epilogy

3.5K 166 10
                                        

Setiap orang pasti akan merasakan kehilangan meski mereka sangat tak menginginkannya.
.
.
.

Happy reading

Pemakaman berjalan dengan lancar. Banyak orang yang melayat dan mendoakan sang bunda. Termasuk bibi rumi yang datang jauh jauh dari kampungnya.

Di depan gundukan tanah merah dengan batu nisan yang bertuliskan nama bunda nilam, asya terduduk disana. Pandangannya kosong ke depan, menatap kuburan baru itu dengan hampa.

Hidupnya hampa, pergi nya sang bunda dari hidupnya seperti pelangi yang kehilangan warnanya. Tanah itu masih merah, tanda sang bunda baru saja tidur untuk selamanya.

Orang orang sudah mulai pergi berlalu meninggalkan lokasi pemakaman. Hanya tinggal asya, haikal dan syarif yang masih setia disana.

“Bunda yang tenang disana ya? Jangan khawatirin asya. Sekarang bunda udah gak sakit lagi” asya mengelus nisan itu.

mereka duduk berdampingan, asya yang bersandar pada suaminya.

“Kamu harus ikhlas sayang, supaya bunda tenang disana” nasihat haikal.

“iya” asya bergumam.

Meski terlihat tegar nyatanya syarif sama hancurnya seperti asya. Dia baru kembali menemukan cintanya, warna hidupnya, sekarang dia kembali kehilangan warna itu.

Dulu nilam adalah tujuannya, sekarang tujuan itu sudah tiada. Mungkin setelah ini dia hanya akan menjalani hidup sebaik mungkin sebelum di panggil oleh sang pencipta dan menyusul istrinya.

“Kita pulang ya?” Bujuk haikal.

Mereka sudah satu jam disana, hanya berdiam diri dan mendoakan. Cuaca dingin, langit mendung walau tak hujan. Seolah menggambarkan suasana mereka yang kehilangan hari ini.

Asya mengangguk, dengan haikal yang menopangnya wanita hamil itu berjalan pelan menuju mobil. Langkah nya pelan dan terseok, lemas tak bertenaga.

Mobil hitam yang mereka kendarai melepat meninggalkan area pemakaman. Asya masih setia memandangi tempat peristirahatan sang bunda, meski tak terlihat dan semakin jauh menghilang dari pandangannya.

Selama perjalanan semuanya diam membisu, tidak ada yang ingin berbicara. 39 menit berlalu dan mobil itu sampai di depan rumah bunda nilam dulu.

Mereka akan mengadakan tahlilan sampai tujuh malam untuk mendoakan sang bunda.

“Setelah ini ayah mau kemana?” Tanya haikal begitu mereka turun dan duduk di teras rumah.

“Ayah akan pergi dulu ke kampung untuk mengambil beberapa barang, niatnya mau menetap di jakarta. Ayah sudah mendapat pekerjaan meski bukan yang bagus” jawab syarif.

“Biar tidak jauh kalo mau ketemu bunda” Lanjutnya dengan tenang.

Haikal mengangguk. “Iya haikal setuju. Kalau bisa ayah jangan terlalu jauh dari sini, biar kalau kami ingin menjenguk bisa langsung” kata haikal.

Helaan nafas terdengar sebelum kata selanjutnya terdengar. “Asya sedang hamil yah” dia memberitahu kabar gembira ini.

Entah situasi ini tepat atau tidak, syarif harus tahu.

Syarif menoleh, bibirnya tersenyum sampa matanya yang berkerut menyipit. “Benarkah? Selamat kalau begitu. Ayah senang mendengarnya” senyum pria itu.

Dia senang bukan main, namun dia tak bisa mengekspresikannya.

“Disaat kita ditinggal pergi oleh bunda, allah ganti dengan sesuatu yang baru.”

Benar, itu yang haikal tangkap atas kejadian ini. Allah selalu tahu apa yang dibutuhkan hambanya, bukan berarti mereka tak membutuhkan sang bunda namun allah tahu bahwa bunda nilam sudah selesai melewati ujian nya.

Jika manusia selesai dengan ujian nya didunia, apalagi yang ditunggu? Kenikmatan didunia yang tidak adil ini? Allah lebih tahu nikmat mana yang sesungguhnya harus di nikmati oleh hambanya yang soleh.

Kematian itu membawa kebaikan, mengakhiri penderitaan sang bunda dan menghentikan rasa sakitnya. Kini bunda nilam tenang di alam sana, haikal, asya dan syarif akan selalu mendoakan nya dari atas sini.

-END-


Hallo semuanya, aku glova.
Terima kasih sudah menemani perjalanan panjangku menyelesaikan cerita ini. Aku harap ini bukan akhir dari kalian untuk tetap menemaniku bersama cerita ceritaku selanjutnya.
Banyak kisah yang ingin ku tulis, entah hanya sebuah karangan tanpa makna atau tulisan yang penuh pelajaran.
Banyak hambatan yang menemani perjalananku, namun berkat kalian aku sukses menyelesaikannya.
Aku yakin di perjalanku yang masih panjang, terjangan itu semakin berat dan hebat. Namun aku berpegang pada kalian dan yakin bahwa akhirnya akan tetap sukses.
Cerita ini aku persembahkan untuk kalian, masih banyak kekurangannya dalam banyak hal.
Aku meminta maaf untuk ketidaksempurnaan yang tak bisa kuberi, tapi mari kita berjalan sama sama.
Aku akan terus belajar dan mengasah nya, jangan sungkan untuk memberiku kritik jika aku salah.
Aku akan menerimanya dengan senang hati, selagi teguran dan kritik itu masuk akal. Justru itu cara kalian mengungkapkan kasih sayang yang membantu ku lebih terarah.
Tidak banyak hal yang bisa ku ucapkan, apapun itu aku berterima kasih sekali.

Salam cinta, dari penulis bertinta
Glova R.M~

____________________________________________________

Jika kalian tidak suka dengan endingnya, kalian bisa membaca NBS versi ending yang berbeda di karya karsa.

Jika kalian tidak suka dengan endingnya, kalian bisa membaca NBS versi ending yang berbeda di karya karsa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- ini akun dan judulnya

Aku tekan kan ya, tidak ada paksaan dalam hal ini.
Kalian mau membelinya atau tidak itu terserah, tidak ada paksaan sama sekali.

Dan sebelum banyak pertanyaan yang masuk, aku akan memberi alasan kenapa aku menyimpannya disana.

Alasannya:
Aku mempublikasikan cerita sudah banyak, dan ini bukan yang pertama. Sudah lebih dari sepuluh cerita yang aku terbitkan dan semuanya memang memiliki hidden yang aku simpan di karya karsa.
Kedua, ini mungkin sebagai sedikit apresiasi dari para pembaca tercinta untuk penulis.
Ketiga, aku sengaja memisahkannya agar tak bercampur dan membuat alur kacau.

Mohon di mengerti ya, tapi aku tekan kan sekali lagi. Tidak ada paksaan dalam membeli, jika kalian membelinya aku sangat berterima kasih dan selamat membaca dengan ending yang berbeda. Semoga tidak mengecewakan kalian.

Untuk memperingannya, aku membuat voucher bagi yang membeli.
Kode nya: Nbs123

Terima kasih atas perhatian kalian tercinta, aku sungguh berharap atas pengertiannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

nyantri bareng suami Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang