Update cepat pertama kalinya hehe..
Jangan lupa komen dan vote biar makin semangat nulis ceritanya.
3933 kata!!
Kalian tahu cerita ini dari mana?
21. Nenek asih
Asya yang tengah melamun seraya berdiri memegang kitab, terkejut saat tubuhnya di senggol. Dia tersentak, lalu menatap pelakunya.
“Eh, kenapa sa?” Tanya asya pada nisa, salah satu teman kelasnya.
Nisa memicingkan matanya, menahan senyum dan melipat bibirnya. Dia menatap selidik pada asya, “ngelamunin apa? Pasti ngelamunin ustadz haikal kan, kan? Zaujati..” celetuk nya. Mengingatkan kembali asya pada kejadian malam kemarin.
Asya menghembuskan nafasnya pelan, wajahnya menghangat seketika. Dia kembali malu mengingat hal itu, ah ini semua gara gara suaminya itu.
“Apasih? Enggak kok. Aku cuma lagi nunggin hani sama kak mila” Elak asya menggeleng. Karena memang dia tak memikirkan haikal, apalagi kejadian malam itu.
Dia berharap bisa melupakan nya sesaat, selain karena setiap kali mengingat nya dia merasa malu, banyak juga omongan omongan tak mengenakan tentang nya dan haikal beredar.
Salah satu nya dari kak jena dan kak rini, tak henti henti nya mereka mencibir setiap kali bertemu atau tak sengaja berpapasan. Asya harus menguatkan hatinya, karena hal itu cukup mengusik nya.
Masih dengan senyum yang sama, dan tatapan tak bisa di artikan nya. “Emang kamu mau kemana rapi gini? Belum ngaji?” Tanya nisa.
“Udah kok. Aku cuma mau ikut sorogan di kelas kak fatim, ikut kak mila juga” Jawab asya menggeleng pelan.
Dia mendekap kitab dan buku di dadanya, merapikan kerudung yang agak berantakan. “Kamu sendiri mau kemana? Ikut sorogan juga?”
“Enggak, lagi nunggu asri. Kita mau ke warung pengen jajan, malam malam gini nyeduh mie enak kali” segut nisa.
Santri yang sama berada di kelas lima, nisa tinggal di asrama sepuluh. Asrama sebelah rumah gus maulana dekat dengan dapur santri.
“Nisa!”
Asri datang dan langsung menghampiri mereka. Seraya memegang uang, dia membenarkan sarung yang di pakai dengan asal.
“Eh ada kamu sya. Mau sorogan yah?” Tanya asri dengan akrab.
Asya mengangguk. “Iya. Aku mau ikut sorogan sama kak mila dan kak fatim” Jawab asya.
“Wih rajin banget kamu sya. Padahal masih baru, MasyaAllah. Beda banget sama aku yang pemalas gini” Papar asri.
Asya tersenyum kecil mendengarnya. Pujian semacam itu ternyata sudah biasa didengar jika berada di pondok. Asya pun mulai terbiasa dengan kebiasaan mereka.
“Enggak juga. Cuma lagi pengen aja ini” Elak asya.
“Yaudah sya kita pergi duluan ya. Yu nis, assalamu'alaikum”
“Waalaikumsalam” Jawab asya menatap kepergian keduanya menuju warung.
Lalu atensi nya beralih pada hani dan kak mila yang datang, si ikuti kakak kakak senior lain yang hendak akan mengaji juga. Setelah semuanya berkumpul, mereka berangkat bersama menuju aula kecil di samping kelas sepuluh. Tempat mengaji malam yang akan di gurui oleh gus arkan.
Ini pertama kali nya asya ikut pengajian yang gus arkan adalah gurunya. Karena selama ini gus arkan hanya mengajar murid murid kelas delapan, sembilan. Kalau kelas tujuh ke bawah mah oleh mudaris kelas sepuluh dan sembilan.
KAMU SEDANG MEMBACA
nyantri bareng suami
Fiksi RemajaBagaimana jadinya jika kita menikah dan masuk ke pesantren bersama sang suami? Itulah yang di rasakan Anastasya Sabila. Gadis yang sering di panggil asya itu menerima perjodohan sebagai bukti baktinya pada orang tua. Haikal Zayyan Atharrazka. Pria b...
