Btw, minnie ada draf cerita baru. Tapi masih belum tau bakalan jadi #minnieseries3 atau masuk ke short story Hot Journey.
Happy Reading guys.
Gimana masih setia di tim
Rosela X Luke
Atau beralih ke
Rosela X Kanna
BAB 27
Setelah mendapatkan perawatan selama beberapa hari, Rosela akhirnya bisa kembali pulang. Tuan dan Nyonya Canavaro menawarkan rumah tinggal yang lebih layak atas nama Rosela. Namun, ia masih menolak. Sulit baginya percaya lagi, menerima pemberian secara cuma-cuma, apalagi dengan nilai besar. Ingat, keluarga angkatnya yang awalnya terlihat sangat mengasihi dan memberikan segalanya secara cuma-cuma kini berbalik menjadikannya sapi perah dengan dalih ganti rugi selama menghidupi Rosela yang tak seberapa itu.
Lagipula ia juga merasa lebih nyaman tinggal di kos ini, karena ada Avaluna sebagai teman kosnya. Ia sulit pergi setelah kos miliknya menjadi saksi bisu perjuangan, bangkit, jatuhnya Rosela selama ini.
Rosela membuka makanan yang diberikan oleh Liliana tadi. Ia menatap makanan tersebut dengan minat. Namun, ia merasa seperti ada sesuatu yang kurang. Rosela menginginkan sebuah jus buah. Ia meraih uang dua puluh ribu dari dalam dompetnya, kebetulan tidak jauh dari kosannya ada penjual jus buah. Perempuan itu beranjak, ia keluar dari kamar kosnya.
Langkahnya lebih ringan setelah mendengar jaminan dari Morvan bahwa dirinya tidak akan membiarkan Luke berlaku semena-mena lagi, dan menjamin keamanan Rosela dari putranya. Jika diminta bertanggung jawab secara hukum, Canavaro akan sulit disentuh, ada ratusan orang yang bergantung pada perusahaan tersebut, saham bisa turun dan pemecatan phk akan terjadi. Lagipula Rosela juga tak tega jika banyak orang yang akan mendapat dampak atas sekandal mereka.
Rosela keluar dari gerbang kos, baru beberapa langkah ia pergi. Kakinya harus terhenti, saat melihat dua orang pria berbeda usia tengah menghalangi jalannya. Matanya terbelalak, mengenali sosok tersebut. Sial, kenapa mereka kemari, dan bagaimana mereka bisa kemari bersama. Rosela berniat pergi, mengabaikan kehadiran mereka. Tangannya sudah ditahan oleh pria tua itu.
"Mau kemana kamu Rosela!" suara itu, Rosela hapal. Pria tua yang selalu membuat hari-hari dirumah mereka dulu hingga kini menjadi gaduh. Rudi - Bapak angkat Rosela. Tak lupa dengan putra pertamanya yang sama-sama brengsek, siapa lagi jika bukan Arvan ikut menghalangi langkah Rosela.
"Kalian mau apa lagi? gak cukup kamu dan Bapak mengusik kehidupanku?" sahut Rosela dengan muak.
"Bagi duit kayak biasa, kali ini Bapak juga butuh duit." Arvan menjulurkan tangan kanannya pada Rosela, seperti biasanya mereka hanya akan mengganggu Rosela ketika membutuhkan uang.
"Gak ada! bukannya kemarin udah. Aku udah ngasih Ibu uang bulanan seperti biasanya." Rosela tak terima, ia baru satu minggu yang lalu mengirim uang pada Samira ibu angkatnya. Kini Bapak dan anak itu sudah kembali memalaknya.
"Udah habis, tinggal ngasih duit apa susahnya, sih!" Bapak angkat Rosela sudah tak sabar meladeni basa basi putri angkatnya.
"Benar! Harusnya lo tau balas budi Kak. Keluarga gue udah dengan baik hati mungut lo dari panti dan ngasih lo makan sampai sekarang. Lo mau lupa sama jasa kami." Arvan berucap dengan ringannya.
Padahal sudah jelas, banyak sekali yang sudah Rosela berikan. Baik itu uang maupun tenaga. Baru selepas SMA Rosela bisa keluar dari rumah laknat itu, namun kebebasan Rosela tak sebanyak itu. Perempuan itu masih dibayang-bayangi oleh keluarga angkatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosela (On Going)
Nouvelles#MINNIESERIES2 BLURB Rosela, sebuah nama yang indah. Namun tidak seindah kisahnya. Rosela terjebak dengan kejahatannya sendiri. Rasa iri memang hanya akan membakar diri kita sendiri. Begitupula dengan yang Rosela alami. Selalu iri melihat hidup sah...
