part 20

9.2K 404 6
                                        


20. Zaujati?

Happy reading semuanya, semoga kalian suka. Jangan lupa vote dan komen nya ya? Biar tambah semangat🫶
3600+ kata buat kalian!

...

Malam minggu ini jadwalnya mukodimah, kata kak mila sekarang bagian asrama tujuh perempuan dan asrama sembilan laki laki. Di pesantren ini asrama laki laki jauh lebih banyak jumlah nya. 

Asya membenarkan kerudung hitam yang di pakainya. Berkaca pada pintu lemari milik hani, tak lupa dia menyemprotkan parfum. 

Saat tengah menunggu dira yang mengambil kitab, tiba tiba asya mengingat sesuatu. "Eh, asrama sembilan itu asrama nya ustadz haikal kan?" asya dengan polos nya bertanya. 

Kak mila yang kebetulan berjalan ke arahnya mengangguk. "Iya, kenapa memang nya asya? Saya perhatikan kamu akhir akhir ini, seolah tertarik dengan beliau" tanya kak mila penuh selidik. 

Seketika asya jadi salah tingkah, dia menggeleng dengan gugup nya. "E-enggak kok kak. Aku cuma tanya aja" asya menggeleng geleng. 

Hani dan dira terkikik melihat ekspresi asya yang tampak salah tingkah, tak lupa pipinya yang memerah. "Lagian gak papa juga kali kak. Kan asya keluarganya" sahut dira membela. 

Kak mila melipat bibirnya dan mengangguk. "Yasudah, saya duluan ya. Kalian cepat ke aula, jangan sampai telat" pesan kak mila dan dia berangkat lebih dahulu. 

Asya menghembuskan nafasnya dengan lega. Keberadaan kak mila seolah membuatnya kesulitan bernafas, takut jika dia curiga padanya. 

"Aku sudah siap. Ayo" 

Asya dan kedua temannya keluar dari asrama, kebetulan mereka berpapasan dengan fitri yang baru turun dari lantai atas dan segera bergabung. 

"Kalian udah siap? Ayo berangkat" seru gadis itu menarik dira. 

Biasalah, setelah kenal cukup lama kini dira dan fitri sudah sangat akrab. Malahan saking seringnya bersama, mereka di juluki kakak beradik beda orang tua. 

Dengan satu baris berdua, keempat orang itu melenggang menuju aula. Bersama santri yang lain yang juga akan kesana. 

Sampai di ujung masjid, terlihat haikal yang baru keluar dari dalam masjid. Dengan sorban tersampir di bahu, memakai kopiah hitam yang tak seluruhnya menutupi rambut. Ada beberapa rambut depan yang tergerai di luar, masih terlihat basah dan licin. 

Sangat tampan! 

Pandangan asya tak bisa berpaling dari wajah tampan itu, dia melirik haikal pun sebaliknya haikal juga memandanganya. Beberapa detik tatapan keduanya tampak intens, sebelum asya yang memutuskan lebih dahulu. 

Dia tak kuat jika terut menerus harus memandang wajah tampan idaman itu. Hati nya bisa bisa meleleh tak tersisa lagi nanti. 

Haikal menyunggingkan senyumnya melihat wajah memerah istrinya. Kepalanya tertunduk menyembunyikan senyum, seraya membenarkan peci nya. Masuk ke dalam aula lewat pintu khusus santri wan. 

Saat malam minggu semua santri di kumpul dari kelas satu sma atau kelas 5 sampai kelas sepuluh. Bahkan bisa sampai dengan ustadz bahkan gus nya ikut berkumpul di sana. 

nyantri bareng suami Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang