan wajah manis, manja dan sedihnya.
"Bibi gak pernah menolak untuk merawat kamu non. Tapi bibi takut den Sultan bakal kecarian."
"Sudahlah bik, gak usah hiraukan dia. Dia juga gak akan mencariku. Dia sedang merawat kekasih barunya."
"Apa???" Bik Ija terkejut.
"Hehehe, bercanda bik." Tawanya singkat dan pergi untuk mandi.

Tidak berapa lama handphone milik Yura berdering.
"Iya, halo den! Non Yura ada disini den dan sedang mandi... oh mau dijemput juga boleh den. Oke den. Sama-sama" Jawab Ija. Untuk pertama kalinya Ija menjadi penghianat. Maaf non ini demi kebaikan kalian, ucapnya dalam hati dan tersenyum

Yura keluar dari kamarnya dan membawa kotak p3k.
"Bik, kenapa air dikamar mandiku aromanya berbeda." Ucapnya sambil menunduk merapikan kancing bajunya dan berjalan kearah ruang televisi.

Yura kaget ketika dia melihat Sultan yang sudah duduk dihadapannya. Wajah Yura menjadi merah padam. Dia tidak menyangka Sultan akan datang menjemputnya.

"Kenapa datang kesini sendirian. Kenapa tidak memberitahuku atau membalas whatsappku?"
"Ini, e..ee. maksudnya ini aku juga siap-siap mau pulang kak. Kenapa harus datang menjemputku? Ini juga masih jam 20.00. Kebetulan pesanan terakhir dekat dengan apartemenku. Jadi aku merasa gerah dan lebih baik mandi lalu istirahat sebentar dan kembali pulang. Ia tadinya begitu."
"Kalau jawaban kamu bukan karangan kenapa harus gugup?" Tanya Sultan menatap dengan menatap Yura semakin tegas.
"Aku bukan prajurit yang harus ditanyai detail setiap kali bertemukan kak. Hah, sudahlah ayo kita pulang kalau begitu" jawab Yura sambil memasukkan kotak p3k kedalam tasnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 01, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pangeran Itu SULTANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang