dua puluh empat

19.8K 625 43
                                        

BAB 24

Avaluna bergetar setelah menandatangani lembar tindakan tersebut, ia keluar dari ruangan dengan tatapan tak percaya. Sempat berdebat dengan Luke siapa yang akan mengambil tanggung jawab, Avaluna keluar sebagai pemenang setelah mengatakan kalimat menusuk pada Luke.

"Iblis sepertimu ingin menjadi malaikat? Bahkan malaikat maut akan bersujud padamu saat mengetahui tindakanmu selama ini." Setelah kalimat pedas dari Avaluna, Luke terdiam tak bisa berkutik. Pria itu membiarkan Avaluna mengambil tindakan atas perawatan Rosela.

Mengingat segala rasa sakit yang Rosela alami, Avaluna tak bisa untuk tak emosi. Kemarahannya kembali membara. Langkah kaki perempuan itu tergesa menuju pria yang telah berkumpul lengkap dengan keluarga Canavaro. Avaluna meraih kerah Luke agar berdiri, tangan kanannya dengan keras menampar Luke. Pria itu terlihat terdiam pasrah menerima kemarahan Avaluna. Amaryllis menutup mulutnya, ia menatap sama kecewanya dengan Avaluna.

"PUAS KAMU! SEKARANG ROSELA SEKARAT DIDALAM SANA!"

"HATI KAMU TERBUAT DARI APA TUAN MUDA CANAVARO! MENJADIKAN ROSELA PEMUAS NAFSU, MEMBUATNYA SAMPAI HAMIL DAN BAHKAN SEKARANG DIA KEGUGURAN. KAMU TAU APA YANG LEBIH GILANYA LAGI? DOKTER MEMVONIS ROSELA AKAN SULIT MEMILIKI KETURUNAN KARENA KONSUMSI PIL KONTRASEPSI! SEMUA ITU SALAHMU! PRIA IBLIS SIALAN!"

"PRIA BAJINGAN SEPERTIMU HANYA TAU PASAL SELANGKANGAN DAN MERUSAK MENTAL ROSELA."

"OH, APA KARENA ROSELA PERNAH BERNIAT MEREBUT NOAH? APA KARENA IA INGIN MENDAPATKAN CINTANYA YANG SUDAH MEMILIKI TAMBATAN HATI? PADAHAL ROSELA JUGA SUDAH MENYERAH DAN TAK AKAN MENGGANGGU HUBUNGAN AMARYLLIS, DIA MENGAKU DAN MERASA BERSALAH KARENA MEMILIKI NIAT JAHAT ITU. TAPI KAMU SEPERTI IBLIS YANG TAK MEMILIKI BELAS KASIH AKAN KESALAHAN ROSELA!" Nafas Avaluna terengah, ia menatap keluarga Canavaro yang terlihat shock akan tingkah laku putranya. Mata Avaluna memerah pedih, merasa ikut sakit hati akan kemalangan yang dialami Rosela.

"TUAN DAN NYONYA CANAVARO SAYA TIDAK PERNAH MENYANGKA KALIAN MEMILIKI PUTRA SEMENJIJIKKAN INI."

Amaryllis terlihat shock, ia tak menyangka Rosela juga jatuh cinta pada Roman. Jika ia tau ia akan dengan suka rela memberikan Roman dan membiarkan sahabatnya itu berbahagia. Sungguh Amaryllis sangat menyayangi Rosela. Ia tak marah sedikitpun meski Rosela berniat merebut Roman, ia malah merasa bersalah karena tak tau isi hati sahabatnya.

"DOSA APA YANG ROSELA LAKUKAN HINGGA KAMU MENGHANCURKAN SEDALAM INI. AKU MEMOHON MAAF ATAS TINDAKAN ROSELA TERDAHULU! TOLONG LEPAS ROSELAKU DIA SUDAH BANYAK MELALUI PENDERITAAN. AKU MOHON LUKE. LEPAS ROSELAKU. JANGAN SAKITI DIA LAGI." Avaluna menangkup tangannya, tangisnya sudah pecah. Ia tak sanggup melihat Rosela menderita lebih jauh lagi.

"Aku minta maaf, aku hanya berusaha mempertahankan kebahagiaan Amaryllis. Aku hanya berusaha menyingkirkan para hama yang mengganggunya. Apa aku salah?" ucap Luke mencoba menghindari setitik rasa bersalahnya yang mulai membesar. Sungguh meski ia mengharapkan hancurnya Rosela, namun saat menghadapi kehancuran itu, ia tak mampu berdiri dengan tegak atau bahkan berbahagia. Hanya ada rasa kosong.

"Jadi semua ini karena Amary? Sungguh Amary akan memberikan Roman pada Rosela jika itu yang dia sukai. Amary juga gak pernah berharap Kak Luke menyakiti Rosela seperti ini! Amary gak nyangka Kak Luke sejahat ini! Kakak sungguh bejat!" Amaryllis menatap Luke dengan mata yang sudah berlinang. Bahkan Liliana sudah merangkul bahunya ikut menangisi nasib naas Rosela karena putranya.

"LUKE RIEGO CANAVARO!" Panggil Morvan Canavaro itu dengan nada yang sangat dingin. Ia meraih bahu putranya, kepalan tangan Tuan Canavaro itu menghantam wajah Luke hingga pria itu tersungkur. Tak ada yang berniat menolongnya, bahkan Liliana istrinya memilih memeluk Amaryllis, mereka semua kecewa dengan Luke.

