dua puluh satu (+)

27K 402 4
                                        

"Luke ugh.... astaga...." lenguh Rosela, tubuhnya bergoyang mengikuti irama hentakan dari Luke. Tangannya bertumpu pada sandaran ranjang. Dengan tubuh dalam keadaan menungging, Luke terus mengoyak dirinya penuh semangat.

"Ughh.... Rosie milikmu selalu nikmat anghh...." Miliknya terasa nikmat saat kewanitaan Rosela menjepitnya, memberikan sensasi pijatan dari dinding rahim Rosela.

"Sial, aku selalu kecanduan anghhh.... dengan kewanitaanmu akhh...."

"Aku tak akan membiarkan siapapun menikmati keindahan ini selain diriku!" Luke menciumi punggung Rosela. Menghirup aroma tubuh wanitanya yang selalu menjadi favoritnya. Ia tak akan membiarkan lelaki manapun menikmati pemandangan tubuh Rosela yang menggairahkan. Rosela hanya miliknya, tak ada yang boleh memilikinya selain Luke. akan ia pastikan hal itu.

"Hick.... Luke.... perlahan anghh...."

"Milikmu terlalu besar anghh... Luke aku mohon uhhh...."

"No. Rosie.... aku gak bisa perlahan jika milikmu terus meremas kuat punyaku unghh.... Anghh...."

"Nikmati saja ahh.... permainan liar kita ahhh..."

Tubuhnya bergerak memantul seirama dengan hentakan Luke. Posisi ini memang sangat menguntungkan bagi Luke. Tangan pria itu bahkan terus berkeliaran meremas payudara Rosela. Menyentuh setiap sudut kulitnya yang berkeringat.

Persetubuhan mereka terus memanas, tak ada sudut badan mereka yang luput dari sentuhan antar kulit masing-masing. Keringat keduanya bahkan melebur menjadi satu. Erangan, hentakan, saling berusaha untuk mencapai puncak kenikmatan yang mereka dambakan. Melupakan tujuan awal masing-masing, yang ada hanya satu tujuan yakni mencari pelepasan.

Luke meraih wajah Rosela hingga kepalanya tertengok, menyatukan kembali bibirnya dengan belah manis merona milik wanitanya, saling memangut, mencari saliva hangat yang menambah kesan panas permainan keduanya. Luke yang merasa semakin tak tahan membalik tubuh Rosela tanpa melepas penyatuan mereka.

Tubuh Rosela berada diatas Luke dengan pria itu yang duduk bersandar. Pinggulnya bergoyang seirama, tak peduli apapun lagi. Keduanya bergoyang saling menusuk, mengeratkan tubuh. Menikmati rasa panas yang membakar permainan keduanya tak kunjung mencapai puncak. 

Rosela meremas rambut Luke menyalurkan gairah yang semakin membara. Ia merasakan tusukan pria itu terasa semakin dalam dengan posisi demikian. Cairannya terus membasahi kejantanan Luke, mempermudah pria itu dalam bergerak, menghentaknya semakin dalam dan menusuk. Terlihat area perut bawahnya kini menonjol setiap kali kejantanan Luke menusuk semakin dalam.

"Unghh.... Luke, gak kuat anghh...." Rosela akan mencapai puncaknya. Luke bahkan semakin menggila, bibir Luke melumat putingnya dengan semangat. Ia bagaikan menyusui bayi singa, sedotan pada putingnya semakin kuat, seolah akan ada aliran susu yang keluar dari sana.

Luke melepas hisapannya, membuat puting Rosela membengkak dan menegang dengan warna merah yang indah. Tubuh wanita itu penuh dengan kissmark karya darinya. Terlihat sangat seksi dan menantangnya untuk terus dijamah.

"Tahan Rosie unghh.... jangan keluar dahulu anghhh..."

"Kita keluar bersama, unghhh tunggu aku akhhh...." Luke semakin menghentakkan pinggulnya, menggoyang kewanitaan Rosela. Bunyi tabrakan kulit mereka semakin nyaring, menyemangati keduanya untuk segera mencapai puncak. Tangan Luke turun menyentuh klitoris Rosela. Semakin membuat tubuh Rosela menggila.

"Hic.... Luke gak kuat nghhh..." Rosela memeluk tubuh Luke erat, ia tak tahan. Permainan Luke semakin menggila, kewanitaannya dikerjai dari depan dan belakang. Titik-titik rangsangnya terus pria itu sentuh, tangan Luke yang terampil terlihat hafal bagaimana cara memuakan Rosela. Kepala Rosela menelusup pada perpotongan leher Luke, menyembunyikan rasa pening kerena menahan pelepasan.

Rosela (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang