40 - Goodnight Kiss

338 14 3
                                        


Jaemin terbangun karena merasa panas di sekitarnya, ia mencoba untuk mencari remote AC masih dengan mata tertutupnya tapi ia sadar bahwa ia tak bisa leluasa menggeraknnya tubuhnya.

Jaemin mengerjapkan matanya mendapati dada Jeno tepat dihadapannya, punggungnya yang juga terasa panas ternyata berasal dari suhu tubuh Vernon yang mengapitnya. Ia akhirnya mencoba mennyingkirkan tangan Vernon dan Jeno yang mendekapnya dan sumber suhu panas di sekitarnya.

Setelah lepas dari dekapan mereka, akhirnya Jaemin bisa bangun dari tidurnya, Ia mengedarkan pandangannya dan melihat ruang kamarnya yang tidak seperti kamarnya. Akhirnya ia mengingat bagaimana perdebatan semalam bisa membawanya pada keadaannya sekarang.

Meskipun ia mengatakan pada dirinya bahwa ia ingin mencoba berada di pusaran api dari semua perasaan mereka, ia langsung disuguhkan dengan contoh nyata ketika mereka berdebat siapa yang akan tidur bersamanya malam tadi.

Flashback~~

Begitu mereka tiba di kamar Jaemin, mereka menyadari bahwa tidak ada kemungkinan mereka semua bisa tidur disana dan akhirnya dimulailah perdebatan paling kekanakan di antara mereka dan menjadi pertunjukkan sebelum tidur bagi Jaemin.

Ketika Jaemin menguap, mereka semua menghentikan perdebatannya, dan suara mereka turun secara drastis dan berubah menjadi berbisik.

'Jaemin lelah mendengar semua ocehanmu!' Geram Taehyung pada mereka semua.

'Daritadi kau yang paling banyak bicara, bodoh!' Balas Vernon menahan kekesalannya sambil berbisik.

'Uggh' Desah Jeno sambil memijt pelan pelipis matanya. Ia tidak menyangka ia ikut dalam perdebatan kekanakan ini sejak tadi.

Setelah itu semuanya diam dan saling bergantian menatap satu sama lain. "Sudah tenang semua?" Cetus Hyunjin yang sudah menyerah mengikuti perdebatan mereka sejak tadi.

"Kalau begitu, kita lakukan seperti biasa?" Lanjut Hyunjin yang tak menerima jawaban mereka. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan dengan bergantian mereka memilih angka 1 sampai 5.

"5" Ujar Jeno yang tak menunggu untuk memilih angkanya.

"3" Sahut Taehyung.

"2" Balas Baekhyun

"1" Sebut Hyunjin dan secara sadar Vernon hanya mengangguk menerima tatapan teman-temannya yang secara kolektif mengartikan bahwa ia mendapat nomor "4".

Setrlah itu semua perhatian mereka tertuju pada ponsel Hyunjin yang mengundi nomor mereka. Entah kenapa Jaemin pun ikut penasaran dengan hasilnya dan ikut berdiri di lingkaran mereka untuk melihat.

Helaan nafas serentak terdengar ketika angka 5 keluar dari undian dan Jeno hanya mengepalkan tangannya seakan sudah menduga hasilnya. Tak ada yang protes seakan hal ini sudah menjadi hal biasa bagi mereka

"Pilih satu lagi, Jaemin butuh seseorang di tiap sisinya agar ia tetap hangat." Cetus Taehyung dan diangguki oleh yang lainnya meskipun Jaemin sendiri hanya menatap mereka semua bergantian.

Perhatian semuanya kembali pada undian itu, dan berikutnya suara sorakan Vernon terdengar melihat undian itu berhenti di angka 4.

"Harusnya kita melakukan ini sejak tadi daripada berdebat sia-sia." Cetus Vernon yang mengabaikan wajah kecewa dan iri teman-temannya sambil berjalan kearah Jaemin dan mengangkatnya dengan sumringah.

Hyunjin dan duo kembar hanya bisa menghela nafas.

"Aku bisa menerima Jeno menang karena ia memang selalu punya peruntungan yang bagus tapi entah kenapa aku tak percaya Vernon yang akan kebagian setelah." Protes Baekhyun.

Jeno memasang wajah polos sambil mengangkat bahunya seakan ia sendiri tak tahu kenapa bisa begitu. Seakan memaksa mereka menerima kenyataan bahwa Jeno tidak pernah kalah jika itu bukan pilihannya.

Hyunjin mengalihkan perhatiannya kembali pada Vernon yang memeluk Jaemin. Ia pun merebut Jaemin dari Vernon dan membawanya ke dekapannya sendiri.

"Jaemin-ah. Aku tidak bisa menemanimu tidur malam ini. Apa kau bisa memberiku kompensasi?" Ujar Hyunjin sambil mengusel dagunya di kepala Jaemin.

Jaemin mengangkat kepalanya untuk dapat melihat Hyunjin, wajah polosnya seakan bertanya apa yang dimaksud Hyunjin.

"Karena kau sudah menerima kami semua, apa kau bisa sedikit memberiku ciuman selamat malam agar tidurku tetap nyenyak meskipun tidak bersamamu?" Terang Hyunjin menjelaskan maksudnya.

Keempat lelaki lain disana memperhatikan reaksi Jaemin atas permintaan itu.

Tanpa sadar, Jaemin justru mencari Jeno tanpa melepas dekapan Hyunjin, ketika ia menemukannya dalam pandangannya, ia terdiam tak tahu kenapa ia mencari Jeno. Tapi tentu saja Jeno menangkap maksud Jaemin meskipun Jaemin tak paham dengan dirinya sendiri.

Jeno mendekati Jaemin, dengan lembut ia mengusap kepala Jaemin.

"Tidak apa-apa. Jika kau belum siap, kami bisa menunggu..." Jeno yakin Jaemin mencarinya karena ia membutuhkan validasinya karena ia masih memproses hubungan mereka semua dimana dirinya diinginkan oleh lima orang dan mereka tidak masalah untuk membagi kasih sayangnya.

Jeno berpikir dalam dirinya, 'We don't need exclusivity among us, but it will be a different story for others.'

Dengan ucapan Jeno, Jaemin merasa sedikit tenang. Ia pun kembali menghadap Hyunjin dan memberikannya kecupan lembut di pipinya. Sederhana tapi Hyunjin tak mampu menahan senyum manisnya. Hal ini tentu saja tidak dibiarkan oleh si kembar.

"Jaemin-ie. Aku juga, aku juga." Desak Taehyung yang melepas Jaemin dari dekapan Hyunjin.

"Jangan lupa, aku juga." Tambah Baekhyun. Mereka berdua menyodorkan pipinya pada Jaemin.

Menyadari bahwa mereka semua terlihat baik-baik saja ketika ia mengecup salah satu dari mereka, Jaemin pun memberi kecupan lain pada Baekhyun dan Taehyung. Ia tertawa manis melihat reaksi mereka yang begitu senang hanya dari kecupannya.


To Be Continued...
Jangan Lupa Like and Comment nya ya~~
 


So, singkat cerita.. 

Yang sebelumnya aku pernah ngga update pas tahun baru gegara bantuin skripsi temen2 adekku. Ternyata mereka pada promosi ke teman-teman lain T-T. Rencana cuma joki dadakan eh ini malah jadi keterusan. 

Herannya mereka anak IT, aku yang anak Humaniora ngerjain punya mereka bingung kenapa bisa di terima dan revisinya cuma dikit. 

F For Five || MobxJaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang