Pagi itu Surabaya cerah. Ridho mengenakan seragam latihan Persebaya, sepatu bola tertali rapi, dan tas perlengkapan di pundak.
Sebelum berangkat, ia menatap Salma yang sedang menggendong Mikail. Bayi mungil itu baru bangun, matanya masih setengah mengantuk, tapi menggerakkan tangan mungilnya seolah menyapa Ayah.
“Mas pergi latihan sebentar ya, sayang,” ucap Ridho sambil mencium dahi Salma, lalu mencium kepala Mikail.
Salma tersenyum hangat.
“Hati-hati, Mas. Jangan terlalu keras, ya.”
Ridho tersenyum nakal.
“Tenang… Mas tetap profesional. Tapi jangan khawatir, Mas bakal cepat pulang.”
Mikail meninju udara kecil, membuat Ridho tertawa pelan.
“Haha, ini semangatmu buat Ayah, ya, Nak?”
Salma ikut tersenyum. “Dia selalu kasih semangat, Mas.”
Latihan Ringan di Persebaya
Di lapangan Persebaya, Ridho memulai latihan ringan. Beberapa rekan Persebaya menyapanya hangat, termasuk Bruno Moreira, Ernando, dan Malik Risaldi.
“Ridho! Center back tangguh kembali!” teriak Ernando sambil menepuk punggung Ridho.
Malik tersenyum.
“Latihan santai dulu, Mas. Jangan sampe pemain lawan kaget sama skill Mas lagi.”
Ridho tersenyum, melempar bola ke arah rekan-rekannya.
“Tenang, kita latihan ringan aja dulu.”
Ridho melakukan passing, menahan bola, dan beberapa latihan positioning sebagai center back. Ia fokus tapi tetap menikmati momen kembali ke klub lamanya.
Bruno Moreira tersenyum, ikut menendang bola ringan ke Ridho. “Bagus, Ridho. Udah kayak dulu lagi.”
Ridho mengangguk.
“Iya… yang penting cepat pulang ke rumah, ketemu keluarga.”
Interaksi Hangat dan Motivasi
Setelah beberapa putaran passing dan penguasaan bola, Ridho berhenti sejenak, menarik napas. Ia menatap langit Surabaya, mengingat Salma dan Mikail di rumah. Senyum tipis mengembang di wajahnya.
“Mas nggak sabar pulang nanti, sayang,” gumamnya pelan.
Ernando dan Malik saling pandang. “Ridho kayaknya bener-bener termotivasi sama keluarga, ya,” kata Malik.
“Wajar, Mas,” sahut Ernando. “Anak dan istri itu prioritas utama. Jangan kaget kalau Ridho sekarang lebih semangat lagi.”
Matahari sudah naik lebih tinggi ketika sesi latihan Persebaya berlanjut. Kali ini bukan lagi latihan ringan. Intensitas ditingkatkan. Peluit pelatih terdengar tegas, memecah udara pagi.
Ridho berdiri di lini belakang, mengenakan rompi latihan. Wajahnya fokus, rahangnya mengeras. Tubuhnya siap.
"Siap semua! Kita mulai game internal!" seru pelatih dari pinggir lapangan.
Ridho menarik napas dalam. Begitu bola digulirkan, instingnya langsung bekerja. Ia membaca pergerakan lawan, menjaga jarak, mengatur garis pertahanan.
Bruno Moreira mencoba menusuk dari sisi kiri. Ridho bergerak cepat, menutup ruang dengan tenang, lalu menyapu bola bersih tanpa pelanggaran.
"Nice, Dho!" teriak Malik Risaldi.
Permainan terus berjalan. Intens. Cepat. Beberapa kali Ridho beradu badan, tapi posisinya selalu tepat. Ia memberi aba-aba ke rekan setimnya, suaranya tegas namun terkendali.
"Naik dikit! Jaga jarak!"
Di sisi lain lapangan, Ernando berdiri di bawah mistar, memperhatikan pergerakan Ridho.
"Belakang aman kalau ada kamu," teriak Ernando sambil mengacungkan jempol.
Ridho menoleh sekilas, mengangguk. "Kita saling jaga."
Sebuah umpan lambung tinggi mengarah ke kotak penalti. Penyerang lawan melompat lebih dulu, tapi Ridho membaca arah bola dengan sempurna. Ia melompat, sundulannya keras dan bersih, menjauhkan bahaya.
Peluit kembali berbunyi. Sesi game internal dihentikan sementara.
Pelatih mendekat. "Ridho, positioning kamu rapi. Tetap jaga konsistensi. Kamu pemimpin di belakang."
"Siap, Coach," jawab Ridho mantap.
Dorongan dari Dalam Diri
Saat water break, Ridho duduk di pinggir lapangan, handuk melingkar di leher. Napasnya teratur meski keringat membasahi pelipisnya. Ia meneguk air, lalu menatap lapangan kosong sejenak.
Bayangan Salma dan Mikail muncul di kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
S untuk Salma (Rizky Ridho Ramadhani)
RomanceON GOING..! Cast : Rizky Ridho Ramadhani (Ridho squad Timnas) : Salma (gadis yang dijodohkan oleh mama Ridho) : Silvy (pacar Ridho) karena hubungan baik antara keluarga Ridho dan keluarga Salma membuat kedua orangtua mereka ber...
