part 26

10.3K 541 191
                                        

"DARI PADA AIR MATA, SENYUM INDAH LEBIH PANTAS BERADA DI WAJAH CANTIKMU"-Haikal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"DARI PADA AIR MATA, SENYUM INDAH LEBIH PANTAS BERADA DI WAJAH CANTIKMU"
-Haikal

26• Surprise?!
...
...
...
..
...
...
Happy reading!
...

Mata asya berkaca-kaca, membulat dengan genangan yang mulai jatuh. Haikal tersenyum pada istrinya, sepeninggal fatim barulah dia menarik sang istri masuk ke dalam kamar itu.

Pintu kamar ditutup lalu haikal tarik asya ke dalam pelukannya. Mengusap gadis yang kini menangis, terasa bajunya erat asya genggam.

Asya pasrah kala haikal menariknya pada pelukan pria itu, bahkan dia balas erat memeluk. Dia tumpahkan segala keluh kesah nya disana, menangis sesegukan sampai membasahi kemeja yang haikal gunakan.

Cengkraman tangan yang begitu erat, tubuh asya yang bergetar dan suara tangis gadis itu yang terdengar memilukan menjadi bukti betapa sakitny kini perasaan asya saat ini.

Haikal menghembuskan nafasnya perlahan setelah menghela nafas yang terasa sesak. Dia mendongak sesaat, menahan genangan yang mulai memenuhi matanya. Lalu menunduk dan mencium puncak kepala istrinya yang tertutupi jilbab.

Seolah merasakan apa yang asya rasakan, dadanya ikut berdenyut sakit. Bahkan untuk bernafas pun serasa sesak di dadanya.

"duduk dulu sayang" titah haikal berbisik pelan.

Mereka duduk di pinggiran ranjang, masih dengan posisi yang sama. Cukup lama sebelum akhirnya asya yang memutuskan lebih dahulu pelukan merka.

"maafin saya. Gak ada waktu kamu dilemparkan fitnah oleh mereka" kata haikal.

Asya yang terdiam, tak kunjung menatapnya pun membuat haikal mengulurkan tangannya. Meraih wajah gadis itu dan membawa nya agar menatap dirinya.

Kini mata mereka bertemu, bertabrakan secara sengaja. Mata bulat berkaca kaca juga mata teduh milik haikal yang kini saling memandang.

MasyaAllah, batin haikal bergumam.

Dia terpana akan kecantikan istrinya, memandang dari jarak sangat dekat bahkan tak sampai 5 cm. Matanya yang bulat, bulu mata yang lentik, alis rapi juga hidung mancung. Jangan lupakan bibir mungil namun berisi, sangat cantik.

Bukan hanya sesaat, setiap kali dia menatapnya haikal selalu terpana. Kagum dengan keindahan hasil ciptaan tuhan yang kini resmi jadi istrinya.

"Bisa kamu ceritain gimana kejadianya? Supaya saya bisa cari solusi dari permasalahan kamu" ucap haikal meminta.

Asya mengangguk pelan. Sebelum bercerita, dia sempatkan menarik nafasnya yang berat. Barulah bibir mungil itu bergerak, mengeluarkan nada nada yang menyayat hati haikal.

Sepanjang bercerita, ekspresi asya berubah rubah. Tak sekali dua kali air matanya jatuh, namun cepat cepat gadis itu mengusapnya.

Haikal membiarkan nya bercerita, meski suara istrinya terbata dan penuh sedu. Fokus dia dengarkan, bagaimana sakitnya kejadian itu. Seolah benda tajam itu pun ikut menusuk dadanya, hati nya berdenyut nyeri mendengar setiap cerita itu.

nyantri bareng suami Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang