'Hal manis itu kamu asya-H'
.
.
...
Part 27. Pernyataan
Asya mengerjapkan matanya beberapa saat, menyesuaikan percahayaan yang masuk ke dalam netranya. Dia menoleh ke kanan juga ke kiri, mencari sosok yang menemaninya tadi.
Namun haikal tak di temukan. Sontak asya cepat cepat bangunda dari tidurnya, menguap beberapa kali sebelum berkaca dan membenarkan pakaiannya.
Tak lupa juga dia kembali memakai jilbab nya, setelah tadi dia buka sebelum tertidur. Itu karena permintaan suaminya yang menginginkan sedikit haknya, hanya sedikit karena mereka tak leluasa berinteraksi lebih.
Lagi pun ini di pesantren, rasanya sangat tak etis mereka melakukan hal tak senonoh disana. Meski ya memang sudah halal, namun untuk sekarang asya hanya bisa memberikan sedikit saja. Pelan pelan karena traumanya masih ada pada pria itu.
Begitu selesai membenarkan hijab, asya membuka pintu kamar. Dia keluar dan menghampiri bi anis juga kak fatim yang ternyata masih ada disana. Mereka mengobrol sambil membereskan alat makan ke dalam lemari.
“Bi anis, kak fatim” panggil asya pelan.
Bi anis dan fatim pun sontak menoleh bersamaan, lalu memanggil asya untuk mendekat. “Asya, sini” ajak kak fatim.
Asya mendekat pada mereka, kemudian duduk di samping kak fatim. Tampak bi anis dan fatim saling lempar pandang dan menahan senyum mereka.
“Jam berapa ini kak?” Tanya asya.
“Jam tujuh lebih asya” jawab bi anis.
Asya yang mendengarnya sontak terkejut. “Astagfirullah! kalau gitu aku ketinggalan mengaji. Bagaimana ini kak? Pasti ustadz haikal marah karena aku gak ikut mengaji” keluh asya panik.
Bisa bisa nya dia tertidur sampai malam, bahkan dia melewatkan kelas pengajiandiak magrib ini. Asya benar benar merutuki dirinya sendiri karena tidur yang terlalu lelap.
Bagaimana tidak lelap, dia tertidur di pelukan haikal yang hangat. Mungkin ini adalah tidur paling nyenyaknya selama berada di pondok.
Bi anis dan kak fatim yang mendengarnya justru tertawa. Melihat asya yang panik sampai wajahnya memerah. “Kamu tenang aja asya, Ustadz haikal gak akan marah. Justru beliau yang menitipkan kamu pada kami” ujar kak fatim kemudian.
asya pun menghela nafasnya lega. Sebenarnya bukan hanya itu, namun bagaimana nanti pandangan orang pada nya begitu tahu dia tak masuk. Setelah terkena kasus, dia malah dengan nakalnya bolos pengajian.
“Iya nak asya, gak perlu khawatir. Nak haikal pasti akan menangani masalah kamu” sahut bi anis.
“Iya bi” Asya mengangguk pelan.
“Oh ya asya, aku dengar dari ustadz apip kamu sama ustadz haikal udah menikah ya?” Tanya kak fatim.
Asya mengangguk sebagai jawaban. Mengambil piring lalu mulai mengelapinya untuk di simpan ke dalam lemari.
“Wah! Sejak kapan? Aku pikir hubungan kalian sepupuan, tahunya suami istri” kak fatim tampak antusias mendengarkan.
“Udah lama kak. Dari masuk kesini juga status ku udah sah jadi istrinya ustadz haikal.”
“Oh ya? Gak nyangka banget deh ternyata ustadz haikal sudah menikah. Padahal dulu dia masih sangat muda, tapi lebih duluan dia menikah dari pada aku” kak fatim tampak cukup terkejut.
Pasalnya dia tahu awal masuk haikal kesana seperti apa sampai sekarang menjadi mudaris juga wakil keamanan. Rasanya tak menyangka sudah menyandang status menikah dan jadi suami.
KAMU SEDANG MEMBACA
nyantri bareng suami
Fiksi RemajaBagaimana jadinya jika kita menikah dan masuk ke pesantren bersama sang suami? Itulah yang di rasakan Anastasya Sabila. Gadis yang sering di panggil asya itu menerima perjodohan sebagai bukti baktinya pada orang tua. Haikal Zayyan Atharrazka. Pria b...
