BAB 36
Luke benar-benar menepatri janjinya. Pria itu beberapa kali mampir di kediaman Rosela untuk membimbing Rosela dalam menyelesaikan tugas skripsi. Hingga hari ini ia berhasil mengikuti acara wisuda tahap pertama, namun tak sendiri ternyata Kanna juga berhasil lulus bersamaan dengan dirinya. Mereka meninggalkan Roman dan Amaryllis. Rosela berhasil menyelesaikan study tepat waktu. Tanpa perlu menambah semester lagi.
Hari ini ia dan Amaryllis pergi untuk mencari baju wisuda. Amaryllis ikut membantu mencarikan baju wisuda untuk Rosela. Sementara ia dan keluarga Canavarro sepakat akan menghadiri acara wisuda Rosela sebagai perwakilan keluarga. Amaryllis dan Liliana memastikan perayaan kelulusan Rosela akan meriah bersama mereka. Tak membiarkan perempuan itu hadir tanpa sosok keluarga.
Sudah Rosela katakan jika Keluarga Canavaro jauh lebih baik daripada keluarga Evesa, mereka menerima Rosela tanpa ada kata karena. Sejak awal, bahkan dikala putra mereka melakukan kesalahan, tetap Rosela yang mendapat pembelaan. Ia tanpa sadar membandingkan kedua keluarga tersebut. Ia tak mungkin memulai hubungan dengan keluarga yang bahkan tidak bisa menerima dirinya. Itu hanya akan mengulang luka lama dan kali ini Rosela ingin egois, ia ingin mengedepankan kenyamanan dirinya terlebih dahulu tanpa memikirkan yang lain.
"Rosela, lo mau konsep warna apa?"
Rosela masih belum tau, matanya masih mengamati susunan kebaya yang terlihat menawan. Oh, ya, seperti biasa untuk acaranya kali ini juga mendapat sponsor dari keluarga Canavaro. Mereka bahkan mengancam akan marah jika Rosela menolak kemauan mereka. Rosela yang memang sejak dulu menyukai sesuatu yang berbau gratis, sudah pasti menerima. Lagipula tidak baik menolak kebaikan seseorang.
"Biru bagus gak?" tanya Rosela saat melihat sebuah kebaya berwarna biru yang terpasang disebuah manekin.
"Bisa dicoba dulu, ini sama yang udah gue pilih. Kayaknya bakal cocok di tubuh lo." Amaryllis menunjukkan hasil pilihannya, semua berwarna soft, ia ingin memberi kesan Rosela yang kalem dan lembut.
"Boleh," balas Rosela.
"Bentar biar gue panggilin pegawainya buat bantuin lo." Amaryllis sudah melangkah mencari pegawai butik langganannya.
"Baik, Kak. Mari saya bantu, Kakak bisa ke ruang ganti dulu, biar saya bawa sisa bajunya."
Rosela mengangguk, lalu melangkah menuju ruang ganti, mencoba pilihan Amaryllis terlebih dahulu.
Pertama ia mencoba kebaya berwarna abu muda, terlihat memeluk tubuhnya, teeredapat hiasan yang membuat area pinggangnya terlihat mengembang. Ia keluar dari ruang ganti, menunjukkan pada Amaryllis yang tengah duduk di sofa tunggu.
"Gimana?" Rosela menanyakan pendapat pada Amaryllis.
"Bagus, tapi terlalu mengembang bagian bawahnya." Amaryllis menggeleng dengan baju yang pertama.
"Gue juga ngerasa gitu. Gue coba yang lainnya." Kini ia kembali masuk, lalu beralih pada kebaya berwarna baby pink. Ia semakin mengernyit, memiringkan tubuhnya, melihat area punggung yang ternyata cukup terbuka. Ia tetap menunjukkan pada Amaryllis, sebenarnya warna ini cukup cocok di kulitnya, kembali pada bentuk yang tidak sesuai seleranya.
"Gimana?" tanya Rosela.
"Enggak! Punggungnya kelihatan Rosie, nanti kamu gak nyaman sepanjang acara." tolak suara pria yang entah sejak kapan ada di sana. Luke, siapa lagi jika bukan pria itu. Terlihat gelengan keras, menolak baju yang Rosela kenakan.
"Kan! aneh banget. Mana punggungnya kelihatan. Tuh, Amaryllis yang tadi milihin." Tunjuk Rosela mengadu pada Luke. Ia juga setuju dengan pendapat pria itu.
"Biar aku cari baju yang sesuai," ucap Luke yang sudah beranjak. Ia menggeleng melihat tingkah Amaryllis yang tak ada benarnmya. Kali ini Luke tau jika Amaryllis sengaja memilih baju tadi, pasalnya saudarinya mengetahui jika Luke akan menyusul kemari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosela (On Going)
Krótkie Opowiadania#MINNIESERIES2 BLURB Rosela, sebuah nama yang indah. Namun tidak seindah kisahnya. Rosela terjebak dengan kejahatannya sendiri. Rasa iri memang hanya akan membakar diri kita sendiri. Begitupula dengan yang Rosela alami. Selalu iri melihat hidup sah...
