BAB 40
Kaki kecil Rosela tiba di negara singapura, memang tak jauh pelariannya kali ini. Ia hanya ingin menyingkir sejenak dari kenangan buruk dengan Luke, perlakuan jahat orang tuanya, dan hinaan-hinaan keluarga Evesa. Sedikit banyak ia juga ingin membuktikan bahwa dirinya bisa berdiri sendiri dan memiliki karir yang bagus kedepannya.
Rosela kembali memasuki taksi, menyebut alamat tujuannya yang akan menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan.
Tiba diapartemen huniannya, Rosela mulai menata barang bawaannya. Setelah semua tertata rapi ia duduk mengamati sekitar. Ia baru inga dirinyaa harus mengirim pesan perpisahan pada Amaryllis.
Rosela menulis beberapa kalimat teks, lalu mengirim pada nomor Amaryllis. Ia i juga meminta tolong untuk melihat rumahnya satu bulan sekali. Tak lupa Rosela mengatakan untuk tak perlu mengkhawatirkannya. Dirinya hanya ingin memulai hidup baru tanpa siapapun yang mengenalnya.
Rosela memilih mandi lalu beristirahat, ia merasa lelah dengan penerbangan hari ini. Besok ia sudah harus mulai bekerja di kantor yang baru.
***
Luke menghampiri rumah Rosela, sudah 3 minggu ia tak mampir karena kesibukan dirinya yang harus beberapa kali ke luar kota untuk urusan bisnis.
Selepas dari apartemen, ia membawa mobionya menuju kediaman Rosela. Ia juga membawa sebuah tote bag berisi oleh-oleh untuk Rosela.
Pria itu tiba di depan kediaman Rosela, ia turun dari mobil, sedikit mengernyit saat pekarangan yang terdapat dedaunan, tumben sekali Rosela tak membersihkan pekarangan rumahnya. Ia masuk membuka pintu gerbang pendek tersebut. Lalu melangkah menuju pintu.
Luke memencet bel berulang kali, ia menunggu beberapa saat, amtak ada jawaban. Lalu pria itu beralih menghubungi nomor ponsel Rosela, namun kembali tak mendapat sambungan. Perasaannya menjadi tak enak. Ia melakukan berulang kali, terus mencoba berusaha. Namun, nihil. Kembali ia tak mendapat jawaban, baik dari dalam rumah atau dari nomor ponsel yang dirinya hubungi.
"Kak Luke?!" Ucap Amaryllis yang baru memasuki pekarangan rumah Rosela. Pasti saudaranya itu belum tau kepergian Rosela, perempuan manis itu memang hanya menitipkan sebuah pesan padanya, dan sebuah surat yang tertinggal di dalam rumah untuk Luke. Namun, Amaryllis tak menyangka Rosela benar-benar tak meninggalkan kabar secara langsung pada Luke.
Amaryllis melihat sebuah tote bag, ia yakin itu adalah oleh-oleh untuk Rosela. Kasihan sekali Luke baru akan mengetahui setelah sekian lama. Meski semua juga baru tau sejak Rosela pergi, Luke adalah orang terakhir yang akan tau. Bahkan kedua orang tua mereka juga mendapat kabar ketika Rosela sudah tiba di negara tetangga. Meski semua shock, mereka tetap menghargai keinginan Rosela. Apa Luke akan berlaku demikian? Amaryllis yakin Luke adalah orang yang akan sangat patah hati saat mendengar kabar ini.
"Amary, kamu tau dimana Rosie?" Tanya Luke. Terlihat sekali raut wajah khwatir pria itu.
"Kita bicara di dalam rumah, Kak." Amaryllis, mengambil kunci yang di tempat penyimpanan yang biasa Rosela letakkan sejak awal.
Luke terlihat semakin mengernyit heran, ketika Amaryllis masuk dengan kunci rumah. Ia mengikuti Amaryllis dengan rasa penasaran yang tinggi. Luke duduk di sofa ruang utama, Rumah Rosela terasa kosong, seperti kehangatannya sudah hilang cukup lama. Ia mengamati Amaryllis yang terlihat baru kembali mengambil barang. Saudarinya itu duduk dan menyerahkan sebuah surat pada Luke. Ia semakin mengernyit heran, apa ini?
"Apa ini, Amary?"
"Surat dari Rosela, Amary juga bakalan kirim pesan dari Rosela buat Kak Luke."
Luke mengambil surat itu, menatap Amaryllis dengan menuntut, "Sebenarnya apa yang sudah aku lewatkan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosela (On Going)
Short Story#MINNIESERIES2 BLURB Rosela, sebuah nama yang indah. Namun tidak seindah kisahnya. Rosela terjebak dengan kejahatannya sendiri. Rasa iri memang hanya akan membakar diri kita sendiri. Begitupula dengan yang Rosela alami. Selalu iri melihat hidup sah...
