GUYS KALIAN LEBIH SETUJU MANA :
1. ROSELA X LUKE
2. ROSELA X ROMAN
3. ROSELA X KANNA
BAB 22
Berkali-kali berhasil menghindari Amaryllis dan keluarga Canavarro, akhirnya Rosela gagal juga. Ia tak bisa mengelak dari undangan makan malam keluarga Canavarro. Bahkan Amaryllis secara sengaja menghampiri kosnya, memastikan dirinya memang tak berbohong lagi jika tengah sibuk.
"Emang ada acara apa Om Tante sampai undang gue?" Rosela dipaksa membersihkan diri karena Amaryllis telah susah-susah menjemputnya.
"Biasanya juga gini, kan. Gak perlu ada acara buat undang lo. Lagian lo akhir-akhir ini kenapa sih, susah banget buat diajak main ke rumah."
"Gue, ya, sibuk aja sama kerjaan." Rosela segera masuk ke kamar mandi membawa baju ganti sebelum Amaryllis kembali mengorek informasi yang jelas kebohongan saja darinya.
Amaryllis menatap sekitar kamar kos Rosela yang tidak terlalu besar tersebut. Hingga ia tak sengaja melihat sebuah cuter yang tersembunyi dibalik dinding dan kasur. Ia meraih cuter tersebut, menatapnya dengan rumit. Ini tak mungkin seperti yang ia pikirkan bukan? Rosela belakangan ini memang selalu memakai baju panjang. Bahkan jauh dari kebiasaan sahabatnya itu. Terdengar suara pintu, Amaryllis segera mengembalikan cuter ke tempatnya lagi. Itu tak mungkin terselip karena letaknya berada di pojok, seolah sengaja ditaruh untuk memudahkan si pemilik.
Rosela tersenyum pada Amaryllis, ia mulai menyisir rambutnya, mengaplikasikan make up. Tanpa tau jika sejak tadi Amaryllis selalu memperhatikan dirinya.
"Udah, yuk berangkat. Keburu malem, nanti gue gak berani pulang."
"Kalo gak berani pulang, gue bisa antar. Lagian kayak sama siapa." Amaryllis menggandeng lengan Rosela. Membuat wanita itu meringis.
"Akh!"
"Lo kenapa?" Tanya Amaryllis, ia tak ingin mendesak, tapi tau apa yang terjadi.
"Gak pa-pa. Lidah gue kegigit tadi." Rosela memilih melepas tautan lengan Amaryllis dan mengganti dirinya yang memeluk lengan gadis itu.
Keduanya keluar dari kos Amaryllis. Saat didepan gerbang ia tak sengaja berpapasan dengan Avaluna.
"Mau pergi Rosela?" Tanya Avaluna dengan khawatir.
Rosela tersenyum dan mengangguk, seolah mengatakan bahwa Avaluna tak perlu mengkhawatirkan dirinya. Ia bahkan melepas tautan pada Amaryllis dan melangkah menghampiri Avaluna untuk memeluk wanita itu.
"Iya, Kak. Rosela mau pergi, gak perlu khawatir, Rosela bakalan pulang dan baik-baik aja."
"Jaga dirimu," balas Avaluna mengusap bahu Rosela.
"Kalo gitu Rosela pergi dulu, Kak Ava mau titip sesuatu?" Tawar Rosela.
"Gak usah, yang penting kamu gak kemalaman pulangnya dan baik-baik aja. Kak Ava udah tenang."
"Bye, Kak." Rosela segera berpamitan, ia melambaikan tangan pada Avaluna sebelum ikut masuk kedalam mobil bersama Amaryllis.
"Lo dekat banget, ya, sama Kak Ava?" Tanya Amaryllis dengan penasaran.
"Iya, dia udah kayak Kakak perempuan buat gue. Jadi hubungan kita emang gak bisa dideskripsikan, dia sering kasih gue makanan kayak lo, gue mirip anak-anak kalian, kenapa orang terdekat gue baik-baik dan suka ngasih makanan, ya?" balas Rosela mencoba bercanda.
"Biar lo gak kekurangan gizi, kasian udah umur 20 masih kayak bocil smp tubuhnya." Amaryllis terkekeh, gadis itu melajukan mobilnya dengan santai menuju kediaman Canavarro.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosela (On Going)
Short Story#MINNIESERIES2 BLURB Rosela, sebuah nama yang indah. Namun tidak seindah kisahnya. Rosela terjebak dengan kejahatannya sendiri. Rasa iri memang hanya akan membakar diri kita sendiri. Begitupula dengan yang Rosela alami. Selalu iri melihat hidup sah...
