tiga puluh empat

9.4K 338 5
                                        

BAB 34

Luke mengetuk pintu rumah Rosela, tangannya menenteng sebuah tote bag berisi makanan. Ia tadi sempat menghubungi perempuan itu, pesan dari Rosela berkata bahwa perempuan itu terkena demam. Musim di negara berflower memang akhir-akhir ini berubah-ubah. Terkadang malam hujan lalu di siang hari akan panas dengan terik. Membuat perempuan itu terserang demam.

Pintu terbuka, muncul Rosela yang memakai baju tidur, terlihat perempuan itu baru beranjak dari ranjangnya. Wajahnya terlihat memerah, dengan pandangan yang lesu.

"Luke?"

"Aku bawa makanan buat kamu, kamu pasti belum makan. Masih pusing?"
Luke mengulurkan tangannya, punggung tangannya merasakan panas yang berbeda dari suhu orang normal.

Rosela memejamkan mata merasakan sentuhan dingin dari tangan Luke.

"Masih agak pusing, masuk dulu." Rosela menyingkirkan tubuhnya, mempersilahkan pria itu masuk.

"Mama titip salam, beliau gak bisa ikut kesini. Tapi Mama titip makanan buat kondisi kamu." Luke meletakkan makanan pada dapur. Ia mengambil piring dan mangkuk untuk mempermudah memberi makan Rosela.

Rosela memperhatikan Luke yang terlihat sibuk, ia memilih duduk di sofa sambil memperhatikan pria itu yang mondar mandir. Menyandarkan tubuhnya agar tubuhnya lrbih nyaman. Luke terlihat kembali menghampiri dirinya dengan nampan berisi piring, mangkuk dan gelas air.

Luke duduk disebelah Rosela. Ia meraih sebuha kompres instan. Membuka pembungkusnya lalu menempelkan pada dahu perempuan yang terserang demam tersebut.

"Makan dulu, udah siang." Luke mengangkat piring berisi nasi yang bertekstur lemas dan mengambil sayuran hijau. Semua makanan bertekstur yang mudah dicerna. Luke menyodorkan sendok, berniat menyuapi Rosela.

Rosela menerima suapan Luke, ia mencoba menelan makanan tersebut meski terasa pahit di mulutnya.

"Pahit?" Tanya Luke melihat ekspresi Rosela yang menahan dirinya agar tetap bagus.

"Sedikit, gak pa-pa. Masih bisa dimakan," balas Rosela tersenyum tipis.

"Mau aku panggilin dokter?" Luke berniat menyudahi suapannya. Rosela menahan dirinya. Meminta dirinya agar melanjutkan suapannya.

"Nanti sembuh kalau udah makan," balas Rosela.

Suapan tersebut kembali berlanjut, Rosela menatap Luke dengan dalam. Berkali-kali Luke selalu hadir disetiap dirinya butuh, lalu tak lupa keluarga Canavaro yang menerimanya dengan tangan yang terbuka sejak awal. Sejak ia yang belum menjadi seperti sekarang, sebelum mereka mengetahui perlakuan jahat Luke. Mereka selalu menyayanginya.

Ponsel Luke terlihat berbunyi, tertera nama 'MAMA' dilayar ponsel tersebut. Luke mengangkat panggil video call itu.

"Luke, gimana keadaan Rosela? Rosela udah kamu kasih makan? Apa perlu dibawa ke rumah sakit?" Tanya Liliana, wajahnya terlihat khawatir. Tanpa ada kebohongan disana.

"Udah, satu-satu, Mah. Rosie baru selesai makan, nih Luke baru selesai suapi Rosie. Mama mau bicara sama Rosie?" Tawar Luke.

"Mana, Mama mau bicara sama anak cantik Mama," balas Liliana.

Luke memberikan ponsel tersebut pada Rosela, ia melihat tatapan Rosela yang tak percaya.

"Mama mau bicara sama kamu," ucap Luke.

Rosela menerima ponsel tersebut, wajah  Liliana terlihat di ponsel. Wanita itu menatap dengan khawatir dengan kondisi dirinya, terlihat kelegaan saat Nyonya Canavaro dapat melihat dirinya.

"Siang Tante. Rosie baru selesai makan, masakan tante enak. Pasti Rosie segera sembuh." Rosela mencoba menenangkan Liliana disebrang sana.

"Oh, Roselaku yang manis. Gimana kondisinya? Masih pusing? Apa perlu Luke antar ke rumah sakit? Luke merawat kamu dengan baik, kan?" Liliana memberondong Rosela dengan banyak pertanyaan.

Rosela (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang