part 32

812 110 15
                                        

Dua minggu sudah berlalu dan kini Gulf semakin di sibukan dengan tugas kuliah nya, ia harus mengerjakan skripsinya walaupun lelah tapi Gulf tetap harus semangat karna ia tidak ingin terlalu tertinggal pelajaran, Gulf bertekad ia ingin segera lulus agar ia bisa bersantai saat tengah hamil tua nanti dan beruntung Win selalu membantunya mengerjakan tugasnya, sedangkan Mew selalu memberi arahan pada Gulf dan Win agar mereka mengerjakan skripsinya dengan benar.

Terdengar helaan nafas, Gulf merasa tubuhnya benar-benar lelah bahkan ia merasa kepalanya sedikit sakit, sejak kemarin Gulf mengerjakan tugasnya dan itu tidak selesai-selesai membuatnya hampir menangis beruntung ada Mew yang selalu memberinya semangat walaupun terkadang tetap membuat Gulf tidak baik-baik saja.

"Jika lelah, istirahatlah," Ucap Mew dengan memijat pundak Gulf.

"Tapi bagaimana dengan tugasku dad?"

"Biar aku yang mengerjakannya,"

"Tidak perlu, biar aku saja jika daddy yang mengerjakan, bagaimana aku akan menjadi mahasiswa dengan kelulusan terbaik,"

"Tapi aku tidak ingin kau terlalu lelah,"

"Jika daddy selalu ada untukku, aku tidak akan pernah merasa lelah,"

Dengan sayang Mew mengecup bibir Gulf bibir kesukaannya, bibir yang selalu membuatnya sangat candu sehari saja jika tidak menciumnya membuat Mew seperti ada yang kurang.

"Lebih baik sekarang istirahat, biar aku yang membereskan semua ini,"

"Baiklah suami, istri istirahat dulu,"

Gulf pun pergi kearah kasur ia benar-benar merasa sangat kelelahan, dan sepertinya otot-ototnya sedikit menegang karna satu minggu ini ia sangat sibuk dengan kuliahnya, pergi pagi dan pulang malam beruntung anak didalam kandungnya selalu mengerti dengan keadaannya.

"Lelah!" Tanya Mew dengan mengusap wajah Gulf.

"Sedikit,"

"Mau aku buatkan sesuatu?"

"Tidak! Aku hanya ingin daddy menemaniku disini, dan mengusap perutku,"

"Ya, baiklah,"

Mew pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Gulf, dengan cepat Gulf pun meletakkan kepalanya pada dada kekar itu dan membawa tangan Mew untuk mengusap perutnya.

"Daddy!"

"Hmmm!"

"Lihatlah, sepertinya perutku sudah sediki besar,"

"Tentu saja sayang, karna usianya sudah hampir tiga bulan,"

"Kira-kira baby sedang apa ya dad, didalam sini?"

"Mungkin sedang tidur,"

"Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajahnya,"

"Pasti dia mirip dengan Papa nya,"

"Satu mirip aku satu lagi mirip daddy, adilkan?"

"Tentu saja sayang,"

"Daddy! Aku rindu dengan Mami, besok pulang kuliah aku ingin kerumah Mami, boleh kan?"

"Boleh, jika besok aku tidak sibuk di kafe aku akan menjemputmu,"

"Terimakasih dad,"

Mew memang membawa Gulf tinggal di apartemen miliknya sejak satu minggu lalu, ia tidak enak jika masih menumpang di rumah mertuanya, sedangkan Tuan Mike dan istrinya sudah kembali ke Amerika satu minggu yang lalu, Mew meminta pada Papa nya bahwa ia tidak bisa langsung ikut pulang karna bagaimanapun Gulf membutuhkannya Gulf masih harus menyelesaikan kuliahnya, dan beruntung Tuan Mike mau mengerti dan mengiyakan permintaan Mew karna ia pun tidak tega melihat menantunya bersedih jika harus berjauhan dengan Mew.

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang