Dari awal, apa yang kita miliki bukan lah milik kita, termasuk diri kita.
.
.
.
Happy Reading
Di hari senin yang cerah, pagi pagi asya sudah wara wiri di dapur menyiapkan bekal masakan. selain untuk menjenguk sang bunda ke rumah sakit, hari ini juga hari pertama haikal bekerja setelah di terima di sebuah perusahaan ternama.
Menyambut hal itu, asya menyiapkan sarapan special untuk suaminya. “Mas, udah siap?”
Haikal baru keluar setelah suara sang istri terdengar. Dengan pakaian rapinya, dia menenteng tas kecil ditangannya.
“Sudah” jawab haikal.
Suara langkah kaki yang mendekat membuat asya menoleh, dia tersenyum melihat penampilan rapi suaminya. Tangannya dengan telaten menggulung telur di teflon.
Lalu memotongnya dengan ukuran lima senti, dia sajikan di atas nasi goreng special buatannya.
“Wangi” puji haikal begitu asya datang dengan tangan yang membawa dua piring nasi goreng special.
Asya belum terlalu mahir memasak, karena itu dia hanya mampu memasak nasi goreng yang sudah di jamin rasanya.
“Ini mas sarapan nya. Kamu mau aku seduhkan susu atau teh?” Tawar gadis itu.
“Teh saja.”
Asya segera membuat teh hangat permintaan haikal. Bekal pria itu sudah dia kemas di kotak lunch di dalam paper bag kecil.
“Kamu semakin pintar memasak. Ini enak sekali” haikal kembali memuji keahlian istrinya yang meningkat.
asya tersipu malu, namun tak urung bangga pada kerja kerasnya. “Terima kasih mas. Kamu harus ajarin aku lebih banyak lagi” balasnya.
Haikal mengangguk di sela kunyahannya. “Pasti mas akan mengajari kamu. Selagi mas mampu, apapun itu asal bukan keburukan” dia tersenyum.
Keduanya sangat menikmati sarapan pagi, namun bau tak sedap tiba tiba tercium oleh hidung asya. Wanita itu bangkit kemudian berlari ke kamar mandi dengan tangan yang menutupi mulutnya.
Haikal terkejut dan panik, segera menyusul istrinya ke kamar mandi.
“Kamu gak papa sayang?” Tanya nya khawatir.
Asya tak menjawab, masih mengeluarkan isi perutnya yang baru diisi. Haikal kembali untuk mengambil air, Lalu menyodorkan nya pada sang istri.
Asya meraih gelas itu dan meneguknya hingga tenggorokannya terasa nyaman.
“Kamu kenapa sayang?” Haikal bertanya sembari tangan yang memijat pundak istrinya.
Asya menggeleng lemah, tubuhnya yang tadi bertenaga kini lemas kehabisan energi akibat mengeluarkan isi perutnya.
“Gak tahu mas, akhir akhir ini aku jadi sering mual sama muntah muntah” Keluh asya bersandar pada tubuh besar pria yang menuntunnya duduk di sofa.
Bibir haikal diam namun otaknya berkata lain. Dugaan yang belum pasti benar itu keluar dari mulutnya.
“Kamu hamil sayang?” Tanya nya.
Nada suaranya kecil namun tampak exited. Haikal berjongkok Di depan asya dan menggenggam tangan wanita itu.
Asya mengerjapkan matanya, lalu menggeleng lemah. “Nggak tahu mas. Tapi aku udah telat dua minggu” akunya jujur.
Haikal menahan senyumnya, berusaha menahan perasaan senangnya yang membludak karena dugaan nya belum pasti.
KAMU SEDANG MEMBACA
nyantri bareng suami
Teen FictionBagaimana jadinya jika kita menikah dan masuk ke pesantren bersama sang suami? Itulah yang di rasakan Anastasya Sabila. Gadis yang sering di panggil asya itu menerima perjodohan sebagai bukti baktinya pada orang tua. Haikal Zayyan Atharrazka. Pria b...
