empat belas

20.8K 526 17
                                        

BAB 14

Lalu lalang lalu lintas siang ini terlihat lenggang. Rosela sejak tadi terus menatap ke jendela. Mengabaikan pria yang tengah mengemudi disebelahnya. Luke mengantar Rosela setelah pergulatan pagi yang sangat panjang. Ia bahkan baru menyentuh sarapannya pukul 12 siang.

Rosela masih merasakan intinya yang nyeri karena pergulatan panjang mereka sejak semalam. Pria itu tak membiarkan Rosela istirahat barang sebentar. Luke terus mengajaknya bertarung mengarungi kenikmatan.

Pakaian Rosela berganti menjadi baju yang layak. Pakaian yang dibelikan Luke tak membiarkan jejak percintaan mereka terlihat oleh dunia luar.

Mobil Luke berhenti didepan hunian miliknya. Rosela berniat keluar tanpa mengeluarkan sedikitpun kata. Ia gagal mencoba membuka pintu mobil berulang kali. Rosela mendengus, Luke mengunci mobil. Pria itu mau apalagi kali ini. Tak puas, kah, pria itu menikmati tubuhnya seharian?

Rosela menatap Luke dengan kesal. Lihat bahkan pria itu tersenyum mengejek kearahnya. Rosela menarik nafas panjang. Ia lelah sebenarnya, terus berperang emosi dengan Luke.

"Tolong buka, Luke."

Luke sempat tertegun melihat ekspresi Rosela yang semula kesal menjadi terlihat frustasi dan putus asa. Ia tak salah lihat? Namun Luke memilih abai dan kembali memasang wajah sangarnya. Luke mencondongkan tubuhnya, mengikis jarak keduanya.

"Setelah ini, aku gak mau lihat kamu mengganggu Amary dan Roman. Satu hal lagi, jika kamu melawan aku akan menyebar foto telanjangmu dan video persetubuhan kita."

Kalimat Luke bagai petir disiang hari untuk Rosela. Ia menatap Luke tak percaya. Pria itu menyimpan barang yang tak seharusnya ada. Apa tak puas pria itu menikmati tubuhnya, kini Luke malah mengancamnya dengan lebih parah.

"Lo!" Bentak Rosela. Ia bahkan menunjuk wajah Luke dengan emosi.

Luke meraih jemari Rosela dengan nakal pria itu mengulumnya. Saat Rosela ingin menarik, Luke memberi gigitan pada jemari itu dan barulah ia melepasnya.

"Akhh! Sakit!"

"Kamu dilarang membentak dan mengumpat didepanku, Rosie. Lucu bukan? Mulai hari ini aku akan memanggilmu Rosie. Jalang kecil yang harus menurut pada tuanya. Kalau kamu gak mau lihat tubuh telanjangmu dikonsumsi publik dan web ilegal."

Luke meraih ponselnya dan menunjukkan potret dirinya yang berantakan dan telanjang penuh dengan jejak percintaan. Rosela menebak pria itu mengambilnya semalam. Ia berniat merebut namun Luke kalah cepat menyembunyikan ponselnya. Kini pria itu malah menarik dirinya, menyatukan kembali bibir mereka. Pria itu melumat bibirnya, menyusupkan lidahnya pada mulut Rosela.

"Mmmphh.... unghh...."

"Balas mmmm.... Rosie mphh.... kalau gak. Aku bakal sebar video kita mphh....."

Terpaksa Rosela menuruti kemauan Luke. Ia mengalungkan lengannya, membalas lumatan Luke. Mencoba menikmati apa yang pria itu lakukan. Rasanya Rosela ingin menangis dan merang saat ini. Ia benar-benar dalam kendali Luke sekarang. Rosela memukul bahu Luke saat merasakan kehabisan pasokan oksigen.

Pria itu terkekeh, mengusap bibir Rosela yang membengkak karena ulahnya.

"Rosieku yang manis," ucap Luke penuh penekanan.

"Hapus foto dam video gue, Luke. Gue mohon, gue gak akan ganggu Amary sama Roman lagi. Gue janji." Rosela mencoba memohon pada Luke, ia bahkan dengan berani menggenggam tangan besar pria itu.

"Kita lihat nanti, kalau kamu jadi wanita yang penurut aku akan memikirkan permintaanmu itu. Sekarang, keluar!" Usir Luke, tak menerima bantahan lagi.

"Please Luke. Hapus foto sama video gue."

Rosela (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang