9 - Midnight's Call

484 38 3
                                        


Perjalanan di dalam mobil terasa lebih hidup dari yang Jaemin duga. Begitu mereka mulai meninggalkan area kampus, Baekhyun langsung membuka obrolan dengan nada ceria yang khas.

"Jadi, Jaemin," katanya sambil menoleh ke belakang dari kursi depan. "Changmin, bilang kau baru pindah ke lantai kosong di bawah kami. Kau tinggal sendirian?"

"Ya," jawab Jaemin pelan, merasa sedikit canggung. "Ayahku yang memilih apartemen itu."

"Oh, jadi Ayahmu teman ayahku?" tanya Taehyung dengan semangat, melirik Jaemin dari kursi sebelah Baekhyun.

Jaemin mengangguk. "Sepertinya begitu. Ayahku bilang Paman Changmin yang membantu mengurus semuanya."

Baekhyun menyeringai. "Paman Changmin, ya? Kau sopan sekali. Kami bahkan sudah lama berhenti memanggilnya seperti itu."

Taehyung tertawa kecil. "Ya, benar. Kalau kau sering ke lantai kami nanti, kau pasti akan terbiasa mendengar kami memanggilnya 'Changmin' saja, terutama Vernon."

Jaemin tersenyum kecil, merasa sedikit lebih nyaman dengan nada santai mereka.

"Lalu, kenapa kau memilih universitas di kota M?" tanya Taehyung, suaranya penuh rasa ingin tahu.

Jaemin ragu sejenak sebelum menjawab, "Karena jurusan komunikasi di sini cukup bagus, dan aku ingin mencoba tinggal jauh dari rumah... untuk mandiri."

Baekhyun langsung menoleh lagi, matanya berbinar. "Waah! Jadi ini pertama kalinya kau tinggal sendirian?"

"Ya," jawab Jaemin, merasa wajahnya sedikit memanas.

"Wow, itu pasti berat," timpal Taehyung, suaranya sedikit lebih serius. "Aku tidak yakin aku bisa melakukannya. Dan lagi aku tidak mungkin bisa tinggal sendiri karena itu berarti aku harus berpisah dengan Baekhyun. Itu akan aneh"

"Mm," Jaemin mengangguk, merasa lebih santai dengan perhatian mereka yang tulus. "Tapi sejauh ini aku masih membiasakan diri."

"Kalau butuh bantuan, bilang saja," ujar Baekhyun sambil tersenyum lebar. "Kami sudah cukup lama tinggal di sini, jadi kami tahu tempat-tempat bagus untuk belanja, makan, bahkan bersantai."

"Baekhyun benar," tambah Taehyung. "Kau akan terbiasa lebih cepat kalau ada kami. Dan jangan khawatir soal Jeno atau Vernon. Mereka mungkin terlihat sedikit... tegas, tapi sebenarnya mereka cukup baik."

Jaemin mengangguk lagi, meskipun ia tidak yakin bagaimana harus merespons soal Jeno.

"Ngomong-ngomong," kata Baekhyun tiba-tiba, matanya berbinar jahil, "kau punya hobi apa, Jaemin? Atau mungkin ada sesuatu yang kau suka? Game? Musik? Atau... orang?"

Pertanyaan itu membuat Jaemin langsung salah tingkah. "Eh, aku... Aku suka membaca buku atau menonton film-film karena aku suka menganalisa visual efek nya."

"Itu hobi yang bagus!" seru Taehyung, tampak lebih antusias dari sebelumnya. "Aku suka film juga. Genre favoritmu apa?"

"Sci-fi," jawab Jaemin, merasa sedikit lebih nyaman dengan topik ini.

"Sama!" seru Taehyung, membuat Jaemin tersenyum kecil.

Hyunjin, yang sejak tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara dengan nada datar. "Taehyung suka sci-fi, tapi dia tidak pernah menyelesaikan filmnya tanpa tertidur."

"Hyunjin!" protes Taehyung, tapi yang lain tertawa, termasuk Jaemin.

Obrolan ringan itu terus berlanjut sepanjang perjalanan, membuat Jaemin perlahan merasa lebih nyaman. Mereka bertanya tentang makanan favoritnya, tempat yang ingin ia kunjungi di kota M, hingga hal-hal sederhana seperti warna kesukaannya. Antusiasme mereka membuat Jaemin lupa akan rasa canggungnya, dan tanpa sadar ia mulai membuka diri.

F For Five || MobxJaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang