dua puluh tiga (+)

28K 614 56
                                        

BAB 23 (+)

Rosela melangkah menyusuri ruang-ruang kamar kediaman Canavarro. Ia akan menuju area tangga, tiba-tiba lengannya ditarik hingga masuk kedalam sebuah kamar bergaya maskulin. Pintu kamar tersebut tertutup rapat, tubuh Rosela ditekan hingga punggungnya menyentuh dinding, pria yang menariknya memblokir akses lari Rosela.

Wanita itu yang tak siap ikut terseret arus, kini pria yang menariknya sudah memonopoli bibirnya. Mencium dengan kasar dan menuntut. Rosela mencoba memukul Luke, namun lengannya ditahan disamping kepala. Pria itu mengapit kakinya membuat Rosela kesulitan untuk melawan. Ia dipaksa mendongak, menerima pangutan Luke. Jarak tinggi mereka memaksa untuk saling mendongak dan menunduk untuk menemukan lembutnya bibir masing-masing lawan.

Kenapa? Kenapa ia harus kalah lagi. Luke mecium bibirnya dengan kasar. Pria itu bahkan menggigit bibir Rosela ketika tak mendapat balasan. Tatapan tajam Luke menembus netra Rosela. Menuntut wanita itu agar tunduk pada kuasanya.

Pangutan menuntut dari Luke memaksa Rosela kembali tunduk, Luke meremas payudara Rosela, membuat wanita itu melenguh mempermudah lidah Luke mengakses rongga mulut wanita itu. Luke terlihat sekali menuntut Rosela, pria itu tak membiarkan Rosela beristirahat.

Tubuh Rosela diangkat, dengan bibir yang masih saling bertaut, kakinya melingkar pada pinggul Luke, lengannya memeluk erat Luke, menahan diri agar tak jatuh saat pria itu mengangkatnya berpindah tempat.

Luke meletakkan Rosela duduk pada meja nakas. Membuat kepala mereka sejajar, Luke melepas dengan mudah pakaian bawah Rosela, menyingkap bajunya, lalu tanpa pemanasan lebih lama lagi, pria itu membenamkan kejantanannya, membuat Rosela menjerit tertahan, kewanitaan yang lembab itu dipaksa menelan kejantanan Luke. Rasanya gila, Luke selalu merasa puas dengan milik Rosela. Ia selalu ingin terbenam dalam lembah hangat wanita itu.

"Hick.... Luke, sakit..." Ringis Rosela, ia mencengkram erat punggung Luke untuk melampiaskan rasa sakitnya.

"Unghh.... Rosie, ini nikmat. Kewanitaanmu sempit dan candu anghh...." desah Luke yang sudah mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur, membenamkan kejantanannya semakin dalam, tak membiarkan Rosela lepas dari kendalinya.

Kali ini Rosela tak menikmati persetubuhan Luke, meski pria itu sudah menusuknya berulang kali. Rosela hanya merasakan nyeri diarea perut bawahnya disetiap pria itu menghentaknya. Kenapa rasanya semakin menyakitkan. Biasanya persetubuhan mereka akan berakhir dengan Rosela yang menikmati meski dengan paksaan, kali ini berbeda. Perutnya semakin sakit, bahkan ia mulai meringis tak tahan, mencoba mencengkram Luke agar menghentikan permainannya.

"Luke akhh.... please berhenti.... it's hurt..." Rosela meremas apapun, bahkan ia mencakar Luke agar pria itu menghentikan hentakan kuatnya.

"Nikmati saja permaian kita Rosie, sakitnya hanya diawal seperti biasanya, unghh...."

Luke masih tak memperdulikan permintaan Rosela, ia terus menghentak dengan kuat, menikmati lembah hangat Rosela. Pria itu yakin Rosela akan menikmati permainan mereka nantinya. Seperti yang sudah biasa mereka lakukan. Namun hingga beberapa saat Rosela terlihat semakin kesakitan, Luke merasa semakin aneh.

"Luke, please.... ini sungguh sakit.... aku gak kuat..."

"Aku mohon berhenti, Hick.... perutku sangat sakit Luke...." adu Rosela, ia menahan tubuh Luke, kepalanya sudah pening. Keringat dingin bahkan sudah membasahi wajahnya. Sungguh, ia tak bohong mengenai perutnya yang terasa nyeri hebat. Bahkan sakitnya melebihi saat ia mengalami menstruasi hari pertama.

"Sakit.... Luke...." ringis Rosela, ia mencengkram area perutnya yang terasa nyeri hebat.

Pria itu juga merasa semakin tak beres, ia merasakan kulit Rosela yang dingin, Luke menatap wajah Rosela yang juga terlihat sudah pucat. Ia menangkup wajah Rosela, menepuknya perlahan, pandangan Rosela terlihat tak fokus. Luke mulai menarik dirinya, merasa kejantananya basah, ia menatap area inti mereka.

Rosela (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang