BAB 38
"Ekhm, sepertinya pembahasan kalian sangatseru sekali dengan Rosieku," ucap Luke yang mengandung makna tersirat, menekankan kata Rosieku agar membuat mereka sadar jika Rosela sangat berharga bagi Luke.
"Kami hanya sedang mengobrol ringan Tuan Canavaro, menyapa teman Kanna." Tuan Evesa terlihat mencoba bersikap ramah, menutupi kejadian barusan. Mereka pernah menjadi mitra dan Tuan Evesa sudah hafal bagaimana cara Luke bekerja dan membereskan pengganggu hidupnya.
"Obrolan ringan ya? benar begitu Rosie?" tanya Luke mencoba mengambil perhatian Rosela.
Rosela mengerti kode Luke, pria itu sepertinya sudah tau apa yang sebenarnya terjadi, Luke hanya ingin mengetes kejujurannya. Sepertinya tidak ada salahnya mengikuti permainan Luke kali ini. Jika Tuan dan Nyonya Evesa ingin berdrama, maka Rosela akan menunjukkan sekarang bagaimana menjadi pemain drama yang sesungguhnya.
Tatapan Rosela berubah menjadi sendu, "Mereka mengatakanku berteman dengan Kanna untuk memeras hartanya dan memintaku untuk menjauhinya, bahkan aku diberikan cek. Padahal aku gak kayak gitu, kan, Sayang?"
Kedua Tuan dan Nyonya Evesa terlihat menegang saat kalimat Sayang yang Rosela tekankan ketika memanggil Luke, mereka juga mulai menyadari jika Luke dan Rosela memiliki hubungan yang lebih. Putra mereka hanya menjelaskan tengah menyukai Rosela tanpa tau jika Rosela memiliki Luke disebelahnya. Pria Canavaro tak bisa dianggap remeh.
Dapat Rosela lihat urat nadi Luke yang menegang, bahkan tatapan Luke kembali marah, seperti saat Luke berhadapan dengan keluarga angkat Rosela. Makanlah apa yang kalian mau, ia juga ingin menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apapun dengan Kanna.
"Tuan Canavaro kami bisa menjelaskan, bukan begitu maksud kami. Kami hanya khawatir Kanna kurang tepat dalam memilih teman maupun pasangan." Anne yang lebih dulu menyela dan menjelaskan. Padahal sudah jelas, sepanjang apapun penjelasan itu tidak akan diterima oleh Luke.
"Tuan dan Nyonya Evesa saya harap ini adalah penghinaan terakhir yang kalian berikan apda Rosieku. Saya akan tekankan sekali lagi jika Rosie bukan perempuan murahan apalagi anak haram, dia perempuan istimewa. Sebelum menghina perempuan lain harap ajari putra anda untuk menjauhi Rosie. Jangan berlagak seperti malaikat didepan putra kalian tetapi menjadi iblis dibelakangnya."
"Saya mohon kalian bisa mengatur putra anda untuk menjauhi kami, jika saya mendengar penghinaan lagi dari Evesa, saya sendiri yang akan menuntut pertanggung jawaban atas mulut-mulut jahat kalian. Minta maaf pada Rosieku!" Tekan Luke, keadaan berbanding terbalik sekarang. Rosela bahkan mengusap lengannya berulang kali agar menahan emosi, Rosela sepertinya sadar jika tidak menahan dirinya, ia sudah menghajar kedua orang tua Kanna.
"Rosela kami meminta maaf atas perkataan kami tadi." Tuan Evesa yang lebih dulu bersuara, disusul dengan istrinya.
"Maaf." Hanya itu yang keluar dari mulut Anne, seolah merasa harga dirinya telah turun karena meminta maaf pada Rosela. Anne juga sadar Rosela mengejeknya sejak tadi karena tak bisa berkutik didepan Luke. Suaminya bahkan terus menahan tangannya agar tak memaki Rosela lagi.
Rosela enggan menjawab, ia tak sudi memaafkan hanya karena sebuah kalimat yang bahkan jauh dari kata tulus.
"Aku lelah Luke, lebih baik kita pergi menghampiri Mama, Papa, Amary, dan Roman, suasana disini mulai menyebalkan." Kembali Rosela mengeluh dengan manja, bahkan ia menyandarkan kepalanya pada tubuh Luke.
Luke yang sudah tak ingin memperpanjang urusan, mengikuti saran Rosela. Ia mengusap punggung Rosela yang terlihat lesu.
"Luke, sayang Rosie," ucap Liliana Canavaro ikut mengusap punggung Rosela. kedatangan kedua orang tua Canavaro, Roman, dan Amaryllis bebarengan dengan Kanna dan Scarlet yang juga baru tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosela (On Going)
Short Story#MINNIESERIES2 BLURB Rosela, sebuah nama yang indah. Namun tidak seindah kisahnya. Rosela terjebak dengan kejahatannya sendiri. Rasa iri memang hanya akan membakar diri kita sendiri. Begitupula dengan yang Rosela alami. Selalu iri melihat hidup sah...
