tiga puluh tujuh

9.3K 396 20
                                        

BAB 37

Hari kelulusan adalah hari yang paling ditunggu untuk para mahasiswa, setelah pertarungan yang sangat keras, mereka akan kembali dilepas di alam yang sesungguhnya. Perbekalan terasa cukup dengan pendidikan dan koneksi diri, kehidupan akan berjalan dengan lebih baik.

Rosela duduk dibarisan peserta wisuda, ia menatap sekitar dengan haru. Tak pernah dirinya duga ia akan bisa melangkah sejauh ini. Menghadapi segala rintangan, berhasil bangkit dari ketakutan dan keterpurukan. Sungguh sebuah pencapaian yang besar bagi dirinya.

Sambutan-sambutan mulai diberikan, nama mereka satu persatu dipanggil untuk penyematan tanda kelulusan. Rosela melangkah dengan bangga ketika namanya disebut, ia menerima ijasah menyalami rektor lalu berfoto seperti yang lainnya.

Prosesi wisuda berjalan dengan lancar, ia keluar dari area gedung, menuju luar. Menghampiri beberapa orang yang berjnaji akan menghadiri acaranya. Terlihat disana Amaryllis, Roma, kedua orang tua canavaro dan tak lupa Luke yang membawa sebuah buket bunga segar.

"Rose! Kemari!" teriak Amaryllis tanpa mengenal malu.

Rosela tersenyum haru, mereka benar-benar datang, menepati janji, merayakan keberhasilan dirinya dengan antusias.

"Selamat Sayang, kamu berhasil lulus, Mama bangga sama kamu." Liliana Canavaro memeluk erat Rosela, mengusap punggung perempuan itu.

"Makasih Mah," balas Rosela.

"Selamat Sayang, setelah ini mau ikut bergabung dengan kantor kami?" tawar Morvan dengan bangga, membuat istrinya memukul gemas bahu suaminya.

"Ada-ada aja kamu, tapi boleh. Rose bisa bergabung tanpa perlu interview."

"Loh, ini yang paling dibutuhkan bagi mahasiswi yang baru lulus, mendapat pekerjaan tanpa bersusah payah menyebar lamaran." Morvan tak menyia-nyiakan kesempatan sama sekali.

"Nanti Rosela pertimbangkan Pah," balas Rosela.

"Udah-udah itu pikir nanti aja. Btw, selamat Bunga Rose gue. Lo keren banget, hari ini lo cantik kayak bidadari. Lihat tuh, bahkan Kak Luke sampai ngiler lihatnya." Amaryllis memeluk Rosela, lalu menyerahkan hadiah yang sudah ia siapkan. Ia membisikkan kalimat terakhir takut didendeng oleh Luke jika ia tengah menghina pria itu.

"Makasih, lo juga cantik hari ini." Rosela terkekeh mendengar kalimat terakhir Amaryllis. Ia sempat melirik Luke yang tengah menatapnya tanpa berkedip, hal itu terlihat lucu di matanya.

Kini beralih Roman, pria itu juga menyerahkan hadiah pada Rosela. "Selamat buat sahabat manis gue. Aduh, kita ditinggal lulus duluan dari Rose. Udah gak ada yang malakin makan siang kita lagi. Dompet kita jadi gak bisa ditutup." Roman berucap dengan gurauan, ia turut senang dengan pencapaian Rosela kali ini.

"Makasih Noah, segera nyusul ya, kasihan banget lo harus nambah semester lagi," ejek Rosela. Membuat mereka terkekeh.

Kini berganti, mereka menyingkir memberikan ruang untuk Luke. Pria itu menyerahkan sebuah buket bunga segar pada Rosela. Diterima dengan senang hati oleh perempuan itu. Rosela memang hampir tak pernah mendapatkan buket bunga di perayaan hidupnya. Luke pertama yang memberikan kesan itu padanya.

"Bunga yang cantik untuk perempuan yang manis," ucap Luke.

Rosela bersemu dengan kalimat Luke, ia mengucap terima kasih pada pria itu.

"Sekali lagi selamat untuk kelulusanmu Rosie, kamu sudah hebat bisa sampai sejauh ini, satu lagi kalau kamu memerlukan bantuan setelah kelulusan atau mencari pekerjaan perusahan Canavaro akan dengan lapang dada menerimamu."

"Makasih Luke, aku akan memikirkannya lagi. Aku masih ingin sedikit liburan setelah bertempur dengan skripsi." Rosela berucap dengan memelas, merasakan energinya terkuras banyak setelah mengerjakan skripsi.

Rosela (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang