Part 32 (Angin Rindu)

841 29 6
                                        

  Waktu menunjukkan pukul 8.30 malam, seminggu sudah Ridho dan Salma menjalani hubungan jarak jauh. Tak dapat dipungkiri tersimpan banyak kerinduan diantara keduanya.
Kini Salma tengah duduk dikursi balkon kamarnya, tak ada kegiatan yang dapat Salma lakukan, saat ini ia hanya tengah menunggu telpon dari suaminya setelah sempat berbalas pesan sebelumnya. Karena perbedaan waktu antara Qatar dan Indonesia membuat Salma harus menunggu telpon dari suaminya, ia takut jika ia yang menelpon akan mengganggu Ridho.

   Salma mengusap perutnya yang sudah sedikit membuncit sembari membayangkan bagaimana kehidupannya setelah anak pertamanya lahir kedunia. Salma tak sabar menanti saat itu tiba. Salma bahkan sudah menyiapkan nama untuk anak pertamanya, ketika sedang asyik mengkhayal tiba-tiba salma dikejutkan dengan bunyi dering ponsel yang lain adalah miliknya. Dilihatnya layar benda pipih miliknya.
Betapa senangnya ketika yang terpampang di layar tersebut tertulis nama Ridho suaminya. Tanpa menunggu lama Salma segera mengangkat panggilan video dari suaminya.

"Assalamualaikum mas.." ucap Salma.

"Waalaikumsalam sayang, waduh semangat banget nih..." Ucap Ridho

"Iya mas, Salma nunggu telpon dari mas.." jawab Salma.

"Iya, sepurane yo sayang, mas lumayan sibuk, ditambah perbedaan jam Indonesia sama Qatar kan lumayan jauh, jadi mas nyari waktu seng pas buat nelpon Salma." Ucap Ridho. (Iya, maaf ya sayang, mas lumayan sibuk, ditambah perbedaan jam Indo dan Qatar lumayan jauh, jadi mas nyari waktu yang pas buat nelpon Salma)

"Iya mas, Ndak papa, mas Ndak sibuk sekarang?" tanya Salma.

"Nggak sayang, Iki nembe mari latihan, terus istirahat, ini lagi dikamar Karo Nando" jawab Ridho
(Nggak sayang, ini baru selesai latihan, terus istirahat, ini lagi dikamar sama Nando)

"Mas sekamar terus Karo mas Nando?" Ucap Salma (mas sekamar terus sama mas Nando)

"Iyo, sampe bosen mas sekamar Karo Nando, nggak Nok Persebaya, nggak Nok Timnas , turune Karo Nando terus..." Ucap Ridho pada Salma, namun tak lama setelah Ridho mengatakan fakta tersebut ada sebuah bantal melayang kearahnya yang tepat mengenai wajahnya.
(Iya, sampe bosen mas sekamar sama Nando, nggak di Persebaya, nggak di Timnas, tidurnya sama Nando terus)

"Kon lek Ra sekamar Karo aku, mesti kangen, bersyukur sekamar Karo kiper jelmaan Emilio Martinez.." balas Nando setelah mendengar percakapan Ridho yang sedang meledeknya. (Kamu kalo ngga sekamar sama aku, pasti kangen, bersyukur sekamar sama kiper jelmaan Emilio Martinez)

"Halah Emi Martinez Soko ndi, Emi Martinez kok medok..." jawab Ridho tak mau kalah.. Salma hanya tertawa ketika mendengar perdebatan antara Ridho dan Ernando. (Halah Emi Martinez dari mana, Emi Martinez kok medok)

"Sayang kamu lagi ngapain?" Tanya Ridho telah mengakhiri perdebatannya dengan Nando.

"Lagi rebahan mas di kursi balkon" jawab Salma.

"Lo, kok malem malem di balkon to sayang, kena angin malem nggak sehat Lo.." ucap Ridho...

"Iya mas, ini Salma masuk kekamar" ucap Salma.

"Nah, rebahannya ndek kamar aja, nggak bagus Lo kena angin malem" ucap Ridho.

"Iya mas Edho..." balas Salma.

"Mbok ya sekali-kali mas ini dipanggil sayang gitu Lo..." Ucap Ridho meledeki Salma.

"Iya mas Edho sayang...." Ucap Salma.

"Nah gitu.." balas Ridho..

" 1 ditambah 1 sama dengan 2, 2 ditambah 2 sama dengan 4, kalo udah berdua, temennya dilupain... Kacang mahal baaaang...." Ucap Ernando yang berusaha menjahili Ridho..