"BRENGSEK! PAPA GAK PERNAH MEMBESARKAN PUTRA YANG GILA SEPERTIMU! APA KAMU GAK PERNAH BERPIKIR JIKA IBUMU DAN AMARY ADALAH PEREMPUAN! KENAPA KAMU TEGA MENGHANCURKAN PEREMPUAN LAIN! AKU SUNGGUH MALU MEMILIKI PUTRA SEPERTIMU. BAHKAN SAMPAH PUN LEBIH MULIA DARIPADA DIRIMU." Tuan Canavaro memukul sekali lagi Luke.

Pria itu tak membalas dan menerima kemarahan Papanya.

Morvan bangkit, lalu menepi. Ia masih terengah. Tak jauh dari mereka terlihat Roman dan Kanna yang mematung. Sepertinya mereka mendengar pembicaraan dari awal. Terlihat kepalan Kanna dan Roman sama kuatnya.

Roman menghampiri Luke yang terduduk. Ia meraih kerah kemeja Luke. Kepalan tangannya menghantam wajah Luke, ia juga menyerang perut dan area tubuh pria itu.

"BANGUN BAJINGAN! SIAL! GUE MENGHORMATI LO SEPERTI KAKAK GUE SENDIRI! TERNYATA LO CUMA PRIA SAMPAH DAN BANJINGAN!"

"BANGSAT LO HANCURIN ROSELA, LO BUAT DIA SEHANCUR ITU. LO MASIH BISA NGOMONG KALO LO LAKUIN INI DEMI AMARY? LO PIKIR GUE BODOH! LO LAKUIN ITU KARNA EMANG LO BEJAT. LO LAKUIN ITU KARENA LO MAU DIA JADI PEREMPUAN PENGHIBUR LO TANPA BIAYA! LO MAU ROSELA TUNDUK DAN MAKAI ROSELA SEMAU LO! HARUSNYA GUE SADAR SEJAK AWAL! LO EMANG UDAH BENCI SAMA ROSELA DAN MAU NGEHANCURIN DIA!" Roman terengah, ia melepas Luke yang terlihat mengenaskan.

Kanna ikut mendekat setelah Roman menyingkir. Ia berjongkok dihadapan Luke. Kanna terkekeh miris. Ia harusnya sadar sejak keanehan Rosela disaat magang. Namun ia memilih mempercayai perkataan bohong perempuan tersebut.

"Bajingan! Gue bakal pastiin lo gak akan bisa menyentuh Rosela lagi setelah ini! Evesa berada dibalakang nama gue bukan tanpa alasan!" Kanna tak memukul Luke sama sekali. Ia menatap tajam menembus netra Luke yang sama tajamnya. Kanna terlihat sangat marah, bahkan mereka tak pernah tau Kanna bisa semenyeramkan ini. Pasalnya pria murah senyum dan ramah itu hampir tak pernah menunjukkan emosi kemarahan. Rosela mampi menggerakkan pria itu untuk menunjukkan taringnya.

"Gue pastiin lo bakalan menyesal seumur hidup Canavaro!" Tekan Kanna sekali lagi. Lalu berdiri, mereka satu persatu mulai meninggalkan Luke yang terduduk di koridor rumah sakit.

"Mama kecewa sama kamu Luke! Mama menyayangi Rosela sama seperti Amaryllis. Apa kamu gak melihat gadis itu sangat menderita dari lama! Kamu tega ngehancurin masa depan dia! Sungguh Mama menyesal pernah melahirkan putra sepertimu!" Liliana pergi menyusul Amaryllis. Bahu kedua wanita itu bergetar. Tak menyangka dengan tindakan gila Luke selama ini.

Avaluna berdiri paling akhir. Ia menatao Luke yang tak berniat berkata apapun.

"Kamu tau Luke. Sebelum kamu menghancurkan Rosela, kehidupannya sudah lama hancur. Semoga kematian lekas menjemputmu!" Avaluna pergi meninggalkan pria itu.

Luke menatap kosong. Ia tak pernah menduga semua akan sehancur ini. Ia berpikir dengan melindungi Amaryllis dan membuat jalannya mulus, saudarinya itu akan bahagia. Ia hanya terus membenci Rosela yang memanfaatkan Amaryllis dan mencoba menjauhkan Rosela. Amarahnya memuncak saat Rosela berusaha menggoda Roman. Naas, ia mengabaikan moral dan memilih berlaku bejat.

Bahkan kini ia mengecewakan seluruh keluarganya. Membuat semua orang sakit hati karena tindakan bejatnya.

Luke tak pernah berpikir panjang, jika perbuatannya akan menghadirkan janin, yang kini ikut pergi karena dosanya. Ia sudah membunuh calon anaknya sendiri. Luke semakin merasa bersalah. Harusnya ia berhenti sejak awal dan hanya memperingatkan Rosela.

Semua sudah menjadi bubur, semua orang sudah kecewa dengan tindakan jahatnya.

Bahkan Rosela harus kembali menanggung rasa sakit karena dirinya. Ia seolah dihantam palu berulang kali. Menekannya agar sadar dengan kesalahan yang ia lakukan selama ini.

"Kenapa semua jadi seperti ini."

"Rosela...." lirih Luke.

***

Bersambung

Jangan lupa klik follow, vote dan komen. Serta tambah cerita ini ke reading list kalian.

Happy reading.

Follow ig : minniemalies

tiktok : minniewine

wattpad : minniewine

karyakarsa : minniewine

Rosela (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang