Siang itu udara Jakarta cukup terik. Salma baru saja selesai belanja kebutuhan dapur di minimarket dekat apartemen. Perutnya yang semakin besar membuat langkahnya sedikit pelan, tapi wajahnya tetap terlihat tenang.
Saat hendak kembali, ia melihat Risma—istri Witan—baru saja turun dari mobil bersama suaminya. Witan buru-buru pamit kembali ke latihan, sementara Risma sempat melambaikan tangan pada Salma.
“Salmaaa!” seru Risma ramah, menghampirinya.
Salma tersenyum. “Eh mba Risma, baru balik juga? Mau langsung naik?”
“Aku masih santai, nih. Sekalian nemenin kamu jalan pelan-pelan,” jawab Risma sambil meraih beberapa kantong belanjaan Salma.
Mereka pun berjalan beriringan menuju lift. Obrolan awalnya ringan, tentang makanan sehat untuk ibu hamil, tentang cuaca, sampai tentang kehidupan istri pesepakbola.
Namun, tanpa sengaja Risma menyinggung sesuatu.
“Eh, kemarin aku lihat ada cewek yang lumayan sering nongol di sekitar latihan Persija. Cantik sih, tapi tatapannya itu… aneh banget tiap lihat Ridho,” kata Risma, setengah berbisik.
Salma berhenti sejenak, menoleh dengan raut penasaran. “Cewek? Maksudnya siapa, mbak?”
Risma seperti baru sadar telah keceplosan. Ia tersenyum kikuk. “Aduh, jangan salah paham dulu ya, Sal. Aku cuma dengar-dengar dari pemain lain juga. Katanya cewek itu… mantannya Ridho pas SMA. Namanya Saskia, kalau nggak salah.”
Salma sontak terdiam. Suasana dalam lift terasa menegang. Risma yang tadinya santai jadi merasa bersalah.
“Sal, aku nggak bermaksud bikin kamu kepikiran. Aku cuma… ya namanya obrolan istri-istri, suka aja nyambung ke hal-hal kecil kayak gini. Tapi aku yakin Ridho sekarang sama kamu kok, bukan sama masa lalunya,” jelas Risma, mencoba menenangkan.
Salma tersenyum tipis, meski dalam hatinya bergolak.
“Oh, jadi… Saskia itu mantannya mas Ridho dulu…” gumamnya lirih, seakan bicara pada diri sendiri.
Lift berbunyi ting saat sampai di lantai mereka. Risma buru-buru mengganti topik, mengajak Salma mampir ke unitnya untuk makan siang bersama. Namun pikiran Salma sudah dipenuhi tanya.
Sesampainya di apartemen, ia duduk lama di sofa, menatap kosong ke arah meja yang dipenuhi kantong belanjaan. Tangannya refleks mengelus perutnya yang semakin membesar.
“Mas Ridho… kenapa mas nggak cerita dari awal?” bisiknya pelan.
Air mata kecil menetes di sudut matanya. Ia tidak marah, hanya bingung dan merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya.
___
Ruang keluarga apartemen terasa hangat malam itu. TV menyala menayangkan acara hiburan ringan, sementara lampu redup memberi suasana tenang. Salma duduk bersandar di sofa dengan bantal kecil di pelukannya, sementara Ridho duduk di sampingnya, sesekali menoleh memastikan kondisi istrinya yang sedang hamil besar itu nyaman.
“Sayang, nyaman nggak? Perutmu sakit atau pegal?” tanya Ridho lembut sambil menepuk pelan paha istrinya.
Salma tersenyum tipis. “Alhamdulillah nggak, Mas. Bayinya malah aktif banget gerak dari tadi habis magrib.” Ia mengelus perut yang membuncit, membuat Ridho ikut tersenyum bangga.
Beberapa menit mereka larut dalam keheningan, hanya suara TV yang terdengar. Hingga akhirnya, Salma memberanikan diri membuka pembicaraan.
“Mas…” suara Salma pelan, terdengar ragu.
KAMU SEDANG MEMBACA
S untuk Salma (Rizky Ridho Ramadhani)
RomanceON GOING..! Cast : Rizky Ridho Ramadhani (Ridho squad Timnas) : Salma (gadis yang dijodohkan oleh mama Ridho) : Silvy (pacar Ridho) karena hubungan baik antara keluarga Ridho dan keluarga Salma membuat kedua orangtua mereka ber...