"Mas Nando kenapa mas?" tanya Salma yang mendengar nyanyian dari Ernando

"Ndak tau itu anak, stress paling , lagi ditinggal pacare kerja..." jawab Ridho

"Hahaha Ono Ono wae mas Nando.." ucap Salma (hahaha ada ada aja mas Nando)

"Wes sayang biarin aja, nggak usah dirungokno, dunia ini milik kita berdua..." Ucap Ridho  (udah sayang biarin aja, nggak usah didengerin, dunia ini milik kita berdua)

"Huweeekkkk.... Kudu mutah aku Dho..." respon Nando dari seberang telpon yang masih bisa didengar oleh Salma. (Huweeekkk, pengen muntah aku Dho)

"Hahaha, mas Nando ini bisa aja bikin ketawa orang..." ucap Salma yang tak mampu menahan tawa ketika mendengar tingkah Ernando.

"Nemu konco ndek ngendi aku Iki, isoh koyo ngene.." ucap Ridho
(Nemuin temen dimana aku ini, bisa kaya gini)

"Udah lah mas, maklumin aja " jawab Salma.

"Iya sayang, maklumin aja, efek ditinggal pacarnya ngonten.." jawab Ridho

"Oh iya mas, hari ini udah ada latihan berarti besok free dong?" tanya Salma

"Kayanya si gitu, tapi ngga tau juga, nanti kalo coach Sin nyuruh latihan ya berarti kita latihan..." jawab Ridho

"Oh gitu ya, hati-hati ya mas, jangan sampe cidera, semoga dipertandingan nanti bisa membawa hasil yang sesuai harapan kita.." ucap Salma.

"Iya sayang, makasih ya, udah selalu support mas..." Balas Ridho

"Iya mas, udah jadi tugas Salma sebagai seorang istri untuk selalu support mas Edho..." Ucap Salma.

"Oh iya sayang, gimana kandungan kamu, baik baik aja kan?" tanya Ridho

"Alhamdulillah mas baik baik aja, dedeknya juga ngga rewel..." Balas Salma

"Alhamdulillah, kamu sehat-sehat ya, tunggu mas pulang..." Ucap Ridho

"Iya ayah, dedek sama bunda, tunggu Ayah pulang...." Ucap Salma

"Hahaha, boleh juga panggilannya Ayah bunda.." balas Ridho

"Ngga papa kan mas, atau mas mau panggilan yang lain?" tanya Salma

"Ngga Sayang, udah itu aja, mas ikut Salma, kalo Salma pengennya itu, ya mas ok ok aja..." Jawab Ridho

"Oh iya mas, Salma udah siapin naman buat anak kita, biar adil gimana kalo Salma siapin nama cowoknya, terus mas siapin nama ceweknya?" ucap Salma.

"Boleh tuh sayang, emang Salam udah siapin nama apa?" tanya Ridho

" Emm, M****l S**a B**u A****a gimana mas?" tanya Salma minta pendapat Ridho

"Bagus itu namanya, tapi mas belum Nemu namanya versi ceweknya.." balas Ridho

"Nggak papa mas, kan masih lama juga.." ucap Salma.

"Iya ya sayang, yaudah nanti mas cari nama yang pas buat anak kita, kalo anak kita nanti cewek.." balas Ridho

"Iya mas..." ucap Salma

"Eh, sayang maaf ya, udah dulu telpon nya, soalnya tiba-tiba adalah panggilan mendadak dari coach Sin katanya suruh kumpul..." ucap Ridho

"Oh iya mas, yaudah ngga papa, mas hati-hati ya disana.." ucap Salma.

"Iya sayang, kamu juga hati-hati ya, assalamualaikum..." Ucap Ridho

"Waalaikumsalam ayah..." Ucap Salma disertai gelak tawa merdu keluar dari bibirnya yang disambut dengan tawa hangat dari Ridho.

   Setelah mengakhiri panggilan dari ponselnya, salam segera mematikan benda pipih yang menjadi perantara antara dirinya dan Ridho ketika saling berjauhan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Salma segera tidur karena matanya juga sudah tak tahan menahan kantuk yang menempel sejak tadi, namun ia menahannya karena ia tak ingin sedikitpun melewatkan obrolan dengan suaminya.

....🤍🤍🤍🤍🤍🤍

S untuk Salma (Rizky Ridho Ramadhani)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang