part 31

5.9K 355 5
                                        

31. Berubah

...

Asya menyiapkan alat mandi nya cepat. Mengambil handuk, baju ganti dan juga cucian nya yang tak terlalu banyak. Bersama hani dia menunggu giliran di teras asrama.

Namun sesuatu yang aneh terjadi, rasa penghakiman yang mengerikan. Iya, asya merasa di musuhi oleh banyak orang. Tatapan mereka seolah memelotot ganas seperti zombie yang mau memangsa.

Mereka juga meluncurkan sindiran sindiran kejam yang menyayat hati nya sampai terluka. setiap penjuru asya memandang rasanya pandangan  mereka mengarah tajam padanya.

Membuat asya takut sampai menundukan Kepalanya. Tangannya yang berkeringat dingin, meremas pakaian yang digunakan. Kaki nya yang tadi berpangku kini menekuk rapat.

Hatinya yang tadi ceria mendadak mendung seperti awan hitam yang hendak hujan. Air mata mulai menggenang di matanya saat ucapan mereka menghunus tajam.

Santri baru itu?”

“Iya, mentang mentang cantik seenak nya ngeluarin mila sama jena”

“Bayangkan aja. Mereka yang sudah bertahun tahun mengabdi disini mencari ilmu, harus terlempar mengenaskan dengan cara yang memalukan hanya karena kedatangan santri baru yang bahkan belum setahun itu”

“Iya, kasian banget kak mila harus keluar dengan cara begitu. Aku gak terlalu percaya sama tuh omongan si asya, tapi sampe dibela habis habisan sama ustadz haikal”

“bener banget, aku juga dari awal gak suka sama tuh orang. Kayak sok cantik banget, mentang mentang punya wajah glowing dia bertingkah kayak udah lama disini”

“Firasatku dia nakal begitu cuma mencari perhatian gus arkan sama ustadz haikal dan yang lainnya. Aku juga sering lihat tuh anak curi curi pandang sama ustadz ustadz disini”

“Jangan kan kita. ustadzah limah aja gak suka sama si asya, pernah sandalnya dibawa sama tuh anak.”

“Oh ya?”

“Iya, aku denger sendiri dari ustadzah limah. Sejak itu aku jadi gak respect sama dia”

“Waktu Itu juga kan yang malam minggu, ustadz haikal digodain sama si asya kek nya.”

“beneran? Kalau iya makin gak suka sama tuh orang”

“Tapi heran nya tuh, fatim masih mau temenan sama orang kayak gitu. Sampe pindah ke asrama satu cuma buat gantiin mila”

“Dia kan tunangannya ustadz apip. Ustadz apip sahabat bya ustadz haikal, Jadi ya gitu. Kalau kata aku mah, dia terpaksa kayaknya ngelakuin itu”

“Nanti kita coba bicarain lagi deh sama dia, buat jauhin orang gak bener itu”

tanpa terasa satu air mata jatuh pada pipinya, asya cepat cepat mengelapnya. Dia semakin merunduk memainkan jari jari kakinya, berusaha untuk terlihat tegar.

Hani yang menyadari hal itu menoleh pada asya, tangannya bergerak merangkul pundak gadis itu. Menepuknya pelan saat tahu bahu kecil Itu bergetar menahan tangisnya.

“Gak usah di dengerin sya, omongan mereka emang gitu. Jahat, kayak gak punya hati” ujar hani.

Dia menatap sekelilingnya dengan tajam, banyak santri santri yang mencibir asya. Bahkan kebanyakan santri senior yang sudah lama berada disana.

nyantri bareng suami Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang