41 - That Night

490 22 0
                                        


Melihat tiga orang temannya mengerubungi Jaemin, Jeno dan Vernon pun mengambil tindakan. Mereka mengambil Jaemin dan meletakkannya diantara mereka berdua.

"Kalian sudah dapat jatah malam ini, sekarang bagi yang kalah harap sadar diri dan kembali ke apart masing-masing." Ujar Vernon dengan ekspresi penuh cemooh sambil mempersilahkan mereka keluar dari apartemen Jaemin.

"Cih." Decak Taehyung, kesal dengan tingkah Vernon.

Taehyung, Baekhyun dan Hyunjin meski dengan wajah tidak rela tapi tetap berjalan menuju pintu.

"Tenanglah, semua ada masanya. Ahahaha." Tawa Vernon puas melihat wajah Taehyung.

Baekhyun yang berada disamping Taehyung dengan cepat menarik tangannya sebelum mereka melanjutkan perdebatan mereka lagi, tapi ia tidak lupa memberikan jari tengahnya pada Vernon.

Hyunjin ikut menyusul si kembar dan akhirnya kamar Jaemin kembali tenang, atau setidaknya sebelum Vernon mulai monolog untuk mengekspresikan kebahagiaannya dapat menghabiskan malam ini bersama Jaemin.

"Jika kau tidak menutup mulutmu juga, kupastikan kau juga tidak akan menemani Jaemin malam ini." Ucap Jeno dingin, menahan dirinya untuk tidak menendangnya dari apartemen Jaemin.

Seketika Vernon pun terdiam ditempat. Ia mengisyaratkan bahwa ia sudah menutup mulutnya. Ia kemudian dengan cepat mendahului menuju kamar Jaemin dan mempersilahkan mereka masuk mengikutinya. Namun kemudian ia terdiam di depam tempat tidur Jaemin.

"Hm..." Gumam Vernon sambil sedikit berpikir.

"Bukankah kalian pikir tempat tidur ini masih tidak cukup untuk kita bertiga?" Cetusnya kemudian.

Jeno ikut menatap tempat tidur Jaemin. Ia paham kenapa sebelumnya si kembar dan Jaemin bisa tidur bertiga disini. Tapi dengan postur tubuh Jeno dan Vernon, ia yakin selimut Jaemin bahkan tidak akan bisa menutup tubuh mereka semua.

"So, what are you implying right now?" Tanya Jeno, merasa curiga dengan maksud Vernon.

Vernon tersenyum penuh arti, mengabaikan pertanyaan Jeno dan langsung beralih pada Jaemin. "Uri-Jaeminn, Apa kau mau mengunjungi kamarku? Kau sudah pernah masuk ke apartemen Hyunjin kan? Tidak ada salahnya kau juga mengunjungi apartemenku kali ini. Kupastikan tempat tidurku lebih nyaman untukmu tidur." Ujar Vernon dengan mata menyelidik penuh harap untuk Jaemin menyetujuinya.

Jeno mengangguk pelan, tidak merasa ada masalah dengan usul Vernon karena memang ia tahu bagaimana ukuran tempat tidur Vernon. Tak hanya itu, ia mengira malam ini Jaemin akan mengalami sesuatu yang lebih baik dilakukn di tempat Vernon agar Jaemin tidak perlu repot membersihkannya sendiri.

Jaemin tampak seperti berpikir, tapi ia kemudian menguap. Membuatnya tak lagi ingin berpikir dan hanya mengangguk menyetujui usulan Vernon.

Mereka menuju lift bersama untuk naik satu lantai ke apartemen Vernon. Di dalam lift, Jeno melirik Vernon dan keduanya bertukar pandang, berkomunikasi untuk rencana yang sebenarnya tidak direncanakan tapi sama-sama mereka pikirkan.

Vernon mengangguk menangkap maksud Jeno. Mereka pun tiba di apartemen Vernon, Jaemin langsung terkagum dengan desain kamar Vernon. Ini kedua kalinya ia memasuki apartemen seniornya dan meskipun apartemennya bersebelahan tapi nuansa dalamnya sangat berbeda.

Apartemen Vernon di desain dengan gaya industrial, Jaemin sempat berpikir bagaimana dia merenovasi apartemen hingga dindingnya bisa dipertahankan kasar dan tidak seperti apartemennya atau apartemen Hyunjin.

Desain ini membuat ruangan Vernon terbuka antara satu sama lain, dan membuat Jaemin sudah dapat melihat tempat tidur Vernon yang memang terlihat lebih besar dibandingkan miliknya.

"Aku akan membiarkanmu menjelajahi apartemenku besok. Sekarang waktunya kita tidur, ada banyak hal yang perlu kita lakukan besok." Alih Vernon dan segera menuntun Jaemin ke tempat tidurnya.

Lokasi tempat tidur Vernon tepat di posisi terjauh dari pintu masuk, dengan furnitur di sekitarnya yang mengelilingi memberi space khususnya. Kini Jaemin merasa rasa kantuknya kembali begitu ia mencoba duduk di tempat tidur Vernon.

"Kau bisa mengambil posisi di tengah Jaemin, Kami akan memenuhi masing-masing sisimu." Ujar Jeno yang diangguki oleh Jaemin.

Jaemin membaringkan tubuhnya, ia merasa sangat nyaman dengan bantal Vernon yang begitu lembut. Ia langsung berpikir bagaimana sederhananya perlengkapan di apartemennya sendiri karena ia hanya membeli seadanya waktu itu tanpa memikirkan apa-apa. Kini ia juga menginginkan bantal selembut ini di kamarnya sendiri.

"Apa kau suka? Empuk kan?" Tanya Vernon yang ikut berbaring di kanan Jaemin. Jaemin mengangguk kuat setuju, ia menatap Vernon dengan bibir raut cemberut.

Vernon tertawa gemas melihatnya, "Aku akan membelikannya untukmu besok."

"Tenanglah Jaem. Kau pikir setelah setuju menjadi milik kami, kau masih akan tidur di apartemenmu terus?" Tambah Jaeno sambil menarik pinggang Jaemin dan memeluknya dari belakang.

Jaemin mengabaikan ucapan Jeno karena kini ia terdiam merasa sesuatu di perutnya ketika Jeno menariknya kedalam pelukannya. Ketika ia masih memproses tindakan Jeno, Vernon pun mendekat dan ikut mendekapnya dari depannya. Ia juga mengecup lembut dahi Jaemin.

Tak berhenti disana, Jaemin terkesiap ketika ia merasakan sensasi hangat di lehernya, namun suara Jaemin tertahan akibat ciuman Vernon yang menyambut bibirnya yang terbuka.


To Be Continued.. 
Jangan Lupa Like and Comment nya ya~~
 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

F For Five || MobxJaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang